///Sepuluh Ide Cara untuk Mendongkrak Kesejahteraan Mental Pekerja

Sepuluh Ide Cara untuk Mendongkrak Kesejahteraan Mental Pekerja

“Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.” – 3 Yohanes 1:2

Di zaman modern ini, kesejahteraan bukan hanya mencakup aspek fisik serta material atau finansial, melainkan juga aspek psikologis, yaitu kesejahteraan mental, yang termasuk kesejahteraan emosional dan spiritual. Bagi kita para pemimpin di lingkungan kerja, pekerja yang kita pimpin kini tidak sekadar membutuhkan uang upah kerja, tetapi juga sangat membutuhkan dukungan kita bagi kesejahteraan mental mereka. Mereka adalah orang-orang yang Tuhan percayakan untuk kita pimpin dan kita layani, dan Tuhan ingin mereka baik-baik saja dalam segala sesuatu dalam pimpinan kita. Setiap bisnis atau perusahaan yang ingin meningkatkan produktivitas wajib memperhatikan kesejahteraan mental pekerjanya, selain tentu kesejahteraan fisik serta finansial mereka. Pekerja yang sehat dan sejahtera secara utuh akan menunjukkan kinerja lebih baik, lebih produktif, lebih kreatif, serta lebih loyal. Untuk mencapai kondisi ini, bisnis atau perusahaan perlu secara khusus dan intensional meningkatkan kesejahteraan mental pekerja.
Bagaimana caranya?

Berikut adalah beberapa ide cara untuk mendongkrak kesejahteraan mental pekerja di lingkungan kerja:
1. Aktivitas fisik dan olahraga
Mendorong pekerja untuk berpartisipasi dalam kegiatan fisik bersama seperti senam pagi, jalan kaki, atau permainan olahraga ringan lainnya tidak hanya baik secara fisik, tetapi juga dapat menaikkan kebahagiaan pekerja, dan dengan demikian berefek baik terhadap kesejahteraan mental mereka. Saat berolahraga, tubuh mengeluarkan hormon endorfin untuk mengurangi rasa sakit dan menghasilkan energi positif, yang efektif untuk menurunkan tingkat stres. Sediakan fasilitas olahraga atau fasilitasi aktivitas fisik dan olahraga sebagai insentif bagi pekerja untuk tetap aktif secara fisik.

2. Program dukungan kesehatan rutin
Mengadakan program kesehatan yang bersifat rutin di lingkungan kerja sangat mendukung pekerja untuk hidup sehat. Ini dapat termasuk pemeriksaan kesehatan tahunan gratis, vaksinasi wajib terjadwal, konsultasi medis bersubsidi, kelas-kelas pembelajaran kesehatan (misalnya tentang nutrisi, tidur, atau kebugaran). Selain itu, selalu promosikan budaya pola hidup sehat di lingkungan kerja Anda. Sediakan informasi tentang pola makan sehat, tidur yang cukup dan efektif, serta manajemen waktu yang baik. Melalui program-program ini, pekerja terbantu untuk mengidentifikasi masalah kesehatan pada tahap awal sehingga mencegah perburukan atau komplikasi ke tahap yang lebih serius. Lingkungan kerja yang menyediakan program-program semacam ini memberikan rasa aman bagi pekerjanya, yang berefek menenteramkan secara mental.

3. Dukungan nyata terhadap isu kesehatan mental
Sekali lagi, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Program kesejahteraan mental di tempat kerja harus mencakup dukungan terhadap isu kesehatan mental dalam bentuk-bentuk yang nyata, seperti konseling dengan terapis yang netral berkualifikasi tepat, pelatihan manajemen stres, dan materi-materi informasi psikologi. Menciptakan lingkungan kerja yang terbuka, ramah, serta mendukung terhadap isu kesehatan mental adalah langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan mental pekerja.

4. Fleksibilitas waktu dan cara kerja
Sejauh konteksnya memungkinkan, terapkan fleksibilitas dalam hal waktu dan cara kerja bagi pekerja-pekerja yang Anda pimpin. Contohnya, kebijakan work from anywhere (kebebasan untuk bekerja dari lokasi mana saja, tidak harus di kantor) satu kali per minggu, yang dapat membantu pekerja mengatasi stres yang disebabkan oleh tekanan waktu dan stress perjalanan. Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih mudah dinikmati serta produktif.

5. Ruang kreativitas yang luas
Setiap pekerja tentu memiliki kadar kreativitas tertentu dalam bidang keahliannya masing-masing. Sebagai pemimpin, Anda perlu menghindari mendikte pekerja. Sebaliknya, Anda perlu memastikan bahwa lingkungan kerja Anda menyediakan ruang kreativitas yang luas agar pekerja leluasa berkreasi. Pastikan adanya ruang kreativitas ini terkomunikasikan dengan baik kepada para pekerja, sekaligus batasan-batasannya yang perlu. Menuangkan kreativitas dapat meningkatkan kadar hormon dopamin, yang wujudnya adalah perasaan baik dan puas karena capaian positif yang dilakukan. Efeknya tentu saja pekerja menjadi lebih produktif dan kesejahteraan mentalnya terdongkrak.

