//Seri Paulus : Hidup adalah Kristus, Mati adalah Keuntungan

Seri Paulus : Hidup adalah Kristus, Mati adalah Keuntungan

Akhir perjalanan misi Paulus yang ketiga dan semangatnya yang menyala-nyala

“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan,” (Fil. 1:21). Kalimat Paulus ini menyatakan bahwa segala sesuatu yang telah dia upayakan, segala sesuatu yang dia miliki, dan segala sesuatu yang dia nanti-nantikan, semuanya berpusat pada Kristus. Ketika pada akhirnya kematian datang baginya, itu hanyalah titik akhir masa tugasnya di dunia sekaligus titik awal kehidupan kekalnya yang lebih indah bersama Kristus. Bagi Paulus, keduanya mulia dan tidak dapat saling dibandingkan nilainya. Dengan prinsip demikianlah Rasul Paulus menjaga semangatnya tetap menyala dalam setiap tugas pelayanannya, termasuk saat dia tahu kematian telah mendekat.

 

Kali ini, kita menyoroti akhir perjalanan misi Paulus yang ketiga, sebelum dia ditangkap dan akhirnya dipenjara di Roma. Paulus tetap bersemangat menjalankan misi memberitakan Kerajaan Allah kepada bangsa-bangsa. Hati tetap berkobar-kobar dan dia tak kenal lelah demi membawa banyak jiwa. Bahkan, dia juga melayani dan memberi semangat kepada orang-orang yang dimuridkannya agar terus bertumbuh menjadi murid yang sejati. Paulus sungguh-sungguh memberikan suatu teladan yang baik kepada kita semua yang melayani Tuhan, dan kita akan belajar dari dirinya dalam artikel ini.

 

Setelah dari Efesus, Paulus melanjutkan perjalanannya ke beberapa kota. Pertama-tama, bersama timnya dia berlayar menuju Kos, kemudian mereka tiba di Rodos, Patara, lalu mereka menyeberang ke Fenisia. Rombongan pelayan Tuhan itu seperti orang kehausan yang mencari air untuk memuaskan dahaganya dalam mendatangi jiwa-jiwa, seolah tidak merasa lelah sama sekali dalam perjalanan misi itu. Akhirnya, mereka tiba di Tirus dan membongkar muatan kapal di sana.

 

Di kota Tirus, Paulus mengunjungi murid-murid setempat untuk membagikan visi Allah. Paulus dan timnya tinggal di sana tujuh hari lamanya. Melalui bisikan Roh, murid-murid menasihati Paulus untuk tidak pergi ke Yerusalem, karena bahaya penderitaan yang telah menanti dia di sana. Namun, rupanya keseriusan Paulus memberitakan Kerajaan Allah tidak terhentikan. Dia terus melaju demi memberitakan kesaksiannya.

 

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Yerusalem, ketika tiba di Kaisarea Paulus tinggal di rumah Filipus, yaitu seorang murid setempat yang mempunyai empat orang anak wanita yang mempunyai karunia untuk bernubuat. Bila mereka berkumpul untuk berdoa,  Roh Kudus pasti berbicara kepada mereka tentang masa depan Paulus. Pada suatu pertemuan doa, hadirlah Nabi Agabus, salah satu nabi yang meramalkan akan terjadi kelaparan di seluruh dunia (Kis. 11:27-28) sebelumnya, yang kini menubuatkan penderitaan yang harus Paulus jalani. Nubuat Agabus itu tidak melarang Paulus pergi ke Yerusalem, tetapi memberi tahu apa saja penderitaan yang menantinya di sana. Mendengar nubuat Agabus tersebut, murid-murid semakin takut dan memohon agar Paulus membatalkan kepergiannya ke Yerusalem. Lagi-lagi, Paulus tak mau menyerah; dia menolak membatalkan menyelesaikan rencana Allah hanya karena takut mati. Paulus justru makin berbulat tekad untuk tetap berangkat ke Yerusalem, sambil meyakinkan murid-murid itu bahwa dia rela bukan hanya untuk diikat, malainkan siap mati demi memberitakan nama Yesus.

 

Dari peristiwa itulah keluar ucapan Paulus yang kita kenal, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan,” (Fil. 1:21). Itulah ucapan yang lahir dari semangat Paulus menjalankan Amanat Agung dari Tuhan Yesus, yang tidak pernah padam nyalanya. Penderitaan memang menantinya, kematian memang mendekatinya – Roh Kudus sendiri menyatakan risiko-risiko ini – tetapi semuanya itu tidak memadamkan tekadnya bagi Kristus. Paulus terus memberitakan nama Yesus dengan visi sampai seluruh bangsa percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.

 

Bagaimana dengan kita semua, yang sedang melayani Tuhan pada akhir zaman ini? Mari miliki semangat Rasul Paulus ini, karena kita tahu ada kemuliaan menanti kita di surga kelak. Dalam edisi berikutnya, kita akan belajar lebih lanjut dari teladan hidup Paulus.

2024-02-27T15:09:39+07:00