//Seri Paulus : Meneguhkan dan Membangun Iman

Seri Paulus : Meneguhkan dan Membangun Iman

Dalam edisi eBuild! kali ini, kita mengikuti perjalanan misi ketiga Rasul Paulus. Pada akhir perjalanan misi keduanya, Paulus membawa Priskila dan Akwila ke kota Efesus, kemudian meninggalkan mereka di sana dan terus melanjutkan perjalanan misinya yang ketiga. Paulus mengawali perjalanan misinya yang ketiga di wilayah Asia Kecil (sekarang termasuk wilayah negara Turki). Di sana, dia kembali mengunjungi jemaat-jemaat yang didirikannya pada perjalanan misi sebelumnya.

 

Yang Menanam, yang Menyiram, yang Menumbuhkan

Di Efesus sepeninggal Paulus ke Asia Kecil, Priskila dan Akwila bertemu dengan Apolos, seorang Yahudi dari Aleksandria, Mesir. Apolos saat itu baru datang ke Efesus. Dia fasih berbicara dan ahli dalam pengetahuan kitab suci. Apolos pun memiliki pengetahuan tentang Yesus, tetapi belum mendalam; dia hanya mengetahui tentang baptisan Yohanes. Meski demikian, Apolos sangat bersemangat berbicara dan mengajar tentang Yesus di rumah ibadat. Begitu Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka segera mengajak Apolos datang ke rumah mereka. Mereka menjelaskan dan memperlengkapi pemahaman tentang Yesus Kristus kepada Apolos dengan penuh kesabaran. Kesabaran Priskila dan Akwila berbuah manis. Apolos yang makin mengenal siapa Yesus Kristus pun makin lengkap mengajarkan kebenaran, sehingga mempertobatkan banyak orang. Terbukti, Paulus berhasil memuridkan Priskila dan Akwila, sehingga mereka mampu memuridkan Apolos dan Apolos berbuah-buah. Ini memberikan jaminan kepada Apolos untuk melayani. Apolos pun pergi ke Akhaya, Korintus, dan kota-kota lain sebagai pengkhotbah ulung yang menghasilkan banyak jemaat.

Sayangnya, di Korintus jemaat tidak hanya menerima ajaran Apolos; mereka juga mulai saling mengritik berdasarkan ajaran-ajaran yang telah mereka terima sejak sebelumnya. Benih-benih perpecahan mulai tumbuh dengan munculnya golongan-golongan di antara mereka: golongan Apolos, golongan Paulus, dan golongan Kefas. Paulus pun tidak tinggal diam melihat perkembangan ini. Paulus menjelaskan kepada mereka, “Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri,” (1 Kor. 3:5-8).

Dari teguran dan penjelasan Paulus itu, jemaat di Korintus belajar mengerti bahwa pertumbuhan rohani hanya terjadi oleh pekerjaan Tuhan, dan setiap pelayan Tuhan yang terlibat dalam pekerjaan-Nya itu memiliki peran dan fungsi masing-masing yang nilainya sama-sama berharga di mata Tuhan. Semua rasul, termasuk Paulus maupun Apolos, sama-sama bekerja untuk memberitakan Kerajaan Allah. Mereka adalah rekan sekerja Kristus yang bekerja untuk kemuliaan nama Tuhan saja. Sama sekali bukan untuk disanjung dan dikagumi oleh orang-orang yang dilayani. Karena itu, Paulus menasihati jemaat di Korintus untuk tidak terpecah-pecah, tetapi menerima satu dengan lainnya sebagai satu Tubuh Kristus.

 

Kembali ke Efesus

Pada perjalanan misinya yang ketiga ini, Paulus kembali mengunjungi kota Efesus. Namun, kali ini dia menjelajah daerah-daerah pedalaman di Efesus. Di situ Paulus mendapati beberapa orang murid, yang ternyata belum pernah mendengar tentang baptisan Roh Kudus.

Sebagai seorang rasul, Paulus melihat kekurangan yang ada pada para murid itu. Mereka perlu dilengkapi dengan karunia rohani untuk melayani jemaat di Efesus. Jemaat itu merupakan Tubuh Kristus yang memerlukan makanan rohani agar bertumbuh dewasa dan berbuah banyak. Untuk itu, Paulus memperlengkapi pengetahuan mereka tentang Kristus. Setelah mengerti dan memahami iman yang benar tentang Yesus, mereka memberi diri dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Paulus pun menumpangkan tangan dan mendoakan mereka agar penuh Roh Kudus. Hasilnya, para murid mulai berkata-kata di dalam bahasa roh dan bernubuat.

Selain itu, Paulus juga mengajar kepada orang-orang yang berkumpul di rumah ibadat dan meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah. Sayang, ada beberapa orang yang tetap tegar hati, sehingga Paulus memisahkan murid-muridnya dari mereka dan secara khusus mengajar murid-murid itu di ruang kuliah Tiranus setiap hari.

Di kota Efesus ini Paulus memberitakan Firman selama dua tahun, sampai semua orang yang tinggal di Asia mendengar Firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani. Bahkan, Allah menyatakan kuasa-Nya melalui Paulus. Lukas menulis, “Oleh Paulus Allah mengadakan mukjizat-mukjizat yang luar biasa, bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat,” (Kis. 19:11-12). Begitu hebatnya kuasa Tuhan yang bekerja melalui diri Paulus; nama Tuhan dimuliakan dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.

 

Serangan dari Kerajaan Gelap  

Melihat dahsyatnya Allah memakai Paulus, tukang-tukang jampi di kota itu tidak rela kalah pamor. Iblis melancarkan serangan ketika tukang-tukang jampi mencoba mengusir setan dengan menyebut nama Tuhan Yesus. Roh jahat justru menggagahi mereka sampai mereka terluka dan lari pontang panting. Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari imam Yahudi bernama Skewa, yang mencoba mengusir setan dan roh-roh jahat yang merasuk orang. Roh-roh jahat itu mengamuk dan menjawab, “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?” (Kis. 19:15).

Peristiwa ini menjadi buah bibir di seluruh kota Efesus dan nama Yesus semakin masyhur diberitakan, sehingga banyak orang bertobat dan percaya kepada Tuhan.

Apa pun yang Paulus lakukan dengan kuasa Allah, Allah menyertai dan menyatakan kedaulatan-Nya sehingga orang-orang melihat dan percaya kepada Tuhan. Itulah dampak dari orang yang hidupnya dipenuhi dengan Roh Kudus. Bagaimana dengan Anda, apakah hidup Anda juga berjalan dengan kuasa Allah sehingga menjadi dampak bagi orang-orang di sekitar dan membawa mereka percaya kepada Allah?

2023-11-25T09:38:08+07:00