//Tips Kepemimpinan

Tips Kepemimpinan

 

1. BERTANYA & MENDENGAR

Harus ada keseimbangan antara bicara dan mendengar. Ketika Anda memberi waktu untuk mendengar berbagai keluhan, permasalahan dan kesulitan karyawan, sebenarnya Anda sedang “investasi” rasa hormat dari karyawan pada diri Anda.

Ketika Anda “bertanya”, sebenarnya Anda sedang memenuhi “internal-needs” mereka. Anda juga sedang membangun hubungan dan mereka akan merasa sangat dihargai oleh atensi atasan. Saat Anda menyediakan waktu untuk mendengar problem, ide dan saran mereka, sebenarnya Anda sedang “menghargai” pemikiran-pemikirannya dan mengangkat aktualisasi diri mereka.

Tips : Setiap hari, secara bergilir, hampiri karyawan Anda (lebih lakukan 0ne-on-one, supaya lebih personal) dan dengarkan “isi pikiran” nya. Luangkan waktu kurang lebih 15 menit saja per orang. Bila permasalahannya cukup berat untuk ditangani, atur ulang pertemuan selanjutnya.

2. RESPONI

Para karyawan membutuhkan perhatian Anda, dengan cara Anda mendengar isi pikiran mereka. Tidak hanya sampai mendengar saja, Anda juga diharapkan meresponi kebutuhan dan pertanyaan mereka. Dengan memberi respon yang tepat dan cepat, akan mendongkrak kualitas kepemimpinan Anda dimata para karyawan

Tips :
Berbagai cara meresponi karyawan :
a.Ambil keputusan dan sikap yang cepat, jangan ditunda-tunda. Bila Anda membutuhkan persetujuan lagi dari pihak lain, selalu jelaskan pada karyawan, berapa lama dan kapan Anda bisa meresponi kebutuhan mereka
b.Bila Anda harus meresponi karyawan dengan berita yang kurang ”enak” & cenderung tidak diharapkan karyawan, maka Anda harus katakan dengan jujur, serta jelaskan alasan-alasannya
c.Jangan memberikan janji-janji yang tidak pasti.
d.Jangan menggantung sebuah permasalahan hingga berlarut-larut sehingga mengorbankan prestasi karyawan Anda

3. MEMBERI TELADAN

Tidak cukup hanya mendengar dan meresponi saja. Hal lainnya adalah apakah Anda memberi teladan dan contoh atas apa yang Anda katakan? Bila Anda menerapkan disiplin jam masuk kerja, apakah Anda adalah orang yang menjalankan juga disiplin tersebut? Bila Anda membuat peraturan tidak boleh gunakan internet kantor untuk keperluan pribadi, apakah Anda juga praktekkan hal itu? Perlu diingat, segala tindakan seorang Leader, akan disorot habis oleh para karyawan. Mereka akan menonton teladan Anda.

Tips :
Minimal, Anda harus berikan teladan dalam hal-hal atau area ini :
1.Disiplin jam masuk kerja dan jam masuk setelah istirahat makan siang
2.Disilpin dalam penggunaan fasilitas kantor seperti internet, stationery, laptop, uang perusahaan, dan fasilitas-fasilitas kantor lainnya
3.Ketepatan janji dalam memberi keputusan tepat pada waktunya
4.Ketepatan janji dalam menjawab berbagai pertanyaan yang masih menggantung
5.Tidak menggosip dan menjelek-jelekan atasan, kebijakan perusahaan, fasilitas perusahaan didepan para karyawan
6.Membela & mendukung para bawahan Anda dalam hal-hal positif

4. MEMECAHKAN MASALAH BERSAMA

Respek terbesar yang akan diberikan anak buah terhadap seorang atasan adalah ketika dia mengalami masalah, setelah dia coba dengan segala cara dan tidak berhasil, kemudian atasan mengulurkan tangan untuk sama-sama memecahkan masalah hingga ketemu solusinya.

