//TRI TUNTUTAN HATI NURANI BAYI

TRI TUNTUTAN HATI NURANI BAYI

“…kelahiran adalah sesuatu kegiatan berpasangan dan anggota yang lebih muda (sang bayi) dalam tim itu bekerja sama kerasnya dengan anggota yang tua (sang ibu), barangkali bahkan lebih keras, untuk membuat dirinya dilahirkan. Begitu ia berada di luar, ia harus menyesuaikan diri dengan kecepatan yang mengagumkan terhadap kenyataan bahwa ia tidak lagi berada di dalam lingkungan cairan. Pada saat lahir ia tidak dapat melihat. Secara fungsional ia buta. Namun sejak saat ia berkontak dengan cahaya untuk pertama kali pada saat lahir, ia akan langsung mulai mencoba menggunakan penglihatannya. Ia akan merespon cahaya walaupun mula-mula hal itu hanya sesaat tapi ia dapat lakukan. Ia akan dengan cepat menjadi letih dan tertidur setelah melakukan usaha untuk melihat..

 

Bukan cuma penglihatan saja yang ia perlu segera latih, tapi juga indera yang lain, pendengaran dan peraba. Bahkan pernapasannya belum baik sehingga belum mampu membuat mengeluarkan suara yang berbeda-beda dari mulutnya, hanya tangisan dengan nada yang sama untuk menyampaikan semua kebutuhannya. Dan yang sulitnya bahkan ibunya sendiri biasanya belum dapat mengerti arti dari semua tangisan yang dikeluarkannya. Keadaan ini sungguh bukanlah suatu keadaan yang menyenangkan dan sangat membuatnya letih, oleh karena itu bayi sangat sering tidur karena letih.

Perlu diingat bahwa sejak Allah sudah mempercayakan anak ke dalam sebuah pernikahan dalam wujud janin dalam kandungan sang ibu, maka sesungguhnya ia sudah menjadi anggota keluarga yang baru, yang juga memiliki hak selain kewajiban.
Hak untuk hidup adalah hak paling mendasar bagi setiap anggota keluarga yang perlu dihormati, hanya celakanya untuk anggota keluarga yang terbaru dan termuda ini seringkali haknya “dirampas” ops….. Maaf, maksudnya “tidak sengaja…terampas”, mengapa? jawabannya hanya satu saja…..karena “TIDAK TAHU”.
Karena itu melalui artikel BUILD! ini paling tidak kita bisa mengerti ada 3 Tuntutan Bayi yang seringkali tidak sengaja dirampas darinya.

* Tuntutan #1: “ Kembalikan Hak Bersama Mama Saya!”
Setelah lahir ia biasanya dijauhkan dari ibunya, dibalut dan dibaringkan telentang, dan jika ibunya mengizinkan, sering ditempatkan di ruang perawatan bayi bersama banyak bayi lain. Walaupun bayi tidak dapat melihat atau mendengar ibunya dengan baik pada saat lahir, ia dapat mencium bau ibunya. Ketika bayi tiba di ruang perawatan, ia tidak dapat lagi mencium bau ibunya. Itu sangat menegangkan bagi bayi. Tuntutan secara alami dalam dirinya untuk mempertahankan ibunya selalu berada di sampingnya senantiasa membuatnya menangis. Tapi karena ibunya berada di ruangan yang lain maka tidak ada tanggapan dari usahanya menangis, akhirnya memberikan kesadaran pada dirinya bahwa ia ditinggal oleh ibunya. Ini bukan suatu keadaan yang membesarkan hati bagi bayi yang baru lahir. Keadaan makin menakutkan saat ada bayi-bayi lain yang ikut menangis dan membuat ruangan menjadi gaduh dan semakin menekan perasaan sang bayi. Inikah yang disebut ‘ruang perawatan bayi’?

* Tuntutan #2: “Sesuaikan Suhu Udara Ruangan!”
Ketika bayi tiba di rumah, ia akan terus ‘di-bedong’ (dibungkus selimut) dan diberi pakaian mirip pakaian salju, dan dibuat sampai ia sulit untuk bergerak. Alasan yang utama adalah supaya sang bayi tetap merasa hangat dan tidak kedinginan.
Pertanyaannya mengapa bayi dapat merasa kedinginan? Dari mana datangnya udara yang dingin itu? Jika mereka tinggal di pegunungan yang udaranya dingin atau di daerah subtropis dalam musim salju…ok…ok..saja. Cuma kalau dinginnya udara karena AC, pertanyaannya, “Apakah orang-orang yang usianya lebih tua dari si bayi mau mengalah dengan membuat hangat udara di ruangan tersebut supaya si bayi bisa menikmati hidup di alam yang baru dengan leluasa?”

* Tuntutan #3: “Berikan Hak untuk Bebas Bergerak!”
Semua bayi sejak ia baru lahir sangat ingin menggunakan hak hidupnya untuk bergerak sebebas-bebasnya, ingat…karena ia baru pertama kali menggunakan anggota tubuhnya yang terus bertumbuh. Ia akan menggerakkan lengan dan kaki sekuat-kuatnya pada setiap kesempatan pakaian dan selimutnya dilepaskan, tetapi sayang…hak ini jarang diberikan kepadanya. Biasanya bukannya pengertian dari orang-orang yang menanganinya tapi malahan perasaan jengkel dan kesal dari mereka karena kelakuannya lebih banyak ia dapatkan.

Bukan hanya pakaian dan selimut yang menghalangi usahanya untuk bergerak. Ia hampir selalu dibaringkan terlentang sejak lahir. Dengan posisi itu ia seperti seekor kura-kura yang dibaringkan terlentang. Semua gerakan dorongan yang mengagumkan pada lengan dan kakinya menjadi sia-sia pada posisi itu. Gerakan itu tidak menghasilkan gerakan maju baginya.
Namun ketika ia dibaringkan tengkurap di atas permukaan yang rata dan hangat, semua gerakan lengan dan kakinya yang tampak acak-acakan itu menjadi gerakan produktif yang menghasilkan gerakan ke depan. Apabila ia dibaringkan tengkurap, ia akan mulai melakukan seribu satu percobaan yang harus ia buat untuk menemukan cara menggunakan lengan dan kakinya untuk merayap. Allah menganugerahkan kepadanya kesenangan yang luar biasa untuk menggerakkan tubuh, dan ia memerlukan seluruh waktu yang dapat ia peroleh untuk melakukannya.
Hanya sayang…hak tersebut seringkali dirampasnya tanpa disadari oleh orang tuanya bahkan haknya diganti dengan sejumlah alat-alat canggih yang berjudul “alat bantu pertumbuhan bayi” seperti ‘baby walker’ dan sejenisnya.
Apa yang Tuhan kehendaki bagi kita sebagai orang tua bagi bayi yang baru lahir ini?
Mazmur 127:3 menyatakan bahwa anak-anak adalah PusakaNYA Allah (KJV).
Bagaimana seharusnya kita memperlakukan pusaka dari Pencipta kita yang dititipkan kepada kita? Apakah kita masih berani merampas hak-hak bayi kita setelah membaca artikel ini dan mengetahui kebenarannya?

2019-09-28T09:36:19+07:00