//Seruan untuk Bermitra dalam Pekerjaan Bapa

Seruan untuk Bermitra dalam Pekerjaan Bapa

“Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal”, 1 Petrus 1:23.
“Kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar”, 2 Korintus 3:18.
Karena itu, Amanat Rasuli adalah untuk memimpin setiap anggota menjadi sempurna, lengkap, mampu mencapai potensinya sebagai orang percaya- sepenuhnya, seperti yang diajarkan Rasul Paulus:
“Kristuslah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus”, Kolose 1:28
.

 

Sebagai Gereja Amanat Agung, Abbalove sungguh percaya bahwa kabar yang terbaik di dunia adalah kabar kasih Allah kepada setiap manusia. Kabar baik ini adalah bahwa Allah telah menyediakan jalan keselamatan bagi setiap orang yang mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Karena itu setiap orang percaya harus dimuridkan menjadi pemenang jiwa. Kita semua diberi hak istimewa menjadi murid Kristus yang sejati, pemenang jiwa-jiwa dan pemurid orang-orang lain.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu”, Matius 28:19-20.
“Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu”, Yohanes 20:21.
“Berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini”, Lukas 24:47-48.
“Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”, Kisah 1:8.

 

Sebagaimana kita telah mengalami kasih Yesus, pengampunan, kesembuhan, jamahan Roh Kudus dan kasih karunia-Nya dalam berbagai cara dalam hidup kita, sekarang kita telah menjadi saksiNya. Jalan untuk dunia dapat mengenal betapa baiknya dan dahsyatnya Yesus yang kita kasihi adalah melalui kita. Kita adalah saksi-saksi Yesus.
Setiap orang percaya adalah saksiNya di dalam kehidupan sehari-hari, di kampus, di rumah, di pekerjaan dan di manapun kita berada. Kebanyakan kita akan menjadi saksi Yesus dalam kehidupan rutin kita sebagai pelajar, mahasiswa, karyawan, pengusaha atau dalam pekerjaan lain dan kita hidup dari penghasilannya. Tetapi ada orang-orang lain yang dipanggil Tuhan untuk menjadi saksi Yesus secara khusus dalam berbagai jenis pelayanan, baik secara lokal maupun sampai ke luar negeri. Orang-orang yang dipanggil secara khusus ini tidak mengerjakan apapun yang lain selain menunaikan tugas panggilannya sebagai saksi Yesus. Lalu dari mana dana penghasilan untuk menghidupi pelayan-pelayan itu? Rasul Paulus telah bertanya kepada jemaat Roma tentang mereka yang menjadi pengabdi full-time sebagai saksi Yesus di ladang misi ini:
“Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” Roma 10:13-15.

 

Memang indah pekerjaan misi dan menjadi saksi Yesus dalam pelayanan full-time. Tetapi seperti Paulus tegaskan, mereka tidak dapat melaksanakan pekerjaan mereka kalau tidak diutus. Orang yang diutus harus dibiayai, dan dibiayai dengan cukup supaya pekerjaan mereka efektif. Sering kali mereka dalam bahaya dan kelaparan. Sering mereka harus mengorbankan kepentingan diri supaya orang lain dapat mendengar Injil Yesus.

Saya sendiri lahir di pulau New Britain di Papua Nugini. Misionaris pertama ke pulau kelahiran saya adalah Sailasa Naucukidi, seorang Metodis dari Fiji. Pada tahun 1878 dia dibunuh dan dimakan oleh penduduk lokal. Thomas Baker, seorang misionaris ke Fiji juga dibunuh dan dimakan pada tahun 1867. Pada tahun 1834, Henry Lyman dan kawannya Samuel Munson, dua misionaris ke suku Batak, juga dibunuh dan dimakan. Sejarah misi penuh dengan hal-hal seperti ini. Saya menceritakannya kepada kita semua untuk menunjukkan kualitas para pengabdi yang bersedia melayani Yesus sebagai saksiNya di lokasi-lokasi yang sangat berbahaya. Karena itu, sangatlah layak dan pantas bagi kita untuk mendukung orang-orang seperti itu sepenuhnya. Dalam Kitab Ibrani dikatakan: ”Dunia ini tidak layak bagi mereka”, Ibrani 11:38.
Berikutnya, Rasul Paulus menegaskan kepada jemaat Korintus bahwa para pelayan itu harus didukung:
“Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri? Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya? Atau siapakah yang menggembalakan kawanan domba dan yang tidak minum susu domba itu? … pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya. …Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu”, 1 Korintus 9:7-12.

