///Setia dengan hal-hal kecil pada Proses

Setia dengan hal-hal kecil pada Proses

Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” – Matius 25:23

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” – Lukas 16:10

 

Nama Bill Gates dan Paul Allen (Microsoft), Mark Zuckerberg (Facebook, WhatsApp, Instagram), Steve Jobs (Apple), Jeff Bezos (Amazon), atau Jack Ma (Alibaba) sudah menjadi amat populer di telinga kita saat ini karena kesuksesan mereka mengembangkan bisnis berbasis teknologi informasi. Selain itu, di pasar nasional ada juga nama-nama baru yang kini semakin berkibar mengembangkan bisnis berbasis aplikasi daring, misalnya Nadim Makariem (GoJek) dan William Tanuwijaya (Tokopedia). Kerajaan bisnis mereka memang belum sebesar milik pebisnis raksasa sukses lainnya yang telah menjadi konglemerat lintas generasi, tetapi mereka semua menjadi besar dengan cara yang sama; bekerja giat dari skala kecil, bahkan kebanyakan memulainya dari nol.

Orang-orang sukses itu mempraktikkan kesetiaan dalam perjuangan hidup dengan tekun menapaki keberhasilan setahap demi setahap, bukan mendadak menjadi besar dan meraksasa. Setiap hari mereka melangkah satu langkah ke depan, besok satu langkah lagi ke depan, dan demikian seterusnya dengan setia. Keberhasilan kecil di hari kemarin dipertahankan, diperbesar, dan dilipatgandakan pada hari-hari berikutnya. Kegagalan hari kemarin dijadikan pelajaran berharga untuk tidak dilakukan kembali pada hari ini dan besok. Intinya, mereka adalah orang-orang yang setia dengan setiap hal kecil pada proses meniti jalan kesuksesan; karena memang tidak ada sukses dalam karier atau bisnis yang terjadi secara instan. Semuanya perlu proses dan harus ditekuni dengan tekad yang kuat.

Jika Anda sedang meniti jalan kesuksesan juga dalam bidang karier/pekerjaan atau bisnis, Anda perlu bertekun dan setia dengan segala hal kecil pada proses di tiga area berikut:

  1. keterampilan/keahlian profesional tertentu, yang terus dipertajam dan dikembangkan hingga menjadi keunggulan khusus (sesuaikan dengan bidang profesi Anda – misalnya jika Anda seorang tenaga pemasaran, Anda harus unggul dalam strategi marketing, digital marketing, dsb)
  2. keterampilan diri dalam hal soft skills, misalnya manajemen, kekemimpinan, komunikasi, pemecahan masalah, dsb.
  3. cara pikir yang sehat/benar dan karakter serta perilaku yang baik, misalnya ketahanan pribadi terhadap kesulitan, integritas, kejujuran, daya kooperatif, dsb.

Mengembangkan diri hingga sukses di ketiga area ini, sekali lagi, tidak mungkin dilakukan dalam waktu singkat. Perlu waktu lebih dari sekadar beberapa bulan atau 1-2 tahun untuk Anda melewati proses yang tak berhenti dalam membangun dan melatih kompetensi yang unggul hingga siap bersaing. Karenanya, kunci utamanya ialah sikap setia dengan setiap hal kecil pada proses ini. Lalu, apa saja hal-hal praktis yang bisa kita praktikkan sebagai bentuk kesetiaan ini?

