///Strategi Membangun Loyalitas Pekerja Generasi Z

Strategi Membangun Loyalitas Pekerja Generasi Z

“Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan,tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.” – Amsal 15:22

Generasi Z adalah orang-orang kelahiran tahun 1997 hingga 2012, yang pada tahun 2024 ini banyak yang berusia 20-an tahun dan menjadi bagian penting dalam angkatan kerja. Mereka adalah generasi yang tumbuh di era digital, memiliki akses informasi yang melimpah, dan berminat pada karier yang bermakna serta lingkungan kerja yang dinamis lebih daripada nilai atau besaran gaji, meskipun gaji tetaplah penting bagi mereka. Dari karakteristik itu, hal yang sering kali menjadi perhatian para pemimpin perusahaan adalah tingkat loyalitas mereka terhadap pekerjaan. Generasi Z memang memiliki kecenderungan mudah berpindah pekerjaan dan loyalitas yang relatif rendah, dan itulah tantangan yang dihadapi oleh para pemimpin bisnis di era modern ini. Dalam artikel ini, kita akan melihat bagaimana memahami dan menyikapinya.

 

Ciri Khas Pekerja Generasi Z

  1. Senantiasa terhubung secara digital: Generasi Z tumbuh di era internet dan terbiasa menggunakan perangkat elektronik (gadget) berteknologi modern. Karena penggunaannya yang intensif dalam kehidupan sehari-hari, gadget merupakan media bagi generasi Z untuk senantiasa terhubung secara digital dengan dunia.
  2. Berorientasi pada makna: Berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya yang mengalami kekurangan dan kelangkaan sumber daya secara meluas, mayoritas generasi Z hidup di era yang relative lebih mudah dan nyaman. Alhasil, mereka cenderung mencari pekerjaan bukan sekadar sebagai sumber penghasilan, melainkan juga mencari makna dan tujuan yang lebih besar bagi hidup mereka.
  3. Selalu ingin berkembang: Paparan informasi global yang tanpa henti membuat generasi Z selalu memiliki acuan baru dalam hal tujuan dan target. Setelah setiap pencapaian, mereka biasanya segera menemukan sesuatu yang lebih yang layak untuk dikejar, sehingga mereka memiliki hasrat yang kuat untuk terus belajar dan mengembangkan diri, baik secara personal maupun profesional.
  4. Cenderung melibatkan diri dalam aksi atau upaya yang relevan: Generasi Z memiliki minat pada isu-isu atau bidang-bidang tertentu yang mereka masing-masing anggap penting, dan mereka selalu siap serta ingin untuk terlibat dalam berbagai aksi atau upaya kolaboratif dalam isu atau bidang tersebut. Mentalitas terlibat dan kolaboratif ini juga tampak dalam mereka bekerja.
  5. Menghargai keseimbangan hidup: Pemahaman dan wawasan yang luas oleh informasi yang membanjir membuat generasi Z melek akan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan diri. Karena itu, mereka menghargai dan menekankan pentingnya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan karier, serta mengingini fleksibilitas dalam bekerja.
  6. Peduli pada isu-isu sosial dan lingkungan: Lagi-lagi karena faktor informasi global yang selalu mudah dan cepat diakses, generasi Z cenderung peduli akan isu-isu yang lebih besar dan “jauh” daripada realitas keseharian mereka sendiri, terutama isu sosial (hal-hal yang baik dan buruk pada masyarakat) dan isu lingkungan (kelestarian bumi dan sumber daya alam bagi kelangsungan hidup umat manusia). Dalam konteks pekerjaan, semua itu membuat mereka peduli pada isu-isu keberlanjutan, kesetaraan, dan tanggung jawab sosial perusahaan.

 

Strategi Membangun Loyalitas Generasi Z

  1. Ciptakan lingkungan kerja yang bermakna

Karena pentingnya makna dan tujuan bagi generasi Z dalam pekerjaan mereka, penting pula bagi para pemimpin untuk berstrategi menciptakan lingkungan kerja yang bermakna dan selaras dengan nilai-nilai serta aspirasi generasi Z. Lakukan dengan:

  • memberikan kesempatan untuk berkontribusi pada proyek-proyek yang berdampak positif nyata bagi masyarakat dan lingkungan;
  • menanamkan sense of purpose (kesadaran akan tujuan) dalam pekerjaan, bahkan tanggung jawab spesifik mereka dalam pekerjaan itu, sehingga mereka memahami makna dan tujuan yang lebih besar dalam pekerjaan;
  • menghubungkan pekerjaan mereka dengan tujuan dan misi perusahaan secara keseluruhan.

 

  1. Tawarkan peluang pengembangan diri

Generasi Z memiliki hasrat yang kuat untuk terus belajar dan berkembang. Maka, para pemimpin perlu menawarkan peluang pengembangan diri yang menarik bagi mereka. Lakukan dengan:

  • menyediakan program pelatihan dan pengembangan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan tren industri;
  • memberikan tantangan dan proyek-proyek yang menantang untuk mengeksplorasi potensi diri mereka;
  • memfasilitasi peluang untuk mereka berpartisipasi dalam program pelatihan atau belajar (mentoring, coaching, dan sebagainya) dari senior atau pakar yang berpengalaman.

