Trojan Horse

Namun, ternyata bangsa Yunani telah menyusupkan tentara mereka ke dalam patung kuda itu. Tengah malam, saat seluruh penduduk kota Troya tertidur, tentara Yunani diam-diam keluar dari patung kuda, membuka gerbang kota dan membiarkan seluruh pasukan tentara Yunani masuk ke dalam kota Troya. Malam itu juga, kota Troya hancur diserang bangsa Yunani yang telah berhasil masuk dalam benteng kota yang kuat.

Kisah mitologi ini mirip gambaran anak Tuhan yang jatuh diserang iblis. Ketika seseorang percaya pada Kristus Yesus, ia menerima keselamatan dan kuasa kemerdekaan. Iblis telah dikalahkan dan dilucuti sehingga tidak bisa menguasai hidup orang yang telah menjadi anak Tuhan itu lagi. Pemazmur menyebutkan bahwa Tuhan kini menjadi benteng perlindungan yang kuat. Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh iblis? Ia telah kalah, hanya seperti singa yang mengaum-aum, tanpa bisa menerkam dan membunuh. Sayangnya, ternyata masih ada kemungkinan iblis untuk masuk menghancurkan jiwa anak Tuhan. Kalau ada celah terbuka di hidup anak Tuhan, itulah “kuda Troya” yang tanpa disadarinya akan membuat iblis leluasa masuk dan memporak-porandakan hidup anak Tuhan itu. Apa saja yang bisa menjadi celah dan kuda Troya itu? Kuda troya anak Tuhan itu adalah kesedihan, kekecewaan, rasa tertolak, trauma, atau kemarahan di masa lalu, yang belum diselesaikan.

Semua perasaan ini jika dibiarkan akan menjadi kuda Troya dalam hidup anak Tuhan. Ketika kita lengah dan lemah, iblis akan masuk melalui perasaan itu dan mulai mencuri damai sejahtera, sukacita, kasih, dan kemurahan yang sebenarnya sudah dimiliki anak Tuhan. Kalau perampokan ini dibiarkan terus-menerus, iblis akan membunuh kehidupan baru yang sudah kita terima dari Kristus Yesus, sampai akhirnya jiwa kita dibinasakannya. Mengapa demikian?

Anak Tuhan yang tidak menyadari kuda Troya dalam hidupnya akan jatuh dalam dosa, termasuk jika ia adalah pemimpin rohani yang terlihat hebat dalam pelayanannya sekalipun. Semakin lama perampokan di dalam hidupnya berlangsung oleh iblis, semakin miskin pula kehidupannya digerogoti dosa. Karena itu, amatlah penting bagi setiap anak Tuhan untuk segera menemukan dan menghancurkan kuda Troya dalam hidupnya. Mintalah pertolongan dari pemimpin rohani atau pemurid untuk menemukan celah-celah kuda Troya yang belum dibereskan dan ditutup, bereskan hingga tuntas dan berpeganglah pada kasih dan penerimaan yang sempurna di dalam Kristus Yesus dan di dalam komunitas anak Tuhan. Hanya dengan demikianlah kuda Troya dalam hidup anak Tuhan akan dimusnahkan dan celah kehidupan tertutup. Iblis pun tidak dapat masuk dan merampok segala yang telah Tuhan sediakan dengan limpah.

Mari, kita selalu hidup dalam komunitas dan melakukan pemuridan. Jangan biarkan iblis masuk melalui celah-celah kuda Troya dalam hidup kita, karena ia hanya akan mencuri, membunuh dan membinasakan.

“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yoh. 10:10)

2019-10-12T11:00:36+07:00