///Tantangan bagi Setiap Saksi Kristus

Tantangan bagi Setiap Saksi Kristus

Menjadi saksi Kristus merupakan tema yang telah sangat sering kita dengar, bahkan sangat mungkin pula kita jadikan semboyan hidup. Bukankah kita telah terbiasa menjadi orang Kristen yang selalu berusaha memperkenalkan Kristus kepada sesama di sekeliling kita? Nah… kesaksian apa saja yang selama ini kita keluarkan lewat perkataan dan perbuatan kita? Apa sebenarnya makna menjadi saksi Kristus? Siapkah Anda dan saya sesungguhnya menjadi saksi Kristus? Dalam artikel ini, melalui peristiwa kematian dan kebangkitan Lazarus, kita akan menguak tantangan serius yang senantiasa nyata di sepanjang perjalanan kita sebagai saksi Kristus: ancaman maut.

 

Persepakatan untuk Membunuh Lazarus (Yoh. 12:9-11)

Dalam peristiwa kematian dan kebangkitan Lazarus yang tercatat di Alkitab, mengapa iman-imam kepala bermufakat untuk membunuh Lazarus? Persepakatan mereka itu bukanlah karena Lazarus dibangkitkan dari kematian, melainkan karena efek atau dampak dari kebangkitan Lazarus itu. Setelah Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian dan kebangkitan itu disaksikan oleh orang-orang Yahudi termasuk imam-imam kepala, banyak orang Yahudi mulai terbuka hatinya dan menjadi percaya kepada Yesus. Kesaksian Lazarus memberi dampak kesaksian Kristus yang luar biasa. Padahal, apa yang Lazarus lakukan? Dia menjadi saksi Kristus terutama bukan karena mengatakan atau melakukan hal tertentu yang hebat; dia menjadi saksi Kristus karena mengalami kuasa Kristus. Dengan kesaksian Lazarus itu, orang-orang Yahudi percaya kepada Yesus, sehingga imam-imam kepala khawatir akan kehilangan pengikut (dan dengan demikian kehilangan status, pamor, maupun pendapatan). Dampak kesaksian itulah penyebab mengapa imam-imam kepala bermufakat untuk membunuh Lazarus. Mereka ingin supaya Lazarus tidak lagi bersaksi tentang Yesus yang telah membangkitkannya dari kematian, agar tidak terjadi dampak lebih lanjut berupa makin banyak orang Yahudi yang percaya kepada Yesus. Lazarus dihadang oleh ancaman maut ketika dirinya menjadi saksi Kristus.

 

Hidup sebagai Saksi Kristus di Tengah-Tengah Dunia

Mengapa saksi Kristus senantiasa dihadang oleh ancaman maut? Apa kata Tuhan tentang situasi ini? Bagaimana kita harus berlaku sebagai saksi Kristus? Perhatikan beberapa kebenaran berikut.

  1. Kuasa perubahan hidup oleh Kristus. Pengalaman pribadi kita dengan Kristus berkuasa mengubah hidup kita dan hidup banyak orang, karena ada kuasa Roh Kudus di dalamnya. Roh Kuduslah yang memakai kesaksian hidup kita dengan kuasa yang lebih kuat daripada sekadar pengetahuan.

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” (Ayub 42:5)

Ketika seseorang mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan dan mengalami kuasa kebangkitan Yesus, kehidupannya berubah menjadi kehidupan yeng menyembah dan meninggikan Yesus. Kehidupan yang baru itu menjadi kekuatan yang akan menarik orang-orang di sekitar untuk datang kepada Yesus pula (Yoh. 12:32, 36).

 

  1. Terang yang menyingkap kegelapan. Dunia merasa tidak aman dengan keberadaan para saksi Kristus, karena mereka (kita) akan menerangi situasi yang gelap, menunjukkan Jalan Kebenaran, mengungkap jebakan dosa, membimbing yang tersesat, memulihkan yang terluka, dan membebaskan yang tertawan oleh belenggu dosa. Kita memiliki kekuatan (dunamos) Roh Kudus, yang jauh lebih besar, bahkan terbesar daripada semua kekuatan dunia. Terang yang kita pancarkan sebagai saksi Kristus akan membuat dunia teredam/terhalang dalam sepak terjang kejahatan mereka, sehingga mereka berusaha mematikan terang kita itu.

Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka. Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, dia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, dia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.” (1 Yoh. 4:4-6)

 

  1. Terang yang menyinarkan perbedaan. Hidup baru kita yang kudus menyinarkan terang Kristus, yang membedakan kita dari dunia. Kita telah dilahirkan baru, yang artinya kita bukan bersifat duniawi lagi, melainkan menjadi manusia Kristus. Perbedaan ini akan menjadi makin nyata terus-menerus seiring dengan perjalanan hidup kita mengikut Kristus. Di sisi lain, karena terang ini makin lama makin nyata, demikian pula kita tidak mungkin bisa menyembunyikan diri dari sorotan, tuntutan, dan ancaman dunia.

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:” (1 Ptr. 2:9)

Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh. Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!” (1 Ptr. 2:9, 15-17)

 

  1. Jaminan kasih dan perlindungan Allah Bapa. Bagi kita para saksi Kristus, Allah Bapa memberikan dan menjamin perlindungan khusus oleh karena kasih-Nya. Ini sesuai doa Tuhan Yesus sendiri: bahwa tidak ada yang mampu memisahkan kita dari Kasih Bapa. Tentu, ini kecuali kita sendiri dengan sengaja keluar dari perlindungan-Nya. Namun, di tengah-tenngah segala ancaman bahaya atas kita dari dunia, kasih dan perlindungan Allah Bapa akan selalu bisa diandalkan.

Aku telah memberikan Firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; Firman-Mu adalah kebenaran.” (Yoh. 17:14-17)

Tenanglah dan jangan takut menjadi saksi Kristus. Tidak ada satu kuasa pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah; bahkan, kematian pun tak akan mampu memisahkan kita dari Allah (Roma 8:34-39).

 

  1. Penyertaan Allah Bapa yang tak pernah putus. Memilih dan memutuskan untuk hidup menjadi saksi Kristus pasti membawa konsekuensi nilai-nilai kebenaran yang wajib kita jalani, perlu kita hadapi dengan iman, dan harus mengandalkan kekuatan Roh Kudus. Memang, pengikut Kristus sejati pasti mengalami persekusi duniawi. Namun, Allah selalu beserta kita sebagai Bapa. Dia tahu kekuatan kita sebagai anak-anak-Nya. Kita tidak akan pernah dibiarkan sampai tergeletak, sebab Bapa kita memegang erat tangan kita. Pastikan bahwa tangan kita pun terus berpegang erat pada tangan Bapa.

Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa;  dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik; dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai, sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan  sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati; sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.” (2 Kor. 6:4-10)

 

Hidup menjadi saksi Kristus adalah hidup menyatakan kebenaran, kasih, dan kemuliaan Tuhan setiap saat, karena kita menyadari bahwa kita sudah mengalami semuanya itu terlebih dahulu. Dengan segala risiko dan tantangan duniawi yang ada di depan langkah kita, relakah kita untuk tetap setia menjadi saksi Kristus? Jika ya, Tuhan Yesus Kristus, yang telah menebus kita dan menyelamatkan kita itu, tak akan berhenti memampukan kita.

2022-04-27T13:37:58+07:00