///Terowongan yang menerobos menembus gunung

Terowongan yang menerobos menembus gunung

Sejak beberapa puluh tahun lalu, Jepang memikirkan cara untuk membuat rel kereta api cepat yang harus dibuat lurus, sehingga mereka harus membuat banyak terowongan menembus bukit agar kereta api cepat bisa melintas dengan lancar pada lintasan yang lurus. Akhirnya, Jepang belajar dari Swiss sehingga mampu membuat terowongan menembus gunung dan bukit di wilayahnya sendiri. Maka Jepang pun semakin ahli dalam membuat terowongan. Banyak jalan-jalan baru dibangun di berbagai wilayahnya. Di pulau Hokkaido khususnya, banyak jalan yang menggunakan terowongan. Dengan terowongan, perjalanan dari satu kota ke kota lain menjadi lebih mudah dan singkat.

Hidup anak Tuhan juga sebenarnya lurus dan rata, karena Roh Tuhan siap memimpin kita untuk berjalan di jalan yang rata. Seharusnya setiap anak Tuhan akan menjalani hidupnya di jalan yang rata, dan segala sesuatu dalam hidup anak Tuhan akan berjalan lancar dan baik, karena Tuhan berjanji bahwa segala gunung dan jalan akan diratakan. Sayangnya, hanya berapa persen dari seluruh anak Tuhan yang mengalami hal ini? Sudahkah kita termasuk di dalam persentase (yang kecil) itu?

Pemerintah Jepang perlu waktu beberapa tahun untuk belajar dari pemerintah Swiss dalam membuat terowongan, dan pemerintah Swiss butuh 17 tahun untuk membangun terowongan kereta yang mampu menembus penggunungan Alpen, namun Tuhan kita tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menciptakan “terowongan” yang menembus “gunung” masalah anak-anakNya. Bersyukurlah kita, karena Tuhan itu mahabesar dan melebihi segala allah (Mzm. 135:5).

Sering kali, banyak anak Tuhan merasa harus melalui berbagai gunung masalah dalam hidupnya. Mereka menantikan terowongan yang tidak pernah jadi, sehingga hidup terapaksa penuh dengan perjalanan yang berliku-liku dan menghadapi banyak kesulitan. Keluhan demi keluhan yang berat pun terlontar, seolah-olah Tuhan tidak mampu untuk membuat terowongan terobosan itu dan janjiNya tidak digenapi dalam hidup mereka.

Sesungguhnya, bukan kuasa Allah yang kurang besar, tetapi ada jurang pemisah antara kita dengan kuasaNya yang besar. Jurang itu diciptakan karena dosa dan ketidaktaatan kita sebagai anakNya. Ketika tidak ada terowongan yang menerobos dalam gunung masalah kita, itu bukan berarti gunung masalah itu terlalu besar atau kesanggupan Allah kurang besar. Masalah sesungguhnya ada pada dosa dan ketidaktaatan kita.

Untuk itu, mari kita mendekat padaNya, karena Firman Tuhan mengajarkan bahwa Tuhan berjanji sebagai Allah yang akan membela kita melewati semua masalah hidup kita. Sucikan dan kuduskan diri kita dari setiap dosa, mintalah pengampunan dariNya dan tetaplah setia pada kebenaran firman Tuhan. Terimalah janji Tuhan yang Mahabesar yang mampu melakukan segala terobosan menembus setiap masalah dalam hidup kita, karena Dia adalah Bapa yang mengasihi kita.  Amin!

“Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan rayaKu akan Kuratakan.Bersorak-sorailah, hai langit, bersorak-soraklah, hai bumi, dan bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung! Sebab TUHAN menghibur umatNya dan menyayangi orang-orangNya yang tertindas.” (Yesaya 49:11&13)

 

2016-06-24T08:31:25+07:00