Time to take Action

1. Memiliki usaha sendiri
2. Meningkatkan kualitas kerja
3. Membuka cabang usaha yang baru
4. Memiliki rumah sendiri
5. Memiliki kebebasan waktu
6. Meningkatkan kualitas pelayanan
7. Bertekad mau rajin berolah raga
8. Bertekad mau memperbaiki hubungan dengan suami / istri
9. Dan lain-lain

Apapun target Anda di tahun 2014, untuk mencapainya selalu harus ada langkah pertama. Dan bukan sekadar mimpi, keinginan atau target pribadi saja. Nah, problem bagi kebanyak orang adalah bagaimana mewujudkan target pribadi menjadi kenyataan. Ini adalah hal yang sangat sulit bagi kebanyakan orang. Artikel kali ini, saya akan memberikan berbagai tips praktis bagaimana menolong Anda untuk bisa “Take Action” , not only dreaming.

Langkah 1 : Jadikan target Anda menjadi sebuah “obsesi” yang harus Anda capai
Seringkali orang membuat target pribadi, tetapi tidak memiliki “sinyal” yang kuat, kurang membara didalam dirinya. Seringkali target pribadi tersebut masuk kedalam level “boleh tercapai, tidak tercapai, juga tidak apa-apa”. Seringkali sasaran pribadi itu terjebak kedalam mindset “kalau gampang, saya akan jalankan, kalau ribet dan banyak tantangan, nanti sajalah”.

 

Di langkah pertama ini, Anda harus membentuk target pribadi Anda ke tingkat “A MUST DO”. Ciptakan sasaran pribadi Anda dengan memiliki kriteria sebagai berikut :
a. Harus dilakukan
Anda harus menjawab, kenapa target pribadi ini harus dilakukan? Apa alasannya saya menetapkan target ini? Apa manfaatnya untuk saya?

b. Penting
Anda harus menjawab, apakah target pribadi ini penting atau tidak untuk Anda? Mengapa target pribadi ini penting?

c. Tidak ada pilihan
Bila saya tidak melakukan target ini, apa konsekwensi negatif bagi saya? Apa akibat buruknya? Apakah saya masih punya pilihan lain bila saya tidak mewujudkan target ini?

Sediakan waktu yang cukup banyak, jangan tergesa-gesa, cari situasi yang rileks untuk merenungkan seluruh jawaban Anda. Dan sebaiknya tuliskan seluruh jawaban Anda, ketika menjawab berbagai pertanyaan di atas
Bila Anda sudah menetapkan target pribadi dengan tiga kriteria di atas, maka target pribadi Anda sudah dikategorikan “obsesi”.

Langkah ke 2 : Buat “obsesi” Anda menyala-nyala terus
Target pribadi yang dingin dan padam, tidak akan menggerakan kaki Anda untuk mengambil langkah pertama. Namun sasaran pribadi yang berkorbar-kobar, akan “menyeret” diri Anda untuk “loncat dari kursi dan lari mengejar target Anda”.

Berikut ini ada beberapa tips sederhana mengkobarkan target pribadi Anda:
1. Tuliskan target pribadi Anda di atas sebuah kertas yang besar (bila memungkinkan kertas ukuran flipchart ). Tuliskan dengan ukuran tulisan yang sangat besar supaya bisa dibaca dari jarak 2 meter.

2. Tuliskan juga dampak negatif bila target tersebut tidak tercapai (di atas kertas yang sama).

3. Tempel kertas target pribadi Anda di ruang pribadi seperti kamar tidur. Letakan di area yang mudah dilihat dari berbagai sudut.

Langkah ke 3 : Kenalilah tipe diri Anda
Ada beberapa tipe orang kaitannya dengan kemampuan “untuk bertindak dan tidak menunda-nunda” yaitu:

1. Tipe “Self Starter”
* Orang tipe seperti ini, bila sudah ada sasaran yang ditetapkan, ia akan bertindak dengan pro-aktif, tidak perlu diingatkan dan tidak perlu disuruh-suruh lagi, tetapi sudah otomatis “take action”.
* Orang tipe ini tidak takut terhadap kesulitan. Tidak peduli susah, ribet, atau bikin repot, dia akan tetap mengambil langkah konkrit. Ia tipe orang yang tidak banyak pikir lagi. Karena kalau kebanyakan berpikir, malah tidak bertindak apa-apa.

2. Tipe “Pasang-Surut”
* Orang tipe ini di awal tahun mudah terbakar semangatnya untuk menyusun sasaran pribadi, mudah tersentuh untuk merencanakan hidup yang lebih baik. Namun ketika datang kesulitan atau situasi yang bikin ribet, ia akan mundur.
* Orang tipe ini tidak konsisten melakukan komitmen pribadinya. Kadang bersemangat, sering juga patah semangat. Kadang yakin bisa mencapai targetnya, tapi sering padam ketika menghadapi tantangan.