Mendukung mereka yang kita utus, termasuk dalam hal keuangan, adalah tanggung jawab kita semua. Kini, kita sedang men-support puluhan orang yang sedang melayani di medan misi. Support dana ini digunakan untuk biaya operasional, transportasi, dan berbagai keperluan para utusan misi ini. Memang, angka yang dibutuhkan untuk semua ini tidaklah kecil (misalnya: untuk keempat fokus misi Abbalove dan proyek-proyek misi yang sedang dilakukan, kebutuhan dana saat ini adalah setidaknya Rp. 583.000.000 setiap bulannya). Ini adalah tujuan dari BIT THE WORLD, yaitu men-support misionaris-misionaris kita sepenuhnya. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersamalah di dalam jemaat untuk bersama-sama memastikan agar kebutuhan dana ini tercukupi, demi kita melaksanakan fokus visi Amanat Agung. Nah, apa saja fokus misi Abbalove?

4 Fokus Misi Abbalove
Sesuai dengan Kisah 1:8, Abbalove memiliki empat fokus besar dalam pekerjaan misi:
1. Yerusalem – area lokal sekitar masing-masing Jemaat
2. Yudea – untuk Jakarta: seluruh wilayah Jabodetabek; untuk Bali-Lombok: seluruh NTT
3. Samaria – seluruh Indonesia
4. Ujung Bumi – wilayah di luar Indonesia.
Abbalove memiliki visi untuk memberkati keempat wilayah fokus itu dengan kasih Kristus, dan kita sudah memiliki rencana/strategi yang dijelaskan kepada jemaat di masing-masing lokasi, yang disertai dengan kesaksian-kesaksian tentang apa yang Tuhan sedang kerjakan di lokasi-lokasi ladang misi. Mari kita lihat lebih jelas, bagaimana peran investasi dana kita akan memungkinkan penyelenggaraan tugas Amanat Agung ini.

BIT 2014-2015
Periode BIT 2014-2015 telah dimulai dari tanggal 1 Juli dan akan berjalan sampai tanggal 30 Juni 2015. Seluruh jemaat perlu untuk menanggapi dengan serius seruan ini, agar kita tidak melalaikan tanggung jawab dan panggilan Amanat Agung yang mulia ini. Mari, bersama dengan seluruh anggota jemaat Abbalove, Anda dan saya berpartisipasi dan membuat komitmen support dana selama tahun 2014-2015 ini. Dana BIT THE WORLD ini 100% akan digunakan untuk mendukung pekerjaan misi.
Yang kita perlukan sebagai komitmen dasar untuk menjalankan semua program visi dan misi untuk tahun 2014-2015 adalah Rp.7M (atau Rp.583.000.000/bln), yang terbagi menjadi sbb:
Yerusalem : Rp 1.200.000.000
Yudea : Rp 350.000.000
Samaria : Rp 2.750.000.000
Ujung Bumi : Rp 2.000.000.000
Cadangan/Darurat : Rp 700.000.000

DANA PROYEK MISI BULANAN
Selain komitmen tahunan sesuai kebutuhan di atas, setiap jemaat lokal dihimbau mengadakan minggu misi tiap bulan di lokasinya masing-masing, misalnya di minggu ketiga atau minggu keempat. Tujuannya adalah supaya semua anggota dapat mengikuti perkembangan misi secara bergilir di Yerusalem, Yudea, Samaria dan di Ujung Bumi. Memang selain kebutuhan tetap tahunan, seringkali ada keperluan darurat atau keperluan mendadak sewaktu-waktu di masing-masing ladang misi. Bagaimana caranya membantu dan menjawab keperluan-keperluan itu? Di sinilah jemaat lokal dapat berperan lewat persembahan misi khusus, yang dapat dikumpulkan sebulan sekali di minggu misi itu. Ini dikumpulkan terpisah, bukan sebagai bagian dari komitmen tahunan di atas. Dana misi khusus ini secara bergilir akan mendukung berbagai keperluan proyek-proyek di keempat fokus misi kita.

Yang terakhir, Saudara-saudara, di tahun yang lalu ini ada banyak sekali kemajuan yang telah kami kabarkan dari lokasi-lokasi ladang misi, dan kita patut bersyukur atas semua itu. Agar perkembangan misi tetap tidak terhambat, mari kita melangkah dengan iman dan membuat komitmen investasi iman demi penggenapan Amanat Agung di generasi kita. Mari, bersama-sama bermitra dalam pekerjaan Bapa yang besar ini!

a.n. Apostolic Team Ministry
(Eddy Leo, Jeff Hammond, Lukas Winarno, Seno Widjaja, Sofjan Sutedja, Sumarno Kosasih)

2019-09-24T21:35:12+00:00