///The IoT (Internet of things)

The IoT (Internet of things)

Dari berbagai sumber di internet, penjelasan lebih lanjut dan beberapa contohnya ialah: “(A) Thing pada Internet of Things dapat didefinisikan sebagai subjek; misalkan orang dengan monitor implan jantung, hewan peternakan dengan transponder biochip, sebuah mobil yang telah dilengkapi built-in sensor untuk memperingatkan pengemudinya ketika tekanan angin pada ban terlalu rendah. Sejauh ini, IoT paling erat hubungannya dengan komunikasi machine-to-machine (M2M) di bidang manufaktur dan listrik, perminyakan, dan gas. Produk yang dibangun dengan kemampuan komunikasi M2M sering disebut dengan sistem cerdas atau ‘smart’… smart cable, smart meter, smart grid sensor.”

Contoh konkret penerapan IoT pada masa sekarang misalnya ialah konsep fasilitas rumah yang terdiri dari berbagai fasilitas penunjang dalam rumah yang secara cerdas dan mandiri mampu mengatur untuk memberi penerangan yang cukup pada waktu yang tepat, menyiram taman/tanaman dengan takaran air yang sesuai, menyalakan kompor secara otomatis, mengatur suhu udara dalam ruangan, mengunci pintu rumah dengan aman, dan masih banyak lagi. Konsep ini sering disebut smart home. Intinya, semua perangkat elektronik dalam rumah saling berkomunikasi dan bekerja untuk membuat penghuninya hidup lebih nyaman dan mudah.

Ketika memikirkannya sejenak, saya menyadari bahwa cita-cita dari konsep IoT ini sebenarnya juga sudah disebut lama dalam kebenaran Firman Tuhan: bahwa segala sesuatu ciptaan-Nya dibuat agar bisa membantu manusia untuk hidup lebih baik. Dalam situasi apa pun, kasih dan penyertaan Tuhan senantiasa ada bersama anak-Nya, yaitu kita semua yang telah terpanggil sesuai dengan rencana-Nya.

Kesibukan dan kesulitan-kesulitan yang dipertontonkan dunia sering kali membuat anak Tuhan lupa bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu. Alhasil, tidak jarang doa yang kita panjatkan adalah permintaan (atau desakan) agar solusi yang Tuhan berikan sesuai dengan kehendak dan pikiran kita. Padahal kalau kita berfokus pada kebenaran Firman Tuhan dan melakukan bagian kita sebaik-baiknya, kita hanya butuh beriman bahwa semuanya pasti baik; Tuhan mengasihi kita dan telah merancangkan kebaikan yang penuh damai sejahtera bagi kehidupan kita.

Belajar dari konsep IoT dalam aplikasi smart home dengan segala sesuatu yang telah otomatis bekerja untuk memudahkan penghuni rumah dalam aktivitas sehari-harinya, tentu adalah sesuatu yang “bodoh” kalau sebagai penghuni kita tidak menggunakan perangkat cerdas dalam rumah semaksimal mungkin untuk kebaikan kita sendiri. Demikian pula, adalah “bodoh” bagi seorang anak Tuhan yang lupa bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita, orang yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya, lalu lupa beriman pada rancangan-Nya yang sempurna itu.

Mari kita hidup dengan iman bahwa segala sesuatu dalam hidup kita sudah pasti saling bekerja dengan baik, bahkan lebih cerdas dan sempurna daripada aplikasi IoT apa pun, karena kasih Tuhan yang telah kita terima itu nyata dalam kehidupan kita. Jangan terjebak dengan tipu muslihat iblis; lakukan bagian kita sebaik-baiknya dan percayai kesempurnaan rancangan Tuhan dalam situasi apa pun!

“And we know that all things work together for good to them that love God, to them who are the called according to his purpose.” (Rome 8:28 – KJV)

2019-10-11T10:40:19+00:00