6. Aktivitas spiritual bersama yang terbuka dan positif
Membudayakan kesadaran akan keberadaan serta peran Tuhan dalam keseharian bekerja adalah sangat penting. Tanpa perlu memaksakan label agama atau ajaran tertentu, ciptakan dan jaga aktivitas spiritual bersama di lingkungan kerja Anda. Contohnya, Anda dapat mengadakan persekutuan doa mingguan, doa dan perenungan pagi singkat per divisi, dan lain sebagainya. Semua ini akan melatih pekerja untuk selalu terkoneksi dengan sosok Tuhan dan dengan demikian meningkatkan kesejahteraan spiritual dan mentalnya.

7. Pelatihan pengembangan pribadi
Memberikan kesempatan dan pelatihan pengembangan pribadi bagi pekerja tidak hanya meningkatkan keterampilan kerja mereka, tetapi juga meningkatkan kualitas diri mereka. Mungkin topik pelatihan tidak selalu langsung terkait dengan keterampilan kerja, tetapi pembelajaran yang diterapkan tentu memberikan rasa kepuasan dan pencapaian bagi pekerja terkait. Pekerja yang merasa didukung dalam pengembangan pribadinya cenderung lebih bahagia dan berdedikasi, karena kesejahteraan mentalnya terjaga.

8. Forum partisipasi dalam pengambilan keputusan
Membuka saluran komunikasi dan melibatkan pekerja dalam pengambilan keputusan pada tingkat atau lingkup yang tepat, terutama untuk keputusan yang memengaruhi mereka, dapat memberi mereka rasa memiliki terhadap bisnis atau perusahaan. Alhasil, pekerja cenderung lebih proaktif, loyal, dan berpotensi melampaui target atau ekspektasi.

9. Lingkungan kerja yang bersih, sesuai tuntutan zaman, serta “hijau”
Coba luangkan waktu sejenak untuk mengamati kembali lingkungan kerja Anda. Apakah kantor perusahaan yang Anda pimpin pada umumnya bersih dan rapi atau cenderung kotor di sana-sini dan berantakan? Apakah peralatan dan perlengkapan kerja yang sehari-hari digunakan oleh pekerja telah sesuai dengan tuntutan zaman dan menunjang kebutuhan kerja mereka, atau sudah terlalu usang tetapi tak kunjung diganti? Apakah lingkungan kantor mempromosikan semangat ramah lingkungan dengan berbagai sarananya seperti tong sampah yang berbeda untuk pemilahan sampah, fasilitasi gerakan daur ulang, pencahayaan dan sirkulasi udara yang alami dan memadai, tanaman hijau yang cukup, atau justru boros sumber daya dan memperburuk kerusakan lingkungan hidup seperti mencetak dokumen berlebihan, mengkonsumsi barang atau makanan sampai mubazir, dan menghasilkan terlalu banyak sampah? Lingkungan kerja yang bersih, sesuai tuntutan zaman, dan hijau dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja secara keseluruhan.

10. Respek terhadap waktu pribadi
Setiap pekerja, termasuk kita sendiri sebagai pemimpin, adalah manusia, yang tidak mungkin bekerja terus-menerus tanpa istirahat seperti robot atau mesin otomatis. Kita masing-masing membutuhkan waktu pribadi untuk istirahat, keluarga, komunitas, liburan, dan banyak lagi. Menerapkan kebijakan respek terhadap waktu pribadi satu sama lain di lingkungan kerja akan mendorong pekerja untuk mengupayakan keseimbangan hidupnya, antara waktu bekerja dan waktu pribadi. Dalam waktu pribadi itulah, pekerja mengisi kembali “tangki” kesejahteraan pribadinya, termasuk kesejahteraan mentalnya, dengan cara yang paling efektif bagi mereka masing-masing. Di luar waktu kerja yang telah ditetapkan dan disepakati, misalnya saat pekerja cuti atau pada jam-jam malam atau pagi buta, jangan ganggu pekerja dengan mengontaknya tentang urusan pekerjaan. Biarkan saja pekerja itu tidur, bermain dengan anak, menjenguk orang tua, pergi liburan, menonton film, atau apa pun untuk dirinya sendiri. Kekurangan waktu pribadi yang berkualitas berefek negatif pada kesehatan fisik dan mental, selain tentu menurunkan produktivitas kerja, karena menggerus energi.

Nah, yang mana dari sepuluh ide cara tadi yang telah atau akan Anda coba terapkan di lingkungan kerja Anda? Ciptakan lingkungan kerja yang sehat, bahagia, dan produktif bagi kesejahteraan mental pekerja yang Anda pimpin, dukung dan topang mereka agar terus dan makin baik-baik saja dalam segala sesuatu, maka Anda akan menyaksikan bahwa ini investasi yang menguntungkan bagi pertumbuhan dan kesuksesan jangka panjang. Imbal hasilnya sangatlah berharga: pekerja berkembang secara pribadi dan profesional, sementara perusahaan menikmati peningkatan produktivitas, retensi pekerja, dan reputasi positif di pasar. Karena itu, mengusahakan dan mendongkrak kesejahteraan mental pekerja kini merupakan tanggung jawab wajib bagi setiap bisnis atau perusahaan yang ingin sukses berkelanjutan.

2023-10-30T14:28:06+07:00