///The Glory of a Holiness

The Glory of a Holiness

Reporter : Apa yang terjadi kak di titik tersebut ?
Michael :Kami jatuh. Kami melakukan hubungan seks sebelum menikah. Tapi saat itu kami tidak bertobat, kami terus hidup dalam dosa itu, kami tetap pergi ke gereja, bahkan tetap melayani di gereja. Tapi akhirnya pelayanan kami mulai terpengaruh dan juga komunikasi di antara kami. Kami tidak bisa berbicara satu dengan lain. 90% waktu kami dihabiskan dengan bertengkar. Saya tidak bisa mengingat satu waktu dimana kami tidak bertengkar bahkan tentang hal-hal kecil sekalipun. Masalahnya adalah apa yang sedang kami lakukan, kami sedang hidup dalam dosa.

Reporter : Apa akibat dosa itu terhadap kak Michael dan kak Mira waktu itu ?
Michael :Saya semakin tidak percaya dengan dia
Mira :Saya tidak dapat menghormati dia, saya tidak merasa aman. Kami semakin sering bertengkar.
Michael :Begitulah dahulu hubungan kami, tidak ada sukacita sejati, orang diluar mungkin melihat kami sebagai pasangan yang berbahagia tapi sebenarnya kami tidak bahagia sama sekali. Sebenarnya kami hancur.

Reporter : Hiiii…seram sekali yah akibat tidak menghormati Tuhan….
Michael : Tapi Tuhan sangat baik, DIA kirim sepasang suami istri dari Abbalove Jakarta untuk bertemu kami, mereka benar-benar memberkati kami. Saat mereka cerita tentang kehidupan pernikahan mereka, kami sangat terpesona dengan pasangan ini. Mereka sangat bahagia, sangat romantis satu dengan yang lain. Mereka menceritakan bagaimana selama pra nikah mereka mempraktekkan hubungan yang kudus.

Reporter : Apa yang terjadi kemudian setelah mendengar cerita dari pasangan muda ini ?
Michael : Kami menginginkan hal yang sama. Timbul rasa haus dan lapar untuk memiliki hubungan yang lebih baik, untuk mengejar hubungan yang hanya dapat diberikan oleh Tuhan. Kami minta mereka mendoakan kami. Sejak saat itu, kami berkomitmen untuk menjaga kekudusan sekalipun kami tidak punya banyak waktu lagi sebelum pernikahan. Kami sempat ragu bahkan bertanya apakah akan ada perbedaannya, mengambil komitmen hanya untuk waktu yang singkat, 3 atau 4 bulan menjelang pernikahan.

Reporter : Ya, betul juga…yah…buat apa capek-capek…
Michael : Ternyata tidak begitu. Mereka katakan bahwa itu akan membuat perbedaan seumur hidupmu. Jadi kami melakukannya, kami membuat komitmen, memegang teguh hal itu oleh anugerah Tuhan dalam waktu itu kami mempraktekkannya, bahkan belum sebulan kami mempraktekkannya, kami sudah melihat perbedaannya. Saya mulai dapat menghargai pasangan saya. Saya mulai melihat betapa hal-hal kecil yang dia lakukan sangat manis sekali.
Mira : Ketika saya mempraktekkan kekudusan bersama Mike, awalnya saya takut karena jika dia tidak menyentuh saya , saya pikir dia tidak mengasihi saya. Tapi itu adalah tipuan iblis. Akhirnya mulai tumbuh perasaan aman karena dia mengasihi Tuhan terlebih dulu. Hal itu sungguh mengubah perasaan dan cara pandang saya terhadapnya. Saya merasa mendapatkan kembali kehormatan saya, saya merasa bahwa dia cukup mencintai saya untuk menghormati saya sampai hari pernikahan kami.

Reporter : Apa berkat Tuhan setelah kalian sepakat komitmen untuk menjaga kekudusan?
Michael :Banyak sekali mujizat yang kami alami. Tuhan benar-benar mencukupkan segala sesuatu, secara financial, tempat, semuanya tersedia, dan kami sangat diberkati karena hal itu. Dan kami tahu bahwa hal yang utama adalah karena kami menghormati Tuhan terlebih dahulu melalui hubungan kami berdua.

Reporter : Apa pesan bagi para pembaca ?
Michael :Hormati Tuhan. Ini bukan hanya kalimat agamawi, tidak. Sungguh, hormati Tuhan karena Dia ingin memberkati anda, DIA sungguh ingin memberkati pernikahan anda.
Mira :Dan bergabunglah dalam komunitas, karena komunitaslah yang menguatkan dan mendukung kami untuk menjaga kekudusan kami.
Dari kesaksian Michael & Mira Obaja (hy)

2014-03-28T06:58:30+07:00