///Sembuh dan Tumbuh

Sembuh dan Tumbuh

Suatu kali, saya berkunjung ke rumah sakit mengantar anak yang sedang mengalami gangguan tenggorokan. Di rumah sakit itu saya melihat banyak anak juga tengah mengalami hal yang sama. Banyak orang tua mengatakan bahwa hal itu terjadi karena tingkat polusi udara yang tinggi, apalagi di saat cuaca panas ekstrem sejak beberapa bulan sebelumnya. Saya pun sempat bercakap-cakap dengan salah seorang dokter, dan memang menurut pengamatan dokter, situasi demikian lebih rawan berefek buruk pada kesehatan anak serta lansia. Anak, karena kekebalan tubuh mereka masih berada dalam tahap perkembangan, serta lansia, karena kekebalan tubuh mereka mulai melemah oleh usia. Banyak dari anak-anak yang datang berobat saat itu adalah pasien yang datang berulang, artinya anak-anak itu beberapa waktu sebelumnya sakit dan berobat lalu sudah sembuh, tetapi kemudian mengalami sakit lagi.

 

Mengamati fenomena itu, saya menjadi belajar satu hal dalam kehidupan rohani kita.

Ketika pertama kali percaya Kristus dan diselamatkan, saya telah ditebus dan menerima kesembuhan dari semua dosa yang mengikat. Namun, ada perjalanan dan proses yang dimulai sejak saat itu. Selain sembuh, selanjutnya saya juga perlu tumbuh secara rohani agar saya memiliki ketahanan rohani terhadap segala sesuatu yang tidak ideal yang memasuki kehidupan saya. Ketahanan rohani yang terus tumbuh menguat akan membuat saya mampu berespons baik dan benar dalam segala situasi dan kondisi, termasuk yang tidak ideal. Tanpa itu, saya akan bolak-balik sakit rohani, yaitu jatuh-bangun kembali ke dalam berbagai dosa dan kebiasaan kehidupan lama saya.

Pertanyaannya, bagaimana saya dan kita semua dapat bertumbuh rohani?

Jawabannya, kita perlu komunitas.

 

Dalam kehidupan lama, kita masing-masing terikat oleh kepahitan, kemarahan, kesedihan, sikap mengasihani diri, egois, dan lain-lain. Percaya dan menerima Kristus membuat kita sembuh dari semua itu. Kini, yang tak kalah penting adalah kebersamaan dalam kehidupan yang baru, yaitu komunitas sesama orang tebusan Kristus. Dalam kebersamaan di komunitas, setiap orang bukan hanya disembuhkan melainkan juga mengalami pertumbuhan rohani melalui kehidupan yang saling menolong, saling menguatkan, saling mengingatkan, saling menopang, dan saling memberkati. Melalui perjalanan kebersamaan dalam komunitas ini, kita akan makin teguh berjalan dalam iman dan kasih dan pertumbuhan rohani terjadi.

Tanpa hidup dalam kebersamaan, secara rohani kita menjadi seperti anak-anak yang diceritakan para dokter kepada saya tadi. Sembuh dari sakit, sehat sesaat, kemudian sakit lagi, dan hal ini terjadi berulang-ulang. Hanya manusia dewasalah yang punya kekebalan rohani yang kuatlah yang mampu bertahan, bahkan menang, menghadapi penyakit rohani. Inilah pentingnya kita semua terus tumbuh sampai dewasa, dan bukan hanya sembuh, secara rohani.

Agar proses pertumbuhan rohani berjalan optimal bagi setiap orang di dalamnya, kita semua bersama-sama harus hidup mempraktikkan Firman, menyatakan kasih, menerima kasih, serta mendapat perlindungan rohani berupa pendampingan dan bimbingan dari pemimpin yang lebih dewasa rohani. Semuanya ini perlu dilakukan secara “saling”, yaitu multiarah dan satu sama lain. Kebersamaan semacam ini akan mengalirkan kemurahan kasih karunia Tuhan secara nyata, yang membawa kita masing-masing terus tumbuh menjadi makin kuat dan teguh dalam iman, sampai kita menjadi manusia rohani yang dewasa yang siap menggenapi rencana Allah Bapa.

Jika Anda belum hidup dalam komunitas bersama saudara-saudari sesama orang percaya yang disembuhkan, mulailah melakukannya. Kita semua perlu tumbuh selain sembuh.

 

“Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.”
Efesus 2:21-22

2023-10-30T13:39:48+07:00