///Setia memberitakan Injil Kerajaan sampai akhir

Setia memberitakan Injil Kerajaan sampai akhir

Saat itu Paulus dipenjara di kota Roma, dan dia cukup merasa kesepian. Apalagi ketika dia teringat akan orang-orang yang telah meninggalkannya, sedangkan pekerja-pekerja lainnya termasuk Timotius sedang berada dalam tugas pelayanan. Karena itu, Paulus teringat betapa berartinya Timotius sebagai teman sekerja serta anak rohani yang begitu penting bagi dia. Saat itu pula, ancaman-ancaman ajaran sesat masih sangat banyak, sedangkan Paulus merasa bahwa dia segera akan mati. Paulus berharap Timotius mengunjunginya sebelum kematiannya. Itulah yang menjadi latar belakang penulisan surat ini.

Surat 2 Timotius adalah surat terakhir yang ditulis Paulus sebelum kematiannya. Di dalam surat inilah Paulus memberikan nasihat-nasihat terakhirnya kepada Timotius dan surat ini sangat sarat berisi prinsip-prinsip hidup Paulus yang yang dipesankan kepada Timotius, agar Timotius dapat meneruskan pelayanan Paulus. Dari nasihat-nasihat Paulus itu, kita dapat melihat tema utama surat ini.

“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah,tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!” (2 Tim. 4:2, 5 TB).

TEMA-TEMA KUNCI
1. Penderitaan adalah bagian dari pengalaman orang Kristen (2 Tim. 1:8, 12; 2:3, 9; 3:11–12; 4:5, 14–18)
2. Respons orang Kristen yang benar terhadap penderitaan adalah dengan iman yang kokoh yang diteguhkan oleh kuasa Tuhan (2 Tim. 1:8; 2:1, 11–13; 4:1–8).
3. Injil adalah dasar kekuatan orang Kristen untuk bertahan dalam penderitaan (2 Tim. 1:9–11; 2:8–10)
4. Kitab suci mempunyai kuasa untuk menyelamatkan dan menjaga orang Kristen (2 Tim. 2:15; 3:15–17; 4:1–2)
5. Orang percaya sejati akan bertekun dalam iman. Tidak setia (murtad) adalah bukti ketidaksejatian iman orang yang bersangkutan (2 Tim. 2:11–13, 19; 3:14; 4:7, 10)
6. Pengajaran sesat sangatlah berbahaya dan harus ditindak dengan tegas (2 Tim. 2:16–18, 23–26; 3:1–9; 4:3–5)

GARIS BESAR ISI
1. Pembukaan (2 Tim. 1:1–2)

2. Penderitaan untuk Injil (2 Tim. 1:3–2:13)

a. Kenangan akan Timotius dan iman neneknya (2 Tim. 1:3-5)
b. Nasihat untuk mengobarkan karunia-karunia (2 Tim. 1:6-7)
c. Jangan malu bersaksi dan menderita karena Injil (2 Tim. 1:8-10)
d. Teladan Paulus dalam kuasa Injil (2 Tim. 1:11-12)
e. Nasihat untuk memelihara ajaran yang sehat (2 Tim. 1:13-14)
f. Orang-orang yang setia dan yang tidak setia dalam pelayanan (2 Tim. 1:15-18)
g. Pelipatgandaan (2 Tim. 2:1-2)
h. Disiplin-disiplin rohani seorang murid (2 Tim. 2:3-7)
i. Sabar menderita demi orang-orang pilihan Allah (2 Tim. 2:8-10)
j. Orang pilihan pasti setia sampai akhir (2 Tim. 2:11-13)

3. Penanganan/penindakan terhadap guru-guru palsu (2 Tim. 2:14–3:9)

a. Jangan mengacaukan jemaat dengan perkataan yang merusak (2 Tim. 2:14-18)
b. Tanda-tanda orang kepunyaan Allah (2 Tim. 2:19-22)
c. Sikap Timotius sebagai hamba Tuhan (2 Tim. 2:23-26)
d. Nubuat tentang keadaan manusia pada akhir zaman (2 Tim. 3:1-9)

4. Perbandingan Timotius dengan guru-guru palsu (2 Tim. 3:10–4:8)

a. Timotius meneladani bapa rohaninya (2 Tim. 3:10)
b. Timotius menderita aniaya karena ibadah (2 Tim. 3:11-13)
c. Timotius berpegang pada kebenaran (2 Tim. 3:14)
d. Timotius harus terus mengenal kitab suci (2 Tim. 3:15-17)
e. Timotius harus siap selalu memberitakan Firman (2 Tim. 4:1-4)
f. Timotius harus menunaikan tugas pelayanannya (2 Tim. 4:5)
g. Timotius harus mengingat teladan Paulus dalam menghadapi kematiannya (2 Tim. 4:6-8)

5. Kesimpulan dan penutup (2 Tim. 4:9–22)

 

2019-10-12T10:51:44+07:00