//Walking Together, Walking Forward (携手同行,勇往直前)

Walking Together, Walking Forward (携手同行,勇往直前)

Done. Finally. Anita breathed a sigh of relief seeing what she had just done: transferring an amount of money to help pay for the medical treatment of the child of a coworker at the office, and inviting her friends to do the same. In that sigh of relief, Anita felt a different and special sense of joy.

——————————-

最后。 好的。 安妮塔看到自己刚刚做了些什么,松了口气:寄了一些钱来帮助支付办公室同事孩子的治疗费用,并邀请她在 WhatsApp 小组中的朋友群也这样做。 在那呼出最后一口气中,安妮塔找到了一种不同的、特别的幸福感。

——————————–

Akhirnya. Beres. Anita mengembuskan napas lega melihat apa yang baru saja dilakukannya: mentransfer sejumlah uang untuk membantu pembiayaan pengobatan anak rekan kerjanya di kantor, serta mengajak teman-temannya di grup WhatsApp untuk melakukan hal yang sama. Dalam embusan napasnya itu, Anita mendapati rasa kebahagiaan yang berbeda dan istimewa.

————————————–

 

Anita works for a multinational company in the Public Relations department, while occasionally doing Christian ministry works using her foreign language skills. Last month, Anita and some of her friends started an important ministry project: translating a series of Bible study materials on giving. They are a group of long-time Christian friends who also love using their foreign language skills, and they like to share information about interesting translation projects to work on. That time, they were trusted by a Christian organization to translate some material about giving, which then left a special mark on Anita’s heart personally.

安妮塔在一家跨国公司的公共关系部办公室工作,同时偶尔使用她的外语技能做基督教事工。上个月,安妮塔和她的一些朋友得到了一个重要的特殊事工项目:翻译一系列关于奉献的圣经学习材料。他们确实是基督徒,也是外语爱好者,他们喜欢分享有趣的翻译项目信息。那一次,他们被一个基督教组织委托翻译有关捐赠的材料,这些材料在安妮塔个人的心中留下了特殊的印记。

Anita bekerja di kantor sebuah perusahaan multinasional di bagian Public Relations, sambil sesekali melakukan pelayanan Kristen menggunakan kemampuan bahasa asingnya. Bulan lalu, Anita dan beberapa temannya mendapat proyek pelayanan khusus yang penting: menerjemahkan serangkaian materi pelajaran Alkitab tentang memberi. Mereka memang sesama orang Kristen yang juga penggemar bahasa asing, dan mereka suka berbagi informasi tentang proyek-proyek penerjemahan yang menarik untuk dikerjakan. Kali itu, mereka dipercaya oleh sebuah organisasi Kristen untuk menerjemahkan materi tentang memberi, yang kemudian meninggalkan torehan khusus di hati Anita secara pribadi.

 

 

When the need for translation arose, Farah, the one who knew the Christian organization personally, invited Anita, Surya, and Bobby to work on it together. The material they worked on together was quite large in volume. Anita got to work on the longest segment, which included inspiring true stories from around the world about giving. Unexpectedly, Anita’s portion of work made her go back to his childhood and rethink his adult life.

当需要翻译时刻的出现,法拉 作为一个了解到拥有该材料的基督教组织的人,邀请 安妮塔、苏利亚 和鲍比一起工作。 他们一起工作的材料体量很大。安妮塔分配到制作最长的片段,其中包括来自世界各地的关于捐赠的鼓舞人心的真实故事。 没想到,安妮塔翻译的文字让他回想起童年时期,重新思考了自己的成年生活。

Sejak kebutuhan penerjemahan itu muncul, Farah, sebagai orang yang memang mengenal organisasi Kristen pemilik materi itu, mengajak Anita, Surya, dan Bobby untuk mengerjakannya bersama. Materi yang mereka kerjakan bersama itu cukup besar volumenya. Anita kebagian mengerjakan segmen yang terpanjang, yang di antaranya berisi kisah-kisah nyata inspiratif dari berbagai belahan dunia tentang memberi. Tanpa disangka-sangka, teks yang diterjemahkan Anita membuatnya kembali ke masa kecilnya dan memikirkan ulang masa dewasanya.