 

  1. Bangun budaya kolaboratif dan keterlibatan

Generasi Z menghargai lingkungan kerja yang kolaboratif dan melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan. Strategi ini berarti pemimpin membangun rasa kepemilikan dan loyalitas pekerja generasi Z terhadap perusahaan. Lakukan dengan:

  • mendorong kolaborasi dan kerja tim yang efektif melalui proyek-proyek lintas departemen atau lintas fungsi;
  • melibatkan generasi Z dalam proses pengambilan keputusan yang relevan dengan pekerjaan atau sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawab proyek mereka;
  • menciptakan ruang untuk berbagi ide dan memberikan masukan yang terbuka lintas fungsi dan level jabatan.

 

  1. Terapkan fleksibilitas kerja dan keleluasaan dalam hal keseimbangan hidup

Generasi Z sangat menghargai keseimbangan antara kehidupan pribadi dan karier. Karena itu, para pemimpin perlu berstrategi menerapkan fleksibilitas dalam pengaturan kerja dan mempromosikan budaya kerja yang sehat, yang meciptakan keleluasaan bagi pekerja generasi Z untuk mengatur keseimbangan hidup. Lakukan dengan:

  • mengizinkan opsi kerja jarak jauh atau jadwal kerja fleksibel tanpa menuntut cara atau jadwal tertentu secara kaku, sejauh memungkinkan menurut kondisi dan kebutuhan perusahaan;
  • menyediakan program kesejahteraan pekerja yang mendukung keseimbangan hidup, seperti fasilitas olahraga, konseling, atau kegiatan sosial;
  • mendorong pekerja untuk mengambil cuti secara teratur dan menghargai waktu pribadi mereka tanpa mengusiknya untuk keperluan kerja.

 

  1. Tunjukkan komitmen perusahaan pada keberlanjutan dan tanggung jawab sosial

Generasi Z sangat peduli pada isu-isu seperti keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan strategi menunjukkan komitmen pada aspek-aspek ini, para pemimpin dapat membangun loyalitas pekerja generasi Z. Lakukan dengan:

  • mengembangkan dan mengomunikasikan inisiatif keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan secara jelas dan teratur;
  • melibatkan generasi Z dalam kegiatan sosial atau program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan perusahaan;
  • menerapkan praktik-praktik bisnis yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial.

 

  1. Berikan umpan balik dan pengakuan secara konstan

Generasi Z sangat mengharapkan umpan balik dan pengakuan atas kontribusi mereka dalam pekerjaan. Para pemimpin harus berstrategi untuk memberikan umpan balik yang konstruktif dan pengakuan yang tepat waktu, secara konstan, bukan hanya pada momen besar perusahaan. Lakukan dengan:

  • melakukan sesi umpan balik rutin, baik formal maupun informal, untuk membahas kinerja dan perkembangan mereka;
  • memberikan penghargaan atau apresiasi atas pencapaian dan kontribusi mereka, baik secara individu maupun tim;
  • menciptakan budaya perusahaan yang menormalkan umpan balik dan pengakuan.

 

Contoh Kisah Sukses Penerapannya oleh Perusahaan di Indonesia

  1. Gojek

Sebagai perusahaan teknologi terdepan saat ini di Indonesia, Gojek telah berhasil menarik dan mempertahankan loyalitas banyak talenta generasi Z. Perusahaan ini menawarkan budaya kerja yang dinamis, peluang pengembangan diri yang luas, dan lingkungan kerja yang kolaboratif. Selain itu, Gojek juga memiliki program tanggung jawab sosial dan keberlanjutan yang kuat, selaras dengan nilai-nilai generasi Z.

  1. Unilever Indonesia

Unilever Indonesia dikenal sebagai perusahaan yang ramah terhadap generasi Z. Mereka menawarkan program pengembangan diri yang inovatif, termasuk program mentoring dan pelatihan digital. Perusahaan ini juga memiliki komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial, yang sering menjadi salah satu prioritas generasi Z.

  1. Bank Mandiri

Di era modern ini, Bank Mandiri telah melakukan transformasi digital yang signifikan, yang menjadikannya tempat kerja yang menarik bagi generasi Z. Perusahaan ini menawarkan peluang pengembangan diri yang kuat di bidang teknologi, khususnya digital banking. Selain itu, Bank Mandiri juga memiliki program fasilitasi keseimbangan hidup yang baik, seperti opsi kerja jarak jauh dan fasilitas kesejahteraan pekerja yang komprehensif.

  1. Indofood

Indofood CBP Sukses Makmur adalah salah satu pemain utama di industri makanan dan minuman di Indonesia, yang telah berhasil membangun loyalitas generasi Z dengan menciptakan lingkungan kerja yang bermakna. Perusahaan ini terlibat dalam berbagai program tanggung jawab sosial dan mendorong para pekerjanya untuk berpartisipasi langsung dalam kegiatan sosial dan lingkungan.

 

Memimpin generasi Z di lingkungan kerja membutuhkan pendekatan yang berbeda dan inovatif, apalagi untuk membangun dan mempertahankan loyalitasnya. Kita semua yang dipercaya untuk memimpin generasi yang sangat potensial dan yang akan menerima tongkat estafet kepemimpinan di masa depan ini perlu giat belajar, mengamati, dan menerima banyak nasihat untuk beradaptasi dalam kepemimpinan agar efektif dalam memimpin mereka. Firman Tuhan di Amsal 15:22 telah mengingatkan kita akan hal tersebut, “Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.” Mari kita setia melakukan bagian kita.

2024-03-27T11:08:01+07:00