//Surat I dan II Petrus

Surat I dan II Petrus

Surat Petrus menunjukkan berbagai segi kehidupan kita dan menganjurkan kita hidup sesuai dengan panggilan kita dalam kekudusan di tengah percobaan dan aniaya.

Kita dipanggil untuk hidup sebagai anak-anak Tuhan yang taat. Karena itu kita perlu hidup kudus, dengan kesadaran bahwa kita telah ditebus oleh darah Kristus dan dilahirkan kembali oleh benih Firman Allah serta menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada akhir zaman. Jadi biarlah kita bersukacita walaupun mengalami pencobaan dan ujian. Kita hidup kudus dan taat kepada kebenaran dengan mengamalkan kasih persaudaraan (I Petrus 1).

Sebagai bayi yang baru lahir kita selalu ingin susu, demikian pula apabila kita lahir baru, kita perlu Firman supaya bertumbuh dan beroleh keselamatan. Dan dengan itu kita membuang segala kejahatan. (1Pe 2:1-3)

Sebagai batu-batu  yang hidup kita dibangun bersama sebagai rumah rohani. Dalam rumah rohani itu, Kristus adalah batu penjuru,  walaupun Ia dibuang dan ditolak oleh manusia Ia tetap dipilih oleh Allah sebagai batu terpilih, batu penjuru yang mahal
(I Petrus 2:4-7).

Sebagai umat Tuhan kita menjadi bangsa terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus untuk memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar serta memuji dan menyembah Tuhan (I Petrus 2:8-10).

Sebagai pendatang dan perantau di dunia ini, kita harus hidup menjauhkan diri dari keinginan daging dan miliki hidup yang baik sebagai kesaksian hidup. (1Pe 2:11-12)

Sebagai orang merdeka kita tetap hidup sebagai hamba Allah. Kita tunduk kepada pemerintahan supaya dengan berbuat baik kita membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh. (I Petrus 2:13-17)

Kita hidup juga dalam kasih karunia sebagai orang yang menderita karena Kristus. Kristus adalah teladan yang menderita bagi kita. Dia masuk dunia alam maut bagi kita. Karena itu kita juga harus rela menderita dan tidak hidup untuk kedagingan tetapi untuk kehendak Allah. Jangan kita hidup dalam kejahatan (I Petrus 2:18-3:7).

Kita dipanggil sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. Akhir zaman dan kesudahan segala sesuatu sudah dekat, oleh karena itu kita perlu menjadi serius dan berjaga-jagalah dengan berdoa dan saling melayani.  Kita juga dipanggil untuk menyampaikan Firman Allah dan melayani supaya Yesus Kristus dipermuliakan (I Petrus 4:7-11).

Sebagai orang Kristen, tidak heran apabila datang waktu dimana kita mengalami nyala api siksaan, tetapi kita tahu bahwa semua itu adalah bagian dari penderitaan Kristus. Jadi janganlah kita merasa malu melainkan bersukacita dalam segala kesusahan. Penghakiman mulai di rumah Tuhan. (I Petrus 4:12-19)

Dalam surat Petrus juga ada tertulis nasehat untuk berbagai kelompok dalam jemaat.

Hamba-hamba dinasihati untuk tunduk kepada tuannya, bukan hanya kepada yang baik tetapi juga kepada yang bengis. Jika kita tetap dapat berbuat baik dan menderita, itulah tanda kita mengikuti jejaknya Kristus. (I Petrus 2:18-25)

Isteri-isteri dipanggil untuk tunduk kepada suaminya, hidup murni dan saleh, dengan perhiasan roh yang lemah lembut dan tenteram seperti perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah (I Petrus 3:1-7).
Suami-suami  dipanggil untuk menghormati isterinya sebagai teman pewaris dari kasih karunia. (I Petrus 3:7)