 

 

One of the sentences that Anita had translated was a nostalgic question, “What experiences do you remember about money and giving from your childhood?” As her fingers typed fast, bitter memories began to resurface in Anita’s mind. In the past, when she was only 6 years old, Anita’s parents went bankrupt. Unpaid debts in the bank caused their house to be confiscated at once and their family was evicted. They were then accommodated in a small unused pavilion belonging to a friend of his parents. Almost all of Anita’s toys were not brought from her confiscated home, and the family’s favorite dog soon fell ill and died. Anita’s favorite foods were also no longer available. After a few months in the pavilion, Anita’s mother gave birth to a baby, Anita’s younger sister. Since then, Anita not only had to resist the urge to enjoy things she loved as a child, but also witnessed her little baby sister growing up from breastfeeding only to learn to take on whatever adult food was available. In her far-from-perfect childish understanding, Anita learned that money was hard to get and that pleasures and desires are not good… Suddenly, old memories and feelings stabbed Anita in her heart again, as her grown self now translated those phrases.

安妮塔翻译的其中一个句子是一个怀旧的问题,“你还记得童年时关于金钱和捐赠的哪些经历?”随着她的手指快速打字,安妮塔的脑海中开始出现痛苦的回忆。过去,安妮塔6岁的时候,父母就破产了。银行的未偿债务导致他们的房子突然被没收,他们全家人被驱逐,他们被安置在他父母朋友的一个被废弃的小房屋里。安妮塔几乎所有的玩具都不能从原来的家里带走,家里最喜欢的狗很快病倒了。 安妮塔最喜欢的食物也不能再得到。在他们住在小屋子里几个月后,安妮塔的母亲生下了一个婴儿,也就是安妮塔的妹妹。从那以后,安妮塔不仅不得不忍住享受她曾经喜爱的事物的冲动,还目睹了她可爱的小妹妹从母乳喂养长大,最终学会食用成人简单的食物。在她远非完美的童年理解中,安妮塔了解到金钱来之不易,快乐和愿望并不好……突然,随着安妮塔长大,这些感受的记忆重新浮现,在正在翻译关于这些记忆的问题上。

Salah satu kalimat yang Anita sempat terjemahkan adalah pertanyaan yang membawa nostalgia, “Pengalaman apa yang Anda ingat tentang uang dan memberi dari masa kecil Anda?” Sambil jari-jarinya mengetik cepat, kenangan yang getir mulai terbayang di benak Anita. Dulu, saat usianya baru 6 tahun, orang tua Anita bangkrut. Utang yang tak terlunasi di bank membuat rumah mereka mendadak disita dan mereka sekeluarga terusir hingga ditampung di paviliun mungil yang tak terpakai milik seorang kawan orang tuanya. Hampir semua mainan Anita tidak terbawa dari rumah asal, dan anjing kesayangan keluarga pun tak lama setelah itu jatuh sakit hingga akhirnya mati. Makanan-makanan kesukaan Anita juga tak pernah ada lagi. Selang beberapa bulan mereka tinggal di paviliun itu, ibu Anita melahirkan bayi, adik perempuan Anita. Sejak saat itu, Anita bukan hanya harus menahan keinginannya sendiri untuk menikmati ini-itu yang dulu digemarinya, tetapi juga menyaksikan sendiri adik bayinya yang lucu itu tumbuh dari masa menyusu dengan akhirnya belajar menikmati makanan orang dewasa yang seadanya. Dalam pemahaman kanak-kanaknya yang jauh dari sempurna, Anita belajar bahwa uang itu sulit didapat dan kesenangan serta keinginan itu tidak baik… Tiba-tiba saja, kenangan perasaan itu muncul kembali saat Anita dewasa kini menerjemahkan pertanyaan tentang kenangan itu.

 

 

The next part of the text Anita translated brought another surprise. The parable of the workers in the vineyard, which Jesus told His disciples in Matthew 20:1-16. Many times a day, the owner of the vineyard called for hired men to work. Some were called in and started work from the start of the working day in the morning, some from the middle of the day, some from the evening, and then others were called and started work exactly one hour before the end of the working day. Interestingly, when wages were paid at the end of the working day, each worker actually received the same amount, even though they each worked for different durations of time. Anita imagined, of course it doesn’t matter if she were the worker who only worked for one hour, because the wages she received were equal in amount to the wages of a full day’s work. On the other hand, she understood the frustration of those other workers, especially those who had been working since the morning, because their hard work was rewarded just the same as those workers who had only worked for one hour! How unfair! Anita’s mind was busy remembering several similar incidents, when certain people she considered “lazy” and “lacking” in hard work actually received nice blessings. But then, Anita’s eyes looked at the words spoken by the vineyard’s owner, which by the way in the parable describes God himself, “… or are you jealous, because I am generous?” Her heart seemed to lay bare with all in it before God at that time. Anita found the jealousy in a dark corner of her heart.

