///Tuhan di dalam Hidupku

Tuhan di dalam Hidupku

Kesadaran akan kehadiran Tuhan senantiasa di dalam hidup kita akan menolong kita untuk hidup takut akan Tuhan, menuntun kita ke dalam kehidupan yang berpengharapan, dan memberikan kekuatan kepada kita dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Pertanyaannya, bagaimana kita membangun kesadaran akan kehadiran Tuhan senantiasa dalam hidup kita? Kita harus memahami kebenaran-kebenaran ini:

 

1. “Aku adalah bait Allah”

1 Korintus 6:17 dan 19 berkata, “Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?” Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Korintus bahwa mereka “adalah bait Allah”. Bait Allah artinya rumah Allah atau kediaman Allah. Kata “bait” di sini dalam teks penulisan aslinya berasal dari kata “nahos” dalam bahasa Yunani, yang berarti “rumah”, “kuil”, atau “tempat kediaman sosok yang ilahi” (“dwelling place for a divine being”). Merupakan suatu hal yang istimewa dan luar biasa bahwa tubuh manusia disebut sebagai bait Allah, tempat kediaman Allah! Ternyata, tempat kediaman Allah tidak merujuk kepada bangunan fisik, tetapi mengacu kepada pribadi dan kehidupan manusia.

Tuhan tidak tinggal di tempat-tempat atau bangunan fisik, tetapi di dalam kita, seperti yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 17:24, “Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia.” Tuhan tinggal di dalam kita, sehingga kita adalah rumah-Nya. Ibrani 3:6 pun meneguhkan hal ini, “…tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.”

Allah di dalam kita juga bermakna bahwa Allah beserta dengan kita. Ke mana pun kita dan apa pun yang kita sedang alami, Tuhan bersama-sama dengan kita. Inilah Imanuel yang dimaksud dalam nama Yesus sebagai bayi yang akan dilahirkan di bumi sebagai anak manusia, “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” – yang berarti: Allah menyertai kita,” Matius 1:23. Makna penyertaan Tuhan yang senantiasa bagi kita ini juga dijelaskan di Yohanes 17:23, “Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.”

 

2. “Firman-Nya ada di dalamku”

Yohanes 15:7 berkata, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan Firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” Firman yang tinggal di dalam kita akan menunjukkan kepada kita siapa kita di dalam roh kita, dengan menjadi cermin rohani yang menunjukkan identitas rohani kita. Firman Tuhan menuntun kita ke dalam seluruh kebenaran. Janji-Nya jelas: ketika kita tinggal di dalam Bapa dan Firman-Nya, yang adalah Yesus sendiri, tinggal di dalam kita, kita dapat meminta apa saja yang kita kehendaki dan kita akan menerimanya. Mengapa demikian? Ketika Firman Tuhan tinggal dan menguasai hati, pikiran, dan kehendak kita, tentu setiap permintaan kita selaras dengan Firman Tuhan, sehingga pasti terjadi dan digenapi. Yesaya 55:11 menyebutkan prinsipnya, “… demikianlah Firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” Jangan pernah menganggap remeh atau sepele Firman Tuhan; orang yang meremehkan Firman Tuhan akan menanggung akibatnya (Ams. 19:16).

 

3. “Roh Kudus menyertai dan tinggal di dalamku”

Yohanes 14:16-17 berkata, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai “penolong” ini mempunyai makna asli “seseorang yang dipanggil untuk berjalan bersama” dan “seseorang yang memberi dorongan dan nasihat.”

Di sisi lain, “berdiam” berhubungan dengan tinggalnya Roh Kudus secara permanen dalam hati orang-orang percaya (Roma 8:9; 1 Kor. 6:19, 2:12-13). Pada zaman perjanjian baru, Roh Kudus tidak bekerja dengan durasi waktu yang sementara, atau datang dan pergi. Roh Kudus secara permanen tinggal di dalam kita. Yesus memberikan Roh Kudus sebagai “pengganti” atas kepergian-Nya kembali ke surga, untuk melaksanakan karya yang Yesus ingin kerjakan di dalam kita. Fakta bahwa Roh Kudus tidak akan pernah meninggalkan kita dapat dilihat dalam Efesus 1:13-14, yaitu bahwa orang-orang percaya “dimeteraikan” oleh Roh Kudus yang “diberikan sebagai jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”

Pemahaman dan iman akan kebenaran-kebenaran ini: “aku adalah bait Allah”, “Firmannya ada di dalamku”, dan “Roh Kudus menyertai dan tinggal di dalamku”; akan menolong kita membangun kesadaran bahwa Tuhan senantiasa ada di dalam kehidupan kita. Lalu, jika Allah tinggal di dalam kita, siapakah lawan kita?

2021-08-29T22:45:31+07:00