///Sepuluh Kiat untuk Memimpin Tim di Masa Sulit

Sepuluh Kiat untuk Memimpin Tim di Masa Sulit

“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” – Yesaya 41:10

Pandemi Covid-19 telah membawa dampak yang sangat luas dan dalam terhadap kehidupan manusia, termasuk dunia kerja. Semua bidang usaha kini dituntut untuk menjalani kehidupan baru, new normal, dengan beradaptasi dengan penyebaran Covid-19. Banyak bisnis di seluruh dunia terancam atau bahkan sudah bangkrut karena kondisi permintaan pasar yang anjlok dan belum bangkit kembali, selain terpaksa menerapkan Work from Home (WFH) sehingga produktivitas kerja pun menurun. Ketidakpastian yang sangat tinggi terus mengungkung, dan kita semua sedang makin dalam memasuki “the unknown”.

 

Kali ini, khusus bagi para pemimpin di dunia bisnis/kerja, berikut kami bagikan sepuluh kiat praktis untuk memimpin tim di tengah-tengah situasi yang sangat sulit, agar bisa bertahan dan bahkan bangkit dari ancaman kebangkrutan:

1. Bangun dan sebarkan energi positif melalui ucapan Anda
Sebagai seorang pemimpin, Anda harus mengatur ucapan Anda di hadapan seluruh tim yang dipimpin. Kendalikan pikiran dan emosi Anda tentang segala sesuatu, dan pastikan bahwa ucapan Anda semaksimal mungkin membangun dan menyebarkan energi yang positif kepada orang-orang sekitar. Tim yang Anda pimpin mendengar ucapan dan melihat tindakan Anda sebagai model bagi mereka sendiri, maka adalah sangat penting bahwa Anda menjadi panutan energi positif. Hindari keluhan dan komentar sinis, apalagi caci maki, dan cobalah untuk melihat sisi positif yang benar dari segala sesuatu.

 

2. Jangan menyalahkan situasi
Bukan hanya tim atau perusahaan Anda, melainkan kita semua sedang hidup di dalam masa yang sangat sulit dan menantang. Akibatnya, mudah sekali terpicu kekhawatiran, ketakutan, dan demotivasi di antara kita. Sebagai seorang pemimpin, jangan menyalahkan situasi. Sebaliknya, ajaklah tim Anda untuk melihat tantangan yang ada sebagai peluang pertumbuhan. Fokuskan energi dan waktu seluruh tim untuk mencari solusi, bukan mengeluh atau menyalahkan situasi.

 

3. Perkuat dan perbanyak komunikasi
Empati adalah kunci penting selama masa krisis. Anda harus lebih banyak berkomunikasi dengan tim, mendengarkan masukan, dan bersama-sama memikirkan langkah ke depan. Turunkan informasi yang relevan secara real-time dan sesering mungkin kepada tim. Gunakan forum komunikasi rutin untuk mendorong tim Anda menyampaikan kekhawatiran dan mengajukan pertanyaan. Walaupun Anda tidak memiliki semua jawaban, bersikaplah terbuka atau transparan dengan tim Anda dan tunjukkan bahwa Anda ada bersama-sama dengan mereka.

 

4. Lawan rasa isolasi dengan koneksi yang teratur bersama seluruh tim
Selama periode WFH, rasa terisolasi akan membebani setiap anggota tim. Karena itu, berusahalah untuk melakukan “check-in” secara informal dengan tim Anda untuk melawan rasa isolasi itu. Manfaatkan berbagai wadah/aplikasi digital untuk tetap terhubung dengan tim meski secara virtual tetapi rutin. Dalam pertemuan-pertemuan virtual yang informal itu, sapalah tim Anda dan tunjukkan saling kepedulian yang baik untuk membangun rasa kebersamaan dan menggantikan rasa isolasi.

 

5. Lakukan saling menjaga dan saling menguatkan dalam hal imunitas fisik
Seluruh situasi yang melanda kita ini bersumber dan berawal dari sebuah wabah penyakit: Covid-19. Tentu, ini berarti kesehatan fisik menjadi prioritas penting bagi kita semua. Ajak tim Anda, termasuk mereka yang merupakan kaum milenial dan Gen-Z, mendiskusikan dan berbagi cara-cara untuk menjaga kesehatan secara fisik. Hal ini misalnya ide olahraga ringan di rumah, rekomendasi suplemen kesehatan, atau informasi makanan/minuman sehat tertentu. Dengan cara ini, Anda membudayakan saling menjaga dan saling menguatkan di antara anggota tim dalam hal imunitas fisik.

