///Wahyu dari Yesus Kristus

Wahyu dari Yesus Kristus

Kitab Wahyu adalah kitab yang memiliki paling banyak perbedaan tafsiran di antara berbagai kelompok atau denominasi gereja, karena sifatnya sebagai kitab nubuatan yang ditulis menggunakan banyak bahasa simbol. Selama ini, telah muncul banyak tafsiran yang subjektif dan berbeda satu dengan lainnya. Kitab Wahyu, seperti dicantumkan oleh penulisnya dan diteguhkan oleh catatan bapa-bapa gereja, ditulis oleh Rasul Yohanes. Menurut catatan sejarah, kitab ini ditulis kira-kira sesudah zaman pemerintahan Kaisar Domitian (81-95 M), yaitu sekitar tahun 96 M.

Secara umum, ada empat golongan pandangan atau cara penafsiran tentang kitab Wahyu dalam kaitan dengan isi dan waktu terjadinya:
1. Pandangan simbolis (kiasan): pandangan yang percaya bahwa isi kitab Wahyu bukanlah bersifat historis tetapi bersifat simbolis atau alegoris (kiasan). Padangan ini menentang adanya masa 1.000 tahun pemerintahan Kristus secara literal, melainkan percaya bahwa kitab Wahyu adalah kiasan tentang pergumulan antara kebenaran dan kejahatan, antara kota Allah dan kota Setan.

2. Pandangan preteris (masa lalu): pandangan yang percaya bahwa kitab Wahyu menulis tentang kejadian pada masa lampau. Pandangan ini meyakini bahwa kitab Wahyu ditulis sebelum hancurnya kota Yerusalem pada tahun 70 M, dengan tujuan untuk menguatkan orang-orang Kristen yang dianiaya di bawah pemerintahan Nero. Dalam pandangan ini, Kaisar Nero adalah antikristus dan Matius 24:15 digenapi oleh peristiwa penghancuran Yerusalem oleh tentara Romawi pada tahun 70 M. Ada pula versi ekstrem dari pandangan ini, yang disebut hiper-preteris, yang percaya bahwa kedatangan Yesus dan pengangkatan telah terjadi pada tahun 70 M. Padangan ini ditolak dan dianggap sesat oleh pandangan preteris sendiri, karena menyangkal kedatangan Yesus secara fisik.

3. Pandangan historis (riwayat sejarah): pandangan yang percaya bahwa kejadian-kejadian dalam kitab Wahyu adalah kejadian-kejadian yang ada dalam sejarah sejak waktu penulisannya sampai kedatangan Yesus yang kedua, bahkan sampai pemerintahannya yang kekal. Ada pula di antara kelompok-kelompok penganut pandangan ini yang mempercayai bahwa Babel dan Binatang dalam Wahyu pasal 17-18 adalah gereja Roma Katolik dan Paus sebagai antikristus.

4. Pandangan futuris (masa depan): pandangan yang percaya bahwa kitab Wahyu dari sejak pasal 4 sampai selesai adalah peristiwa masa depan; pasal 2-3 adalah peristiwa sejarah pada zaman gereja; pasal 4-18 adalah peristiwa-peristiwa akhir zaman; pasal 19 adalah tentang kedatangan Yesus yang kedua; pasal 20 tentang kerajaan seribu tahun; dan pasal 21-22 tentang kerajaan kekal Kristus. Pandangan ini mempercayai kerajaan seribu tahun secara literal dan kedatangan Yesus sebelum kerajaan seribu tahun dimulai (pre-millennial).

Secara khusus tentang waktu kedatangan Yesus dan pengangkatan dalam kaitan dengan zaman penderitaan (aniaya) dan kerajaan seribu tahun, ada pula beberapa pandangan yang beredar dan dipercayai di kalangan gereja.

Tentang waktu kedatangan Yesus dalam kaitannya dengan masa penderitaan/aniaya:
1. Pre-tribulations (pengangkatan sebelum masa penderitaan/aniaya): pandangan yang percaya bahwa orang-orang Kristen yang sungguh-sungguh tidak akan mengalami penderitaan/aniaya, sebab pengangkatan akan terjadi sebelum penderitaan/aniaya (selama 3,5 atau 7 tahun), lalu sesudah itu barulah Yesus akan datang pada akhir masa penderitaan/aniaya.

2. Mid-tribulations (pengangkatan di tengah-tengah masa penderitaan/aniaya): pandangan yang percaya bahwa semua orang beriman akan masuk bagian awal dari masa penderitaan/aniaya (3,5 tahun pertama), tetapi di tengah-tengah masa itu Yesus datang dan mengangkat orang-orang percaya lalu menghukum yang lain dengan murka Allah dalam masa sisanya (3,5 tahun yang kedua).