  1. Setia menyusun perencanaan dan target yang jelas
  • Tidak ada pekerjaan yang tidak memerlukan target. Selalu tetapkan target pencapaian pada tiap pekerjaan Anda; jika perlu, susun strategi yang mendetail, matang, dan kreatif untuk pencapaiannya.
  • Sesuaikan target Anda dengan kemampuan diri, jangan sampai target dipasang terlalu tinggi sehingga Anda tidak mampu untuk mencapainya meskipun usaha yang sudah dilakukan maksimal dan cukup menguras tenaga serta pikiran. Sebaliknya, jangan pula memasang target yang terlalu rendah sehingga Anda tidak tertantang atau tidak perlu berusaha untuk mencapainya, sehingga Anda menjadi kehilangan motivasi/semangat.
  1. Setia membuat jadwal yang jelas untuk segala aktivitas (dalam bekerja dan kehidupan pribadi)
  • Sebelum Anda memulai hari Anda dengan berbagai aktivitas, tulislah daftar hal yang akan Anda lakukan hari ini dan berikan urutan prioritas pelaksanaanya. Ini bisa juga dilakukan dan diperiksa kembali secara berkala, misalnya setiap minggu.
  • Selanjutnya, susunlah jadwal pelaksanaan masing-masing hal dari daftar itu, lalu lakukan berdasarkan jadwal yang telah disusun dan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
  1. Setia mengelola waktu
  • Kelola waktu Anda dengan efektif. Kurangi aktivitas tak bermanfaat yang sifatnya membuang-buang waktu untuk hal yang tidak perlu. Hentikan berbagai kebiasaan yang tidak mendukung pencapaian target Anda, terutama yang sama sekali tidak membawa kebaikan bagi diri Anda sendiri. Belajarlah menolak dengan halus tetapi tegas ketika ada ajakan yang tak bermanfaat, dan kurangi waktu berlama-lama berkeliaran di media sosial atau internet tanpa manfaat jelas untuk target Anda.
  • Mulailah memilih dan melakukan aktivitas lainnya yang lebih bermanfaat sehingga waktu tidak terbuang dengan percuma saja, seperti belajar hal-hal baru, berlatih dalam keterampilan atau keahlian Anda.
  1. Setia belajar hal baru senantiasa
  • Penting bagi Anda untuk mempelajari hal yang baru yang memberi kontribusi pada kesuksesan Anda. Temukan hal baru apa yang mendukung pencapaian target Anda yang masih perlu Anda pelajari, dan mulailah mempelajarinya.
  • Tentukan untuk setiap jangka waktu tertentu (misalnya, setiap minggu, setiap bulan, atau setiap tahun) apa yang mau Anda baca, yang mau Anda pelajari, yang mau Anda latih. Anda bisa mengikuti kegiatan webinar/e-learning atau berbagai ikut seminar/pelatihan yang sesuai pula. Investasikan dana, waktu, dan konsentrasi Anda untuk hal ini.
  1. Setia mencatat ide-ide baru
  • Ide brilian di pikiran sering muncul tiba-tiba, misalnya dalam perjalanan berkendara, mengantre di restoran atau bioskop, bahkan di dalam kamar kecil. Mencatat setiap ide dan rencana tindakan yang muncul spontan sebelum Anda lupa bisa membuka berbagai peluang. Biasakan dan disiplinkan diri Anda untuk melakukan hal ini.
  • Untuk membantu memudahkan prosesnya, selalu sediakan alat-alat yang tepat: buku catatan kecil dan pulpen atau aplikasi catatan/jurnal/agenda di ponsel, misalnya. Dengan demikian, Anda tidak lagi terbiasa beralasan “lupa” karena tidak langsung mencatat.
  1. Setia mengatur area kerja
  • Bekerja di area yang teratur akan membuat Anda lebih semangat dan membangun energi positif. Sebaliknya, area kerja yang berantakan justru membuat kita malas, sulit berkonsentrasi, dan cepat lelah. Tentukan pengaturan yang sesuai untuk konteks pekerjaan Anda dan rajinlah mengatur dan menjaga pengaturan ini tetap tidak terganggu di area kerja Anda.
  • Usahakan untuk membiasakan diri membereskan area kerja (meja, kubikel, ruangan, bengkel, dsb sesuai konteks pekerjaan Anda) menjelang waktu selesai bekerja. Ini membantu Anda untuk lebih siap mulai bekerja tanpa terganggu di awal waktu kerja berikutnya.
  1. Setia membangun hubungan
  • Tidak ada orang yang sanggup sukses sendirian. Karena itu, jangan lupa dan jangan abaikan untuk membangun jejaring yang positif dengan siapa pun dalam konteks pekerjaan/usaha Anda. Setialah membangun hubungan di organisasi profesi, komunitas teman-teman alumni kuliah, dsb.

Ingat, semakin luas jejaring Anda, semakin “kaya” pula pertemanan Anda.

  • Jika Anda berkepribadian introvert, latih diri Anda keluar dari zona nyaman secara bertahap, dan mulai perbesar jejaring Anda sambil memanfaatkan kekuatan Anda untuk memelihara hubungan berkualitas dengan orang-orang kunci dalam jejaring itu.
  1. Setia berhubungan dengan Tuhan
  • Pastikan Anda selalu mengucap syukur dan berdoa sebelum memulai rutinitas atau aktivitas kerja dan usaha apa pun. Anda tidak mungkin bertumbuh dan sukses tanpa Tuhan; Anda membutuhkan tuntunan Tuhan untuk segala sesuatu.
  • Terbiasa berdoa dan mengucap syukur membangun hubungan persahabatan yang semakin akrab antara diri Anda dengan Tuhan. Ini akan membantu Anda lebih termotivasi, berenergi, serta terarah dalam bekerja dan berusaha.

 

Setia dengan hal-hal kecil melewati proses adalah bagaikan membangun sebuah bangunan, yaitu menyusun satu bata demi satu bata hingga bangunan sukses berdiri dan siap digunakan. Ini sesuai dengan Firman Tuhan di Lukas 16:10, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” Mari kita mempraktikkan dan menuai hasilnya!

2019-10-11T10:21:58+07:00