///THE LAW OF SMALL THINGS

THE LAW OF SMALL THINGS

HAL-HAL KECIL ADALAH TENTANG KETEGUHAN ANDA

Seorang guru piano yang sangat dihormati di Surabaya pernah mengatakan, “Tidak peduli seberapa besar bakat musikmu. Tanpa rajin berlatih kamu tidak akan pernah menjadi seorang master.” Ya! Banyak orang terlalu mengandalkan bakatnya sehingga menjadi malas dan akhirnya tidak mencapai potensi maksimal sesuai bakatnya itu; sebaliknya, banyak juga orang terlalu putus asa karena “mendewakan” soal bakat, sehingga menjadi enggan untuk menjalani sebuah hal yang sulit dengan ulet dan tekun.

Sebenarnya, hal-hal kecil tidak berbicara tentang siapa Anda atau apa yang Anda miliki saat ini. Hal-hal kecil juga tidak berbicara mengenai sebesar apa rintangan-rintangan yang harus Anda hadapi untuk mencapai tujuan Anda. Hal-hal kecil berbicara mengenai seberapa tekun dan ulet Anda bersedia berjuang untuk mencapai tujuan Anda.

Bapak Solomon Thong, salah satu figur musik klasik di Indonesia, memulai perjalanan musiknya dengan sederetan karton dan kertas yang diberi warna hitam dan putih dan disusun menjadi sebuah piano. John Maxwell, salah satu figur kepemimpinan yang dihormati di dunia, memulai perjalanan kepemimpinannya dengan menjadi pastor di gereja kecil di sebuah daerah yang sulit dan dengan gaji yang kecil. Saya sendiri memulai perjalanan saya untuk mempelajari dan mengenal tentang karakter-karakter manusia dengan menjadi seorang pengurus biasa di sebuah gereja kecil di Surabaya.

Tidak ada seorang pemimpin yang dilahirkan begitu saja. Setiap pemimpin yang sukses di dunia ini selalu memulai perjalanan suksesnya dengan melakukan hal-hal kecil yang ada pada diri mereka dan di sekitar mereka, berulang-ulang dengan tekun dan ulet.

HAL-HAL KECIL ADALAH DASAR PIJAKAN KE PERKARA-PERKARA BESAR

Salah satu prinsip Alkitab yang menjadi favorit saya terdapat di dalam Matius 25:21: “‘Bagus,’ kata tuan itu, ‘engkau adalah pelayan yang baik dan setia. Karena engkau dapat dipercayai dengan yang sedikit, saya akan mempercayakan yang banyak kepadamu. Masuklah dan ikutlah bersenang-senang dengan saya!” (versi Bahasa Indonesia Masa Kini).

Saya selalu memandang bahwa hidup ini adalah sebuah kepercayaan dari Tuhan. Seberapa besar hal-hal yang akan dipercayakan Tuhan kepada saya, akan sangat bergantung pada seberapa Tuhan memandang saya bersedia untuk tekun melakukan hal-hal yang Ia inginkan.

Jika Anda ingin mempunyai tubuh yang atletis, mulailah dengan sebuah kebiasaan untuk berolah raga yang kecil, walau sedikit/sebentar namun teratur. Jika Anda telah mulai terbiasa, mulai tingkatkan intensitas beban dan waktunya. Jika Anda ingin menjadi seorang manager atau senior manager atau bahkan seorang direktur yang baik, mulailah dengan sebuah kebiasaan untuk selalu menyelesaikan tugas lebih cepat dan lebih baik daripada yang diminta atasan Anda. Jika Anda ingin menjadi seorang suami atau istri yang baik, mulailah dengan sebuah kebiasaan bertanya kepada pasangan, “Apa yang bisa aku lakukan untuk lebih membahagiakanmu?” Jika Anda ingin menjadi seorang ayah atau ibu yang baik, mulailah dengan sebuah kebiasaan bertanya kepada anak, “Apa yang bisa ayah/ibu lakukan untuk dapat membuatmu merasa lebih dicintai oleh ayah/ ibu?”

Hal-hal kecil yang saya contohkan di atas tidak sulit untuk dilakukan. Jika Anda berpikir sejenak, saya yakin Anda akan dapat menemukan hal-hal kecil bermanfaat yang dapat Anda lakukan untuk mengembangkan diri dan mencapai tujuan Anda. Akan tetapi, masalah sebenarnya adalah, Anda membutuhkan sebuah komitmen diri yang kuat untuk dapat menjadikan hal-hal kecil tersebut sebuah kebiasaan yang baik.

Satu-satunya penghalang sehingga Anda mulai melakukan hal-hal kecil yang bermanfaat dan memperbaiki tanggung jawab Anda dalam hal-hal kecil setelah membaca artikel ini adalah jawaban dari pertanyaan ini, “Sekarang atau nanti?”. Saya berharap Anda menjawab. “Sekarang!” (Jakoep Ezra)

 

SMALL THING MATH :
hal-hal kecil yang bermanfaat + ketekunan dan keuletan = perubahan-perubahan besar

HIKMAT DARI FIRMAN TUHAN
“Barang siapa yang setia dalam perkara kecil, kepadanya akan dipercayakan perkara-perkara yang lebih besar.”

2019-10-29T10:13:12+07:00