///THE APOSTOLIC PARTNERSHIP TOWARDS KINGDOM DRIVEN CHURCH

THE APOSTOLIC PARTNERSHIP TOWARDS KINGDOM DRIVEN CHURCH

LAHIRNYA HATI MENGASIHI TUBUH KRISTUS
Pada tahun 1990, Tuhan memberikan beban dalam hati para penatua Gereja Yesus Kristus Tuhan (lebih dikenal dengan nama Abbalove Ministries) tentang pemulihan Tubuh Kristus. Berbagai hal seperti perpecahan dan persaingan banyak melukai hamba-hamba Tuhan.

Pada saat yang bersamaan, Tuhan bekerja di tengah-tengah kepemimpinan Abbalove Ministries yakni Eddy Leo, Samiton Pangellah dan Sofjan Sutedja lewat pemulihan hati Bapa. Pesan pemulihan yang sama inilah yang mereka bawa kepada para hamba Tuhan di seluruh Indonesia. Itulah sebabnya, pada tahun 1991 mulailah diadakan Seminar Penuai berbentuk retreat bagi para hamba Tuhan beserta istrinya di berbagai kota. Seminar Penuai ini diadakan secara bergiliran setiap bulan di berbagai propinsi di Indonesia. Dampaknya yang sangat besar melahirkan gelombang pemulihan Tubuh Kristus di berbagai kota di Indonesia.

KEMITRAAN TUBUH KRISTUS
Akhirnya, mulai tahun 1992, terjalinlah jejaring Tubuh Kristus di Indonesia yang disebut dengan Pelayanan Bersama Indonesia (PBI). Pada tahun 1994, PBI mendapatkan konsep kemitraan sinergis seperti belalang, sesuai kitab Yoel 2:25, “Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu.” Apabila belalang hanya terbang sendirian, maka ia tidak akan berbahaya. Tetapi, jika terbang secara bersamaan dalam jumlah yang banyak, maka akan menjadi wabah yang sangat mengerikan. Hal yang sama dapat terjadi pada gereja Tuhan. Jika gereja lokal hanya bergerak sendirian, maka ia tidak akan berdampak, tetapi jika gereja bermitra bersama-sama, maka akan menjadi kekuatan sinergis yang menghancurkan kerajaan gelap di setiap kota.

Sejak tahun 1995, PBI pun berkembang menjangkau Tubuh Kristus di luar negeri, sehingga berganti nama menjadi Integrated Global Mission Network (IGMN). Tiga kali berturut-turut diadakan Konferensi Gereja Sel (KGS 1996-1998) untuk memperlengkapi banyak gereja beralih menjadi gereja sel. Ternyata, kegerakan ini bukan hanya melanda para pemimpin gereja lokal, namun di tahun 1997 juga melahirkan kegerakan anak muda yang dinamakan Persekutuan Pemuda Remaja Gereja (PPRG).

MULTIPLIKASI KEGERAKAN TUBUH KRISTUS
Dengan semakin meluasnya kegerakan kemitraan Tubuh Kristus, sejak tahun 1999 terjadilah berbagai multiplikasi dalam berbagai bentuk pelayanan seperti Posko Lumbung (pelatihan gereja sel), Pria Sejati (di bawah naungan Christian Men’s Network), Unity Movement Ministry (kemitraan 8 gereja/institusi pelayanan di Jakarta), Sekolah Tinggi Teologi LETS, dsb.

LAHIRNYA PELAYANAN PENDAMPINGAN GEREJA
Seiring tahun demi tahun berjalan dan banyaknya seminar/training/retreat yang diadakan, ternyata ditemukan bahwa dampaknya sangat sedikit bagi pertumbuhan masing-masing gereja lokal. Kebanyakan hamba Tuhan mengalami kesulitan untuk mempraktekkan apa yang mereka pelajari di berbagai bentuk pelatihan tsb kepada situasi dan konteks pelayanan mereka. Itulah sebabnya, pada tahun 2004 Budi Setiawan berinisiatif melakukan pelayanan mentoring/pendampingan bagi gereja lokal.

Pada awalnya tim pendampingan gereja ini terdiri dari alumni dan mahasiswa STT LETS yang sudah dimentor selama bertahun-tahun. Tim ini menjadi partner bagi kepemimpinan gereja lokal untuk membenahi visi, nilai, komunitas, manajemen, maupun pelayanan, sehingga gereja yang sedang mengalami kemandekan/stagnasi, dapat mengalami terobosan menjadi gereja lokal yang sehat.

BLESS INDONESIA PARTNERSHIP
Di tahun 2006, diadakanlah Bless Indonesia Momentum, yang kemudian diikuti dengan LETS Training di tahun 2007. Namun karena kegerakan ini melibatkan banyak hamba Tuhan di luar STT LETS, maka sebutan ini berubah menjadi Bless Indonesia Partnership (BIP). Selama ini, kemitraan dibangun hanya untuk melakukan proyek bersama, tetapi kurang menyentuh sampai ke pembenahan masing-masing gereja lokal. Padahal, kebutuhan utama Tubuh Kristus adalah setiap gereja lokal bertumbuh sehat terlebih dahulu, sehingga dapat bermitra dengan maksimal. Saat itu, Tuhan pun memberikan pewahyuan tentang Kerajaan Allah kepada Abbalove Ministries dan Tubuh Kristus lainnya di berbagai belahan dunia. Dengan pewahyuan ini, sekarang tantangan gereja bukan lagi sekedar menjadi gereja yang BERTUMBUH, tetapi lebih dari itu, menjadi gereja yang BERDAMPAK.

KINGDOM DRIVEN CHURCH (KDC)
BIP kemudian berfungsi sebagai pendamping bagi kepemimpinan gereja lokal, dari memulai proses transisi untuk menjadi “Kingdom driven church” sampai menjadi fasilitator kemitraan Tubuh Kristus di setiap kota/daerah (Bless kota/daerah). Kingdom driven church adalah gereja lokal yang kepenuhan Kristus, yakni gereja sebagai Tubuh yang mengekspresikan sepenuhnya kehendak Sang Kepala, Yesus Kristus.

4 ciri Kingdom driven church (KDC):
1.Kegerakan imamat rajani
Pemimpin berfungsi sebagai equipper (melakukan pelayanan 5 jawatan) yang memperlengkapi orang percaya menjadi imamat rajani (menjadi Kingdom transformer). Wujud keberhasilannya adalah kemaksimalan dan produktivitas sumber daya manusia gereja.

2.Komunitas Kerajaan
Gereja lokal bukan lagi sibuk dengan kegiatan rutin agamawi, tetapi komunitas orang percaya di dalamnya justru menerapkan gaya hidup pemuridan dan saling membangun.

3.Pelayanan holistik
Setiap orang percaya bukan hanya sibuk menjadi anngota jemaat dalam pelayanan kegiatan gerejawi saja, namun diperlengkapi di dalam gereja lokal, untuk kemudian diutus menjadi terang dan garam di setiap bidang kehidupan masyakarat.

4.Kesatuan Tubuh Kristus
Gereja lokal saling membangun dan saling memperlengkapi agar kesatuan terjadi di Tubuh Kristus sekota, bukan lagi membangun denominasi / merek masing-masing yang saling bersaing dengan gereja lainnya.

Melalui Kingdom Discipleship Series, pada tahun 2011 BIP dengan tim fasilitator gereja berfokus mendampingi 75 gereja menjadi model KDC di 25 kota, dengan tujuan agar doa Tuhan Yesus tergenapi: “Datanglah KerajaanMu, di bumi seperti di sorga!”
oleh : Budi Setiawan

2011-06-29T08:11:46+00:00