///“TOLOOONG…!!! Anakku KERACUNAN MEDIA!!!“

“TOLOOONG…!!! Anakku KERACUNAN MEDIA!!!“

* Buatlah kegiatan rutin untuk berkumpul bersama
Buatlah momen bersama sebagai bagian dari kegiatan rutin harian. Biarlah anak kita menyadari bahwa pada waktu-waktu tertentu – dalam perjalanan pulang dari sekolah, saat menikmati buah atau makanan kecil, atau setelah berdoa sebelum tidur – mereka akan mendapat perhatian yang penuh dari kita. Gunakan waktu ini untuk mengobrol dan mencari tahu apa yang telah mereka lakukan selama seharian dan bagaimana perasaan mereka. Jangan khawatir jika waktunya hanya sebentar, yang penting Anda sepenuhnya berfokus pada obrolan itu, bukan sambil menuntaskan kerjaan di gadget kesayangan, misalnya. Terus lakukan dengan konsisten walau hanya sebentar, karena itu lebih baik daripada tidak ada.

* Jangan abaikan gumaman
Jika kita mendapat gumaman dari anak, atau hanya jawaban pendek, itu mungkin karena mereka tidak merasa bahwa kita berada di “gelombang” yang sama. Pikirkan bagaimana kita mengajukan pertanyaan, lalu cobalah dengan cara yang lain.

* Bertanyalah dengan imajinasi
Anak pada umumnya senang jika ditanya tentang diri mereka, jadi bertanyalah kepada mereka sekalipun kita sudah tahu jawabannya. Kadang-kadang respon dan komentar mereka tidak masuk akal sama sekali, terutama jika anak kita masih sangat kecil. Bersabarlah dan selalu gunakan imajinasi kita sambil bertanya, agar kita memahami apa yang mereka katakan kepada kita.

* Tetapkan waktu makan bersama sebagai waktu saling berinteraksi
Di banyak rumah (dan restoran), acara makan keluarga tidak lagi merupakan waktu berinteraksi bersama antar anggota keluarga, karena kehadiran TV atau gadget-gadget lainnya. Akibatnya, orangtua dan anak tidak selalu duduk bersama di meja makan, apalagi saling mengobrol. Cobalah untuk menggunakan waktu makan sebagai kesempatan khusus bagi setiap anggota keluarga untuk membicarakan pengalamannya hari itu. Suasana harus santai agar semua dapat menikmati obrolan dan interaksi yang ada.

* Gunakan lagu
Lagu merupakan alat yang baik untuk membuat anak menjadi ekspresif dan mengingat kata-kata. Bernyanyilah bersama anak kita di manapun kita berada, misalnya saat memasak, saat sedang membersihkan rumah bersama anak atau saat menemaninya berangkat ke sekolah. Ini akan menjadi waktu-waktu yang akrab dan mendorong terjadinya komunikasi yang lebih mendalam pada kesempatan-kesempatan lainnya.

Nah, bagaimana dengan berbagai gadget dan media yang kita (atau anak kita) miliki? Bisakah kita gunakan media sebagai alat bantu untuk mengobrol dengan anak? Tentu bisa saja, asalkan:
* Usahakan untuk mengkonsumsi media bersama-sama
Sekalipun kita dan anggota keluarga memiliki TV/komputer/gadget masing-masing, usahakan untuk menonton atau bermain game bersama-sama, tidak menonton atau bermain game di ruang pribadi masing-masing. Dengan demikian, konsumsi media menjadi waktu kebersamaan antar anggota keluarga.
* Saling bicarakan acara/isi media yang dikonsumsi
Segala jenis acara/isi yang disaksikan oleh anak kita melalui media dapat menjadi topik pembicaraan bersama, apakah itu ceritanya, karakter dari tokoh-tokohnya atau pemandangannya. Ini akan mendorong terjadinya obrolan yang seru antara kita dengan anak. Namun ingat, selalu dengarkan pandangan anak dan doronglah mereka untuk berani mengembangkan pikiran serta imajinasi, sambil tetap senantiasa arahkan mereka.
Bersambung ke Build! edisi berikutnya
(dikutip dari buku “The Media Diet for Kids” karangan Teresa Orange & Louise O’Flynn)

2014-05-30T06:28:31+07:00