3. Tipe “Harus didorong-dorong”
* Orang tipe seperti ini memiliki inisiatif yang rendah. Seringkali target pribadi berhenti hingga pada tingkat “impian” saja.
* Orang seperti ini takut mencoba dan takut gagal. Orientasi sering beralih pada kejadian masa lalu yang membuatnya trauma untuk mencoba dan melangkah.
* Kemungkinan lain orang seperti ini malas, tidak mau maju, nyaman dengan kondisi sekarang, mengikuti arus atau masa bodoh terhadap kehidupan ini.
Bila Anda masuk kategori tipe “Self Starter”, maka Anda tidak terlalu sulit untuk take action dan mewujudkan target pribadi Anda.
Namun bila Anda masuk kategori “Pasang Surut” atau tipe “Harus didorong-dorong”, maka Anda butuh masuk ke langkah keempat:

Langkah ke 4 : Anda butuh “Booster”
Bila Anda termasuk tipe “”Pasang Surut” atau tipe “Harus didorong-dorong”, maka Anda butuh pendorong / booster yang bisa “menarik” kaki Anda untuk bertindak, yaitu:
1. Cari seorang mentor
* Mentor ini berfungsi sebagai pendorong, pengingat dan sebagai “pengancam” (kalau diperlukan) agar Anda mau take action.
* Mentor ini bisa suami atau istri, sahabat, orang yang Anda hormati, dsb.
* “Deklarasikan” target pribadi Anda kepada si mentor, lalu minta bantuan dia untuk memotivasi, mengingatkan atau mendorong Anda ketika sedang “error”.

2. Ciptakan situasi yang mendesak
Ada orang-orang tertentu ketika situasinya sudah terdesak atau kepepet, baru mau take action dan melakukan komitmen pribadinya. Bila Anda termasuk tipe “”Pasang Surut” atau tipe “Harus didorong-dorong”, maka Anda harus ciptakan situasi mendesak misalnya dengan membuat sebuah komitmen kepada mentor atau seseorang dengan pernyataan seperti ini:
* Kalau saya minggu ini tidak olah raga miminal 3 kali dalam seminggu, maka saya akan traktir kamu nonton (Nah, daripada Anda traktir nonton, dan harus keluarkan uang, lebih baik olah raga kan?).
* Kalau minggu ini saya tidak capai target penjualan mingguan, maka saya akan kasih kamu uang saya sebesar Rp. 2.5 juta (uihhh…komitmen aktual seperti ini, akan membuat Anda berpikir ulang untuk bermalas-malasan).
* Kalau hari ini saya tidak bisa meningkatkan kecepatan penyelesaian penyusunan laporan keuangan perusahaan, maka saya akan mengerjakan tugas mengetik kamu sebanyak 20 lembar.
* Kalau saya tidak meningkatkan kemampuan melakukan presentasi dalam bulan ini, maka saya berikan CD musik kesayangan saya kepada kamu.
Dengan menciptakan berbagai situasi yang mendesak, akan menolong Anda mau tidak mau, suka atau tidak suka, untuk langsung take action dan tidak menunda-nunda lagi.
Ada sebuah cerita sindiran yang menarik tentang kebiasaan menunda:
Budi mengeluh kepada Andi karena dia tidak bisa menghilangkan kebiasaan buruknya yaitu suka menunda-nunda apapun target pribadi yang sudah dibuat. Lalu Andi memberikan sebuah solusi dengan menunjukkan buku yang berjudul “BAGAIMANA SUPAYA ANDA TIDAK MENUNDA LAGI” dan menyuruh Budi untuk membacanya. Budi kemudian mengambil buku itu lalu berkata, “Baiklah, akan kubaca buku ini di lain waktu, kalau ada waktu.”

Sekali lagi, bila Anda menilai diri sendiri termasuk tipe “Pasang Surut” atau tipe “Harus didorong-dorong”, maka Anda harus putar otak bagaimana mengatasi kebiasaan buruk menunda-nunda.
Yakobus 1:23, 25 mengingatkan kita kembali bahwa iman tanpa tindakan, maka kita tidak akan menuai apapun juga, dan sebaliknya tindakan tanpa iman juga menghasilkan sesuatu yang sia-sia.
Mumpung kita semua masih di awal tahun, mari kita semua buat sebuah resolusi untuk diri sendiri. Waktu berjalan sangat cepat, oleh karena itu jangan sia-siakan waktu yang Tuhan telah berikan kepada kita semua.
Selamat Take Action.

(Freddy Liong – Business Coach – www.freddway.com )

2014-01-21T04:41:50+07:00