///Tahun Pembangunan, Pengutusan, dan Penerobosan

Tahun Pembangunan, Pengutusan, dan Penerobosan

Selamat tahun baru! Kita baru saja memasuki tahun yang baru. Banyak pakar dan pelaku kegerakan misi berkata bahwa kita sebenarnya sedang memasuki dekade terakhir sebelum batas penyelesaian Amanat Agung, yang diperkirakan berakhir antara 7-10 tahun ke depan. Namun, terlepas dari tepat tidaknya perkiraan tentang batas penyelesaian Amanat Agung tersebut, yang jelas adalah kita sedang memasuki dekade yang semakin dekat dengan kedatangan Tuhan Yesus kembali. Karena itu, kita harus belajar membaca tanda-tanda zaman dan bekerja semakin giat untuk mempersiapkan diri dan Gereja, agar kita menjadi umat yang siap menantikan kedatangan-Nya. Saya percaya bahwa tahun ini pun merupakan tahun ketika kita harus semakin berfokus untuk membangun Gereja masa depan yang tidak terguncangkan, yaitu Gereja Apostolik seperti yang Tuhan maksudkan.

Memahami kebenaran ini, saya percaya pada tahun ini kita harus lebih berfokus mewujudkan Gereja Apostolik. Caranya, kita perlu menjadikan tahun ini tahun pembangunan, pengutusan, dan penerobosan.

 

Tahun Pembangunan

 Gereja Apostolik adalah gereja yang membangun jemaat menuju kepenuhan Kristus. Kita harus berfokus bukan pada pembangunan yang tidak berkaitan langsung dengan pembangunan Tubuh Kristus, melainkan langsung pada pekerjaan pembangunan Tubuh Kristus. Gereja Apostolik berfokus membangun jemaat dengan lima karunia pelayanan (Ef. 4:7-16), tujuh karunia motivasi (Roma 12:5-8), dan sembilan karunia Roh Kudus (1 Kor. 12:7-11).

 

Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Itulah sebabnya kata nas: Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.’ Bukankah Ia telah naik’ berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan Tubuh Kristus,” (Ef. 4:7-12).

 

Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita,” (Roma 12:4-8).

 

Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya,” (1 Kor. 12:7-11).

 

Pembangunan Tubuh Kristus haruslah dilakukan sejak pada tingkat unit dasar Tubuh Kristus, yaitu pada komunitas sel/komunitas pemuridan. Inilah waktunya untuk pemimpin-pemimpin gereja lokal berkolaborasi dan bersinergi dalam lima jawatan untuk memperlengkapi Tubuh Kristus, sehingga orang-orang kudus dapat melakukan pembangunan Tubuh Kristus. Setiap orang kudus pun harus menemukan karunia motivasinya sebagai kemampuan-kemampuan untuk melakukan lima pekerjaan pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, serta rajin menggunakan sembilan karunia Roh Kudus sebagai alat-alat dalam pembangunan Tubuh Kristus itu.

 

 

Tahun Pengutusan

 Tahun ini juga perlu difokuskan khusus pada upaya pengutusan pekerja-pekerja untuk pergi dan melaksanakan Amanat Agung serta merintis jemaat di kota-kota dan suku-suku bangsa, sampai ke ujung bumi. Setiap orang percaya bersama dengan gereja lokalnya haruslah bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan misi sampai terbangun gereja kesaksian di setiap suku bangsa.

 

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman,” (Mat. 28:19-20).

 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi,” (Kis. 1:8).

Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya,” (Mat. 24:14).

 

Empat tahap pekerjaan misi di Kisah Para Rasul 1:8 itu merupakan arahan langsung dari Yesus sendiri, Sang Kepala Gereja. Kita perlu melakukannya secara simultan sampai terbentuk gereja-gereja kesaksian di setiap suku bangsa, lalu barulah Yesus datang kembali.

 

 

Tahun Penerobosan

Gereja Apostolik adalah gereja yang siap menerobos kedalaman kerajaan kegelapan. Pada tahun ini kita juga harus semakin berfokus untuk menerobos budaya duniawi yang dikuasai oleh kerajaan kegelapan, untuk menghadirkan budaya Kerajaan Allah di masyarakat kita. Ingat dunia tempat kita tinggal ini telah dikuasai penuh oleh budaya digital Babel, dan kita harus merebutnya kembali untuk dikuasai oleh Allah.

 

“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Mat. 5:13-16).

Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya.Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.’” (Why. 18:2-4).

 

Secara bersama-sama sebagai Tubuh Kristus, kita harus melakukan penerobosan untuk mengalahkan pengaruh kerajaan kegelapan (Babel) pada dunia digital, dan dengan demikian merebut kembali dunia digital tersebut bagi kemuliaan Tuhan. Ini bukanlah waktunya kita menghindar dari kegelapan, melainkan waktunya kita menerobos kegelapan itu dengan terang. Kita adalah komunitas terang dan garam yang memiliki kuasa transformasi untuk mengubah budaya di dunia digital, sehingga terbentuk budaya Kerajaan Allah yang dapat mengubah kehidupan manusia ke arah kepenuhan Kristus.

 

Selamat membangun, mengutus, dan menerobos. Tuhan menyertai kita di tahun yang baru ini.

2023-12-21T14:04:12+07:00