///The Power of Self Introspection

The Power of Self Introspection

 

Pentingnya introspeksi diri

Sebuah kapal yang akan berlayar pasti membutuhkan petunjuk arah, dan sebuah kapal yang sedang berlayar pasti harus selalu mengetahui posisinya di tengah lautan lepas. Sedikit kekeliruan saja dapat membuat kapal tersesat dan kehilangan arah, atau bahkan karam dan tenggelam. Demikian pula dengan kehidupan kita. Secara berkala, kita perlu melakukan evaluasi terhadap diri kita sendiri. Ada banyak sekali peristiwa yang membuat kita harus belajar dan membiasakan diri untuk berintrospeksi. Ini berarti kita harus selalu bercermin diri demi kekurangan dan kelemahan pribadi, agar dapat bertumbuh menjadi lebih baik lagi. Introspeksi diri sangat diperlukan, karena:

proses kehidupan tidak selalu berjalan konstan dan stabil,

pengalaman yang serupa tidak selalu memberikan hasil yang sama,

selalu ada keterbatasan dan perbedaan sudut pandang,

tiap masalah memiliki titik kritisnya masing-masing.

 

Membangun kebiasaan berintrospeksi

1. Memahami kelemahan pribadi

Introspeksi diawali dengan sikap rendah hati, yaitu menyadari bahwa diri kita tidak luput dari kekeliruan atau kesalahan. Orang yang sombong tidak akan mau melakukan evaluasi diri karena selalu merasa benar. Orang seperti ini akan selalu bersikap menyalahkan orang lain, situasi, atau bahkan Tuhan. Akibatnya, tidak pernah ada pertumbuhan pribadi. Sebaliknya, orang yang rendah hati memahami titik kritis dirinya, yang berarti memiliki sikap waspada dan antisipasi terhadap kelemahan diri. Inilah yang disebut memiliki kemampuan untuk menjaga diri dan mewaspadai situasi sebelum terjadi hal-hal yang fatal. Hasilnya, pertumbuhan pribadi selalu terjadi.

 

2. Memiliki agenda introspeksi

Kapan dan hal apa saja dalam diri kita yang perlu untuk dievaluasi?

Pertama, sebelum melakukan sesuatu. Ada pepatah yang berkata bahwa orang yang mau membangun menara pasti akan duduk dahulu untuk memperhitungkan anggaran biayanya. Lakukan introspeksi di setiap awal hal yang dilakukan, dan kenali bagaimana rencana dan kesanggupan atau sumber-sumber yang kita miliki untuk melakukan hal itu.

Kedua, saat sedang melakukan sesuatu. Introspeksi diperlukan untuk mencegah agar tidak terlanjur lebih jauh lagi jika ternyata ada kekeliruan. Hal-hal yang perlu dievaluasi adalah metode dan cara, asumsi dan pandangan, pengetahuan dan keahlian yang dipergunakan, dll. Terus lakukan proses antisipasi titik kritis dan ambil langkah-langkah perbaikan jika diperlukan.

Ketiga, setelah melakukan sesuatu. Pengalaman merupakan guru terbaik. Introspeksi sangatlah berguna untuk tindakan perbaikan atau pemulihan jika terjadi kesalahan. Hasil introspeksi menjadi pembelajaran agar kelak kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.

 

3. Bertumbuh dalam proses menjadi pribadi yang lebih baik

Introspeksi bukanlah berarti bersikap menghakimi atau menyalahkan diri sendiri, tetapi justru merupakan bentuk kebesaran hati untuk memperbaiki dan mengembangkan diri sendiri. Orang yang sulit untuk melakukan introspeksi diri biasanya cenderung bersikap kekanak-kanakan, karena kedewasaan dan kematangan pribadi biasanya lahir dari kerendahan hati serta keterbukaan untuk mengevaluasi dan mengembangkan diri sendiri.

 

Pengalaman tanpa pembelajaran adalah sia-sia, pembelajaran tanpa pengalaman adalah hampa.

2019-10-11T12:56:36+07:00