3. Post-tribulations (pengangkatan sesudah masa penderitaan/aniaya): pandangan yang percaya bahwa semua orang percaya akan mengalami penderitaan/aniaya, tetapi Tuhan akan melindungi orang-orang percaya dari murka Allah. Setelah seluruh masa penderitaan/aniaya itu (selama 7 tahun), barulah Yesus datang dan pengangkatan terjadi.

Selanjutnya, tentang kedatangan Yesus dalam kaitannya dengan kerajaan seribu tahun:
4. Post-millenial (sesudah kerajaan seribu tahun): pandangan yang percaya saat ini kita sudah melewati masa kerajaan seribu tahun, maka kita sedang menunggu kedatangan Yesus sesudah zaman kerajaan seribu tahun.
5. Pre-millennial (sebelum kerajaan seribu tahun): pandangan yang percaya kedatangan Yesus terjadi sebelum dimulainya kerajaan seribu tahun secara literal.
6. Amillennial (tanpa kerajaan seribu tahun): pandangan yang menyangkal adanya kerajaan seribu tahun secara literal. Bagi penganutnya, kerajaan seribu tahun hanyalah kiasan atau bahasa simbol.

 

Pemahaman Abbalove Ministries secara Korporat tentang Akhir Zaman

Sekarang, mari kita melihat, sebagai jemaat secara korporat, tafsiran yang manakah yang Abbalove Ministries percayai tentang akhir zaman? Walaupun kita semua terbuka untuk belajar tentang berbagai tafsiran tentang kitab Wahyu dan akhir zaman, hasil dari seluruh pembelajaran itu meyakinkan kita untuk menganut pandangan futuris (masa depan), pengangkatan post-tribulations (pengangkatan sesudah masa penderitaan/aniaya), dan kedatangan Yesus pre-millennial (kedatangan Yesus sebelum Kerajaan Seribu Tahun). Mari kita simak uraian singkat berikut berdasarkan pemahaman-pemahaman di atas.

Peristiwa-peristiwa akhir zaman menurut kitab Wahyu

Mari kita lihat urutan waktu (kronologi) dari peristiwa-peristiwa akhir zaman pada kitab Wahyu. Banyaknya tafsiran yang berbeda tentang urutan waktu (kronologi) pada kitab Wahyu terjadi karena penafsir langsung menafsirkan bahasa simbol dalam kitab Wahyu tanpa memiliki patokan/standar yang jelas. Akibatnya muncullah berbagai urutan waktu (kronologi) yang berbeda-beda dan subjektif. Dalam penjelasan Yesus di injil Matius tentang akhir zaman (Mat. 24:3-31), kita menemukan bahwa Yesus menjelaskan akhir zaman menggunakan urutan waktu (kronologi) dan dengan bahasa terus terang (plain language), walaupun disertai beberapa perumpamaan yang mudah dimengerti. Urutan waktu (kronologi) ini dapat dipergunakan sebagai standar/patokan untuk memahami kitab Wahyu dan menemukan uratan waktu (kronologi) yang sama pada kitab Wahyu. Maka, untuk memahami dan menemukan urutan waktu (kronologi) peristiwa-peristiwa akhir zaman di kitab Wahyu, kita membandingkan kitab Wahyu dengan Matius 24:3-25:46.

Selama bulan November ini, kita akan mempelajari dan merenungkan Firman Tuhan tentang akhir zaman dari kitab Wahyu yang disusun berdasarkan urutan waktu (kronologi) dari Matius 24:3-31, sambil berfokus untuk mempersiapkan diri kita masing-masing maupun secara bersama dalam kelompok sel dan jemaat lokal/korporat dalam menghadapi setiap peristiwa dalam urutan waktu (kronologi) itu.
Garis besar isi kitab Wahyu dibandingkan dengan kronologi dalam Matius 24:3-31

Topik/hal/peristiwa yang dibahas

Kitab Wahyu

Matius 24:3-31

Pembukaan Why. 1:1-3
Salam dan doxology (ucapan kemuliaan kepada Allah) Why. 1:4-8
Yesus di antara ketujuh jemaat Why. 1:9-20
Keadaan gereja mula-mula
  • Surat kepada ketujuh sidang jemaat:

-Jemaat Efesus

-Jemaat Smirna

-Jemaat Pergamus

-Jemaat Tiatira

-Jemaat Sardis

-Jemaat Filadelfia

-Jemaat Laodikia

 

-Why. 2:1-7

-Why. 2:8-11

-Why. 2:12-17

-Why. 2:18-19

-Why. 3:1-6

-Why. 3:7-13

-Why. 3:14-22

Visi gereja surgawi masa depan
  • Takhta Allah
Why. 4:1-11
  • Kitab yang dimeterai
Why. 5:1-5
  • Anak Domba pusat gereja
Why. 5:6-14
Permulaan penderitaan
  • Meterai 1: Kuda Putih/Penyesatan
Why. 6:1-2 Mat. 24:4-5
  • Meterai 2: Kuda Merah/Peperangan
Why. 6:3-4 Mat. 24:6-7a
  • Meterai 3: Kuda Hitam/Kelaparan
Why. 6:5-6 Mat. 24:7b
  • Meterai 4: Kuda Hijau Kuning/Kematian, Penyakit, Bencana
Why. 6:7-8 Mat. 24:7c
Penderitaan besar/aniaya: 3,5 tahun zaman Antikristus
  • Meterai 5: Martir yang mati karena aniaya
Why. 6:9-11 Mat. 24:9-28
  • Tuaian 144.000 dan suku-suku bangsa

