//Sudah Belajar Hari Ini?

Sudah Belajar Hari Ini?

Hampir setiap orang pernah terjebak dalam rutinitas keseharian, mungkin tidak jarang terasa bosan dan jenuh karena setiap hari berlalu seperti roda berputar saja.  Hal ini pun bisa terjadi pada kerohanian kita. Saat teduh, doa, baca Firman, dan ibadah dilakukan karena sekadar rutinitas, yang akhirnya membuat kita kehilangan esensinya. Ayat-ayat Firman dan perkataan kebenaran pun menjadi slogan belaka yang tidak lagi bermakna. Tahun ini kita sedang berfokus secara khusus agar bersama-sama hidup dan berbuah dalam Kerajaan Allah. Ini tentunya tidak bisa terjadi jika kita sedang tenggelam dalam kejenuhan rohani. Untuk keluar dari kejenuhan rohani, bahkan juga kejenuhan dalam area-area hidup lainnya, apa yang harus kita lakukan?

Kita akan tertarik dengan sebuah permainan jika permainan tersebut menantang kita untuk menyelesaikannya. Ada suatu kepuasan tersendiri jika kita dapat menyelesaikan setiap level yang semakin tinggi tingkat kesulitannya, walaupun harus mencoba berulang kali. Jika levelnya tetap di situ-situ saja, permainan tersebut tidak akan lama diminati. Level yang baru akan memberikan tantangan dan upah yang baru.

Jadi, untuk menjadikan hari-hari kita menarik perlu ada sesuatu hal yang baru! Ya, hal baru membuat naluri kita antusias dan hari-hari kita lebih berwarna dengan cerita. Begitu juga, suatu pembelajaran baru dalam hal kerohanian membuat kita antusias untuk menjalani kehidupan sehari-hari kita. Suatu pembelajaran dikatakan baru jika kita belum pernah mengalami atau lulus di dalamnya, dan inilah aspek kehidupan kita sebagai orang percaya yang tidak pernah berakhir: belajar.

Belajar membuat kita bertumbuh

Seorang anak dikatakan bertumbuh dengan baik jika ia mengalami perubahan di setiap fase. Tanpa mengalami perubahan yang meningkat dalam perkembangannya, anak itu disebut “tidak normal”. Pertumbuhan fisik ini memiliki hukum yang sama dengan pertumbuhan rohani setiap individu. Yuk, cek kembali kondisi diri dan kerohanian kita, apakah kita bertumbuh dengan baik atau sebaliknya, terjebak dalam ketidaknormalan?

Kita semua terlahir, baik secara fisik maupun secara rohani, dalam posisi nol: tidak tahu apa-apa dan tidak bisa apa-apa. Syukurlah, meski tidak otomatis langsung pintar dan hebat, kita dianugerahi oleh Tuhan dengan kapasitas untuk terus berkembang. Sama seperti dulu kita belajar berjalan, merangkak, dan berbicara, sekarang pun kita harus terus belajar. Khususnya dalam hal rohani, tidak ada cara lain untuk bertumbuh selain dengan terus belajar dari dan melalui Firman Tuhan (2 Tim. 3:16). Apalagi, kebenaran FirmanNya tidak pernah akan habis untuk dipelajari (Rat. 3:23).

Saat ini, mungkin Anda “terpaksa” mempelajari suatu keterampilan baru atau pengetahuan tertentu. Mungkin juga, Anda berhadapan dengan situasi-situasi atau orang-orang sulit yang membuat Anda belajar secara mental dan secara rohani. Pahamilah bahwa setiap kejadian yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita bukan dimaksudkan untuk membuat kita terpuruk, tetapi justru untuk melatih kita dan membuat kita bertumbuh semakin dewasa.

Belajar membawa kita untuk semakin serupa dengan Kristus

Menjadi Kristen bukan hanya berarti menerima keselamatan, tetapi justru menjadi semakin serupa dengan Kristus sendiri. Inilah yang terjadi jika kita terus-menerus bertumbuh! Dengan merelakan diri belajar dari dan lewat Firman Tuhan, ini berarti kita berlatih menghidupi kebenaran Firman Tuhan dan memenuhi apa yang Tuhan kehendaki. Hasilnya, secara otomatis kita terus diperbaharui dalam keserupaan dengan Kristus (Rm. 8:29). Kristus adalah sempurna. Ia bukan hanya Maha Kudus, tetapi juga Maha Baik, Maka Cerdas, Maha Mampu, Maha Sehat, dan Maha Segala-galanya. Senantiasa belajar akan membawa kita semakin “naik level” dalam masing-masing aspek kesempurnaan Kristus itu, sesuai dengan topik pembelajaran yang sedang Ia berikan untuk diri kita.

Belajar menjadikan kita berkat dan teladan bagi orang lain

Meskipun belajar harus dilakukan dari sumber Firman Tuhan, kita akan lebih terbantu dalam mempraktikkan suatu kebenaran jika melihat seorang yang telah melewati atau terlebih dahulu melakukan kebenaran-kebenaran itu. Manusia membutuhkan inspirasi dan teladan dari sesamanya, karena memang manusia diciptakan untuk hidup dalam komunitas (sesuai dengan gambar Allah sendiri yang berkomunitas dalam ketritunggalanNya). Hal ini berarti sebaliknya pula. Dengan kita bertumbuh mempraktikkan kebenaran, dengan atau tanpa disadari, kita akan menjadi teladan dan inspirasi bagi mereka yang membutuhkan pembelajaran itu.

Ketika hidup kita terus belajar, kita akan bertumbuh. Dalam proses pertumbuhan itu, kita terus berubah menjadi semakin serupa Kristus.  Ketika itulah, kita menjadi contoh nyata bahwa Firman itu hidup dan mengubahkan, dan teladan atau inspirasi ini akan menjadi berkat yang juga mengubahkan bagi kehidupan orang lain di sekitar kita.

Jadi, mari kita terus belajar, demi diri sendiri dan demi orang-orang yang Tuhan percayakan di sekeliling kita, sampai rupa Kristus yang sempurna itu semakin nyata dalam hidup kita.

2019-10-17T12:31:11+07:00