Pemimpin yang dihormati anak buah adalah pemimpin yang menunjukan sikap bahasa ”KITA”, bukannya ”AKU”. Jadi bila ada kesulitan, ini adalah kesulitan dan masalah kita (atasan & anak buah). Berarti, bila bawahan tidak bisa atasi, adalah tanggung jawab atasan turun kebawah sama-sama cari jalan keluarnya (bukan bersikap tidak mau tahu dan hanya mau terima beres saja)

Tips :

1.Latih anak buah Anda untuk bisa memecahkan jenis masalah yang bersifat rutin dan bisa diprediksi (masalah yang terjadi ”itu-lagi-itu-lagi”)
2.Latih anak buah Anda juga, bila setelah sekian jam ( misalanya setelah 2 jam ), masalah tidak terpecahkan juga, maka ia harus cepat-cepat hubungi Anda, untuk bisa menangani secepatnya masalah yang terjadi
3.Siapkan waktu untuk mencari solusi jenis masalah yang bersifat tidak rutin ( tipe masalah yang tidak pernah terjadi sebelumnya ). Untuk jenis masalah ini, seorang Leader tidak bisa lepas tangan begitu saja

5.BANGUN KOMUNIKASI DUA ARAH

Orang akan peduli dengan Anda bukan dari apa yang Anda katakan, tetapi dari sejauh mana Anda peduli terhadap orang lain. Prinsip yang paling utama untuk mendongkrak orang respek pada Anda adalah ”Perlakukanlah orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan”. Seringkali seorang Leader berkomunikasi satu arah saja.

Ciri-ciri Leader yang gaya komunikasinya satu arah :
a.Selalu maunya orang lain pakai ide-ide dan cara kerjanya. Jarang atau bahkan tidak pernah bertanya kepada bawahannya berbagai ide dan masukan
b.Kalaupun ada ide dan masukan dari anak buah, atasan tidak pernah pakai ide mereka (apalagi mengucapkan terima kasih atas idenya)
c.Kalau memimpin rapat, 100% pembicaraan akan didominasi si Leader, Para peserta rapat bersikap seperti penonton yang menyaksikan atasan sedang ”berkonser dipanggung”. Tidak ada keterlibatan dari karyawan
d.Sepanjang hari kerja, atasan jarang mampir untuk komunikasi informal. Kalaupun mampir, paling-paling ucapannya adalah,”Tugasnya sudah sampai dimana?”

Nah, gaya komunikasi seperti ini yang akan semakin membuat karyawan ”menjauhi” atasan.

Tips :

1.Tiap pagi sempatkan diri untuk lakukan briefing singkat dengan seluruh karyawan Anda (maksimal 15 menit saja). Tujuannya adalah membangun kedekatan dengan karyawan serta menyamakan persepsi tentang berbagai aktivitas hari itu
2.Dorong setiap karyawan untuk berikan ide-ide dan saran-saran mereka. Kemudian hargai setiap masukan yang ada (walaupun kurang bermutu). Dorong mereka untuk sesering mungkin terlibat didalam memberikan masukan
3.Usahakan memilih ide-ide karyawan yang bisa dipakai. Anda tidak perlu menuntut ide sempurna terlebih dahulu untuk bias dipratekan. Asal masuk akal, “nyangkut-nyangkut” 60% saja, ide itu sudah bias diadposi ditambah sedikit penyempurnaan. (Karyawan akan hargai usaha Anda ini !!!)

Praktekan dengan konsisten lima tips diatas SETIAP HARI dengan tekun. Anda tidak perlu terlalu banyak tips yang heboh-heboh. Yang paling penting bukan berapa banyak ide baru yang Anda pelajari, tetapI YANG TERPENTING BERAPA BANYAK PERUBAHAN YANG TELAH ANDA PRAKTEKAN. Mulailah sekarang juga, para karyawan Anda sedang menantikan PERUBAHAN dari diri Anda!

2019-10-08T02:13:26+00:00