Penatua diajak untuk menggembalakan kawanan domba Allah dengan sukarela bukan dengan paksa, bukan demi uang, bukan untuk memerintah, melainkan sebagai teladan. Waktu Gembala Agung datang mereka akan menerima pahalanya.
Orang muda dipanggil tunduk kepada yang tua. Semua dipanggil untuk saling merendahkan diri satu kepada yang lain.
Ingatlah, lawan kita semua adalah Iblis. Sesudah semua penderitaan dan perlawanan, kita akan dilengkapi, diteguhkan, dikuatkan dan dikokohkan. “Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.” (I Petrus 5)

 

Surat II Petrus

Surat II Petrus ditujukan kepada orang yang sama dalam seperti dalam I Petrus, yaitu orang Yahudi yang percaya di daerah Asia Kecil, yaitu mereka yang memperoleh iman karena Kristus. Kita diingatkan tentang janji-janji yang besar.

Surat II Petrus mirip dengan II Timotius.  Petrus dan Paulus sebagai penulis, mengenal bahwa kematian sudah dekat, bahwa jemaat Kristus akan mengalami kesesatan dan kemurtadan, tetapi mereka tetap bersukacita karena iman kepada Kristus.

Tujuan Surat II Petrus adalah memberi peringatan terhadap nabi-nabi dan guru-guru yang palsu, khususnya yang berhubungan dengan kedatangan Tuhan kembali.

Petrus memanggil orang yang percaya supaya semakin teguh dalam panggilan dan pilihannya. Dalam menghadapi penyesatan yang akan terjadi pada akhir zaman, ada beberapa kunci. Kunci pertama didasarkan atas janji-janji yang berharga dan sangat besar, yaitu firman yang sudah disampaikan oleh nabi-nabi, pelita yang bercahaya dalam gelap. Kunci kedua didasarkan usaha kita sekarang dalam menambahkan kepada iman kita, kebaikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara dan kasih kepada semua orang. Kunci ketiga, adalah pengharapan masa depan, yaitu pengharapan atas kedatangan Tuhan sebagai raja di mana kita akan masuk Kerajaan kekal ( II Petrus 1).

Sama seperti zaman dahulu, nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu akan membawa pengajaran sesat. Ada tiga zaman di mana ada penyesatan besar, yaitu waktu malaikat-malaikat berbuat dosa dan dilemparkan kepada neraka, waktu dunia purba dilanda air bah pada zaman Nuh dan  waktu Sodom dan Gomora dimusnahkan dengan api. Dalam tiga zaman itu ada keselamatan. Ada malaikat yang tidak disesatkan, ada Nuh dan tujuh orang lain yang diselamatkan dari air bah dan ada Lot yang diselamatkan dari kebinasaan dengan api. Dengan itu kita tahu bahwa Tuhan menyelamatkan orang saleh dari pencobaan. Tetapi guru palsu itu akan dihukum. Tanda guru palsu adalah bahwa mereka penghujat, pemabuk, pezinah dan  orang yang berserakah. Mereka seperti Bileam yang cinta uang dan menjadi hamba kebinasaan. Pasal itu mengandung peringatan keras terhadap orang yang kembali ke hawa nafsu, kedagingan dan dunia (II Petrus 2).

Dalam Surat II Petrus pasal ketiga, Petrus hendak mengingat kita akan perkataan nabi-nabi dalam Perjanjian Lama dan akan perkataan Tuhan Yesus sendiri. Kita diperingatkan bahwa pada akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek. Tiga hal menjadi pokok pengejekan itu: penciptaan langit dan bumi, air bah pada zaman Nuh dan kebinasaan yang pasti akan menimpa manusia fasik, juga langit dan bumi. Kita diingatkan juga bahwa satu hari Tuhan sama seperti seribu tahun. Karena itu kita perlu menantikan kedatangan-Nya supaya tak bercacat, tak bernoda dan sempurna pada kedatangan-Nya (II Petrus 3).

Demikian Surat-surat Petrus menjadi dorongan bagi kita untuk selalu waspada dan bertumbuh dalam kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus.

2020-04-22T14:21:16+07:00