 

6. Dongkrak imunitas mental dengan kebiasaan bersyukur
Studi menunjukkan bahwa bersyukur meningkatkan rasa tenang dan meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengelola stres secara keseluruhan. Di masa-masa yang penuh tantangan ini, orang lebih mudah stres dan mengalami tekanan mental. Karenanya, ingatkan diri Anda dan tim Anda untuk membiasakan bersyukur dalam segala hal sehari-hari. Latihlah tim Anda untuk saling mengucapkan terima kasih serta memberikan apresiasi kepada satu sama lain dalam konteks pekerjaan, misalnya. Dengan kebiasaan bersyukur, imunitas mental seluruh tim akan terdongkrak.

 

7. “Blusukan”
Dalam situasi sulit, sering kali pemimpin tidak atau kurang mengenali atau memahami pengalaman anggota tim yang dipimpinnya. Sediakan waktu dan energi Anda untuk terjun ke lapangan (“blusukan”) dan ada bersama tim, demi memahami apa yang mereka alami. Mendengarkan secara aktif adalah alat yang ampuh dalam memanfaatkan emosi dengan cara yang positif. Mendengarkan keluhan, kesulitan, dan peluang yang mereka hadapi akan menjadikan Anda pemimpin yang lebih efektif. Lakukan blusukan ini secara teratur, misalnya 2-3 kali sehari melalui percakapan video. Hasilnya, tim akan lebih menghargai Anda karena tahu bahwa pemimpinnya peduli terhadap mereka.

 

8. Diskusikan kembali segala prioritas tim
Dengan segala ketidakpastian dan perubahan yang ada, tentu prioritas tim pun harus berubah dan disesuaikan terus-menerus. Lakukan brain-storming dengan seluruh tim untuk mengatur ulanng prioritas berbagai proses kerja dan target yang telah direncanakan. Sebagai pemimpin, Anda harus terbuka terhadap berbagai masukan, bahkan masukan yang keliatannya mustahil atau tidak masuk akal, apalagi di dalam situasi krisis. Berpikirlah terbuka dan jangan remehkan setiap ide dalam menyusun ulang prioritas.

 

9. Dorong fleksibilitas dan kreativitas semua orang dalam tim
Lagi-lagi, ketidakpastian mendorong kita semua untuk fleksibel dan kreatif. Ajak tim Anda untuk berpikir di luar kebiasaan yang rutin, dengan menemukan berbagai ide yang belum dilakukan sebelumnya. Perlu diingat bahwa situasi krisis adalah situasi yang tidak normal, yang membutuhkan cara kerja yang tidak biasa, bukan cara rutin. Bahkan, kadang kita membutuhkan cara-cara “gila”, dengan risiko yang terukur. Dorong fleksibilitas dan kreativitas tim Anda dengan menanyakan kepada setiap anggota tim tentang ide-ide cara kerja yang berpeluang berhasil untuk situasi saat ini.

 

10. Sediakan akses terhadap berbagai sumber daya dan pastikan tim Anda memanfaatkannya
Banyak perusahaan memiliki banyak sumber daya untuk mendukung karyawan mereka selama masa-masa sulit, termasuk program cuti berbayar, e-learning, kelas motivasi, dan layanan konseling. Penting bagi Anda sebagai pemimpin untuk untuk meningkatkan semangat tim kerja agar mampu berjuang dan tahan banting dalam menghadapi situasi krisis. Buka akses terhadap segala sumber daya yang tersedia dan pastikan tim Anda bisa serta nyaman untuk memanfaatkan sumber daya itu sesuai dengan kebutuhannya.

 

Dalam berespons terhadap situasi pandemi, kepemimpinan tim dalam perusahaan atau bisnis saat ini harus sangat kreatif sekaligus “tahan banting”, agar mampu mengangkat kembali performa dan capaian usaha. Pada pemimpin pada segala level harus menggerakkan seluruh bagian usaha agar bangkit kembali, dan di sinilah pemimpin diuji ketangguhannya, apakah mampu memimpin di tengah badai atau hanya di saat iklim usaha baik-baik saja. Terapkan sepuluh kiat ini dan jadilah pemimpin yang tangguh. Tuhan akan senantiasa menolong Anda dan membawa Anda ke dalam kemenangan.

2021-08-29T22:53:09+07:00