-Tuaian sulung 144.000

-Tuaian suku-suku bangsa

Why. 7-9; 14-16

-Why. 7:1-8; 14:1-5

-Why. 7:9-17; 14:6-20

Mat. 24:28-31
  • Meterai 6: Kegelapan kosmik
Why. 6:12-17 Mat. 24:29a
  • Meterai 7: Murka Allah dicurahkan

Ketujuh cawan murka Allah, yang adalah peristiwa yang sama dengan ketujuh sangkakala: cawan/sangkakala 1-7

 

Why. 8:1-5

Why. 8:1-9:20; 11:15-19; 15:1-16:21

Mat. 24:29b
Pesan khusus untuk Yohanes Why. 10:1-11
Dua saksi Allah Why. 11:1-14
Perempuan (Gereja) dan Naga Why. 12:1-18 Mat. 24:15-28
Binatang (Antikristus) Why. 13:1-18
Babel besar dan Binatang (Antikristus) Why. 17:1-18:24
Kedatangan Yesus yang kedua kali Why. 19:1-21 Mat. 24:30-31
Kerajaan Seribu Tahun dan penghukuman akhir Why. 20:1-15
Langit, bumi, dan Yerusalem yang baru Why. 21:1-22:5
Pesan kedatangan Tuhan Yesus Why. 22:6-17  
Penutup Why. 22:18-20  

Prinsip, Fokus, dan Sikap Hati Yang Benar tentang Akhir Zaman

Sebagai pribadi, jemaat lokal atau denominasi gereja korporat, kita pasti mempunyai pemahaman tentang kitab Wahyu dan akhir zaman) yang kita yakini sebagai tafsiran yang “benar”. Namun karena pengetahuan kita tentang akhir zaman dan tentang hal-hal masa depan belum sempurna, kita haruslah selalu bersikap terbuka untuk belajar dari berbagai tafsiran yang berbeda dan sambil menantikan apakah prediksi yang dipercayai akhirnya benar-benar terjadi di masa depan. Yesus memberikan sebuah prinsip yang sangat penting dalam “memprediksi masa depan”: “Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.” (Yoh. 14:29 TB)

Jadi, dengan adanya berbagai tafsiran yang berbeda tentang suatu peristiwa di masa depan tentang akhir zaman, bagaimanakah sikap kita agar tidak dibingungkan? Kristus berkata agar kita “tunggu sampai hal itu terjadi”. Setelah terjadi, akhirnya menjadi jelas tafsiran manakah yang benar. Kesimpulannya, dalam memahami tentang akhir zaman, kita perlu membaca Alkitab di satu sisi dan di sisi lain mengikuti berita tentang apa yang terjadi setiap saat di bumi ini.

Selain sikap dalam menghadapi berbagai tafsiran yang berbeda, kita perlu memiliki fokus dan sikap hati yang benar secara pribadi pada masa akhir zaman ini. Tanggung jawab kita yang terutama sebagai orang Kristen bukanlah gelisah memprediksi masa depan atau resah memperdebatkan mana tafsiran yang benar, tetapi tenang sambil mempersiapkan diri menyambut kedatangan Yesus itu. Kitab Wahyu secara khusus menyatakan bahwa posisi dan status kita saat berjumpa dengan Yesus Kristus itu adalah sebagai pengantin atau mempelai-Nya; dan ini pun didukung oleh beberapa bagian lain di Alkitab. Kedatangan-Nya digambarkan sebagai perjamuan kawin atau pernikahan Anak Domba, dan seperti Sang Pengantin Pria itu adalah sempurna (Anak Domba yang tak bercacat dan tak bercela), demikian pula kita akan menjadi Pengantin Wanita yang sempurna (juga tak bercacat dan tak bercela, serupa dengan Dia, sehingga layak bersanding dengan Dia).

Kesempurnaan dan keserupaan dengan Kristus inilah yang perlu kita kejar. Seiring dengan semakin meningkatnya pemahaman kita tentang berbagai tafsiran serta kenyataan peristiwa akhir zaman, marilah kita berfokus untuk semakin mempersiapkan diri di dalam kebenaran, kasih, dan kekudusan. Inilah yang menjadi pembelajaran kita secara khusus dalam bulan ini. Mari mempersiapkan diri bersama-sama, sampai tiba waktunya kita bersanding dengan Yesus Kristus sebagai pasangan pengantin yang sepadan dan sempurna, dalam pernikahan surgawi yang indah itu!

2019-10-11T10:44:34+07:00