///Tanaman Ginseng

Tanaman Ginseng

Ketika saya melakukan perjalanan wisata ke Korea Selatan, tour guide lokal menjelaskan tentang tanaman khas negeri Korea, yaitu ginseng. Ginseng sering kali digunakan dalam pengobatan tradisional, karena akarnya ini dapat memperbaiki aliran darah dan meningkatkan produksi sel darah merah, serta membantu mempercepat pemulihan dari penyakit. Petani ginseng harus sabar menanam, karena hasil dari ginseng tidak akan kelihatan di permukaan. Ginseng hanya berdaun dan berbunga, sehingga di atas tanah kita hanya akan bisa melihat daun atau bunganya saja. Setelah beberapa tahun ditanam, ginseng akan memperbesar akarnya ke bawah. Lama kelamaan akar itu semakin besar sehingga akhirnya siap dipanen.

Beberapa literatur menjelaskan bahwa ginseng ialah tumbuhan yang berusia panjang dan dapat bertumbuh hingga ratusan tahun. Pertumbuhan ginseng tergolong lambat sekali. Pada usia lima tahun, tanaman baru mulai bercabang dan berbatang dua, dan cabang itu muncul langsung dari tanah. Saat itu, tanaman belum berbunga. Setelah berusia 10 tahun dan bercabang empat, barulah ada satu cabang khusus yang ditumbuhi bunga.

Ginseng yang matang akan mempunyai lima helai daun di tangkainya. Bentuk akarnya seperti bentuk tubuh manusia. Akarnya bercabang dan panjang. Kulitnya kuning dan putih pada bagian dalam. Panjangnya bervariasi, dari beberapa sentimeter (pada tanaman yang berusia beberapa tahun) sampai 30 cm (pada tanaman yang berusia 10 tahun ke atas). Ginseng membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa menjadi dewasa.

Dari proses pertumbuhan ginseng ini saya teringat pada suatu kebenaran firman. Sebagai anak Tuhan, kita harus konsisten untuk tetap memberitakan firman Tuhan. Mungkin kita mengalami situasi yang mirip seperti petani ginseng. Ketika menanam, kita tidak melihat pertumbuhan atau perubahan sama sekali pada orang yang kita muridkan. Sering kali, kita tidak tahu kapan waktu yang baik untuk menanam firman, tetapi kita memang harus selalu siap sedia. Ginseng membutuhkan proses pertumbuhan selama bertahun-tahun, yang tidak kelihatan di bagian luar tapi ternyata sedang terjadi pada akar di bagian dalam. Demikian juga firman yang kita tabur pada orang yang kita muridkan. Firman itu tidak hanya tumbuh di atas dan tampak pada perubahan perilaku dan kehidupan orang itu, tetapi firman itu terutama justru akan bertumbuh memperkuat akar pikiran dan hatinya. Akar yang kuat itulah yang pada waktunya pasti akan memunculkan hasil yang terlihat dari luar, dalam perilaku dan kehidupan sehari-harinya.

Dalam proses pemuridan untuk menjadi murid Kristus, kita juga bisa menjadi frustasi karena tidak melihat perubahan yang terjadi dalam kehidupan kita. Masih ada konflik dengan orang lain, keluarga, bahkan dengan pasangan kita. Akhirnya kita merasa proses pemuridan yang dilakukan adalah sia-sia dan tanpa hasil. Padahal sesungguhnya, firman itu sedang bekerja memenuhi hati dan pikiran kita, melakukan pertumbuhan akar ke dalam. Sehingga, pada saatnya nanti, firman itu akan menjadi kekuatan dan memampukan kita mengalami perubahan hidup yang kekal.

Seama menjalani proses menjadi murid Kristus, kita butuh konsisten dan sabar. Kuncinya ada pada sikap kita selama proses itu, yaitu sikap loyal untuk diproses, apa pun kendala atau kesulitan yang dialami. Loyal untuk diproses adalah seperti petani ginseng yang dengan sabar menanam ginseng selama bertahun-tahun tanpa melihat pertumbuhan. Mirip seperti kondisi ini, kita pun harus sabar dan setia untuk melakukan proses pemuridan dan pembentukan yang Tuhan lakukan dalam hidup kita. Demikian pula ketika kita sedang memuridkan orang lain, pada saatNya, firman itu akan menghasilkan akar yang kuat, berbunga, dan berbuah banyak dalam kehidupan kita dan dan setiap orang yang dimuridkan.

Ingatlah untuk tetap konsisten menanam firman Tuhan dengan segala kesabaran dan pengajaran. Tuhan yang memberi pertumbuhan itu pasti akan selalu menepati janjiNya. Terpujilah nama Tuhan.

2 Timotius 4:2 “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya,nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.”

2019-10-17T12:40:34+07:00