还没完让安妮塔的心沉入童年,她翻译的下一段文字带来了另一个惊喜。耶稣在马太福音 20:1-16 中讲述的葡萄园工人的比喻。葡萄园的主人一天要多次请雇工在他的园子里工作。有些人从早上工作日开始就被叫来工作,有些人从中午开始工作,有些人从天黑开始,然后另有人被叫来并在工作日结束前一小时开始工作.有趣的是,当在工作日结束时分配工资时,每个工人实际上都得到了相同的工资,尽管他们每个人的工作时间不同。安妮塔想,如果她是一个只工作一小时的工人当然没关系,因为她得到的工资等于一整天工作的工资。另一方面,安妮塔也理解其他工人的沮丧,尤其是那些从早上开始工作的工人,因为他们的辛勤工作得到了与只工作一个小时的工人一样的回报!哇,多么不公平!安妮塔的脑海里正忙着回想几件类似的事情,当某些她认为 “懒惰” 和 “不努力” 的人,居然得到了愉快的祝福。然而,安妮塔的眼睛随后看着葡萄园主人所说的话,比喻中描述了上帝自己,“……你嫉妒,因为我很慷慨吗?”那时,他的心仿佛赤裸裸地在神面前无法再遮掩。安妮塔发现嫉妒存在于她内心的阴暗角落,这让她判断某些人 “不配” 得到与她努力工作所获得的祝福。

Belum reda rasanya hati Anita terbawa ke masa kecil, bagian teks berikutnya yang dia terjemahkan membawa kejutan lain. Perumpamaan tentang para pekerja di kebun anggur, yang Yesus ceritakan di Matius 20:1-16. Berulang kali dalam sehari, sang pemilik kebun anggur itu memanggil orang-orang upahan untuk bekerja di kebunnya. Sebagian dipanggil dan mulai bekerja sejak awal hari kerja di pagi hari, sebagian lain sejak tengah hari, sebagian lain sejak petang hari, lalu sebagian lainnya lagi dipanggil dan mulai bekerja tepat satu jam sebelum hari kerja berakhir. Menariknya, saat upah dibagikan pada akhir hari kerja itu, setiap pekerja ternyata menerima upah yang sama, meski mereka masing-masing bekerja dalam durasi waktu yang berbeda-beda. Anita membayangkan, tentu tak masalah kalau dirinya menjadi pekerja yang hanya bekerja selama satu jam itu, karena upah yang diterimanya senilai upah sehari kerja penuh. Di sisi lain, Anita juga sangat mengerti kekesalan hati para pekerja lainnya, terutama yang telah bekerja sejak pagi hari, karena kerja keras mereka dihargai sama dengan pekerja yang hanya bekerja satu jam! Wah, betapa tidak adilnya! Pikiran Anita sibuk mengingat beberapa kejadian serupa, ketika orang-orang tertentu yang dianggapnya “malas” dan “kurang bekerja keras” malah mendapatkan berkat-berkat yang menyenangkan. Namun, mata Anita lalu menatap kalimat yang diucapkan sang pemilik kebun anggur itu, yang dalam perumpamaan itu menggambarkan Tuhan sendiri, “… iri hatikah kamu, karena aku murah hati?” Hatinya serasa telanjang tanpa bisa ditutup-tutupi lagi di hadapan Tuhan saat itu. Anita menemukan rasa iri itu di sudut gelap hatinya, yang membuatnya selama ini menilai bahwa orang-orang tertentu “tidak pantas” menerima berkat seperti yang diusahakannya dengan kerja keras.

 

 

“What fear keeps you from giving?” was another question that appeared in the material Anita was translating. This time, Anita knew the answer rightaway. Behind the jealousy that hid in the corner of his heart, there was a fear that she herself and her loved ones would be left wanting again, like in her childhood. Even with the fact that God has too often proven His providence, that let Anita and her family live well in His sufficient blessings.

“是什么恐惧阻止了你去给予?” 是安妮塔正在翻译的材料中出现的另一个问题。 这一次,安妮塔知道了答案。 隐藏在内心角落背后的嫉妒,有一种害怕自己和亲人会再次回到缺乏的恐惧,就像小时候一样。事实上,上帝经常证明祂对安妮塔和她的家人的供应,他们在祂的祝福下长期生活得很好。

“Ketakutan apa yang menghalangi Anda untuk memberi?” ialah pertanyaan lain yang muncul di materi yang Anita sedang terjemahkan itu. Kali itu, Anita tahu jawabannya. Di balik rasa iri yang bersembunyi di sudut hatinya itu, ada ketakutan bahwa dirinya sendiri serta orang-orang terkasihnya akan kembali berkekurangan, seperti pada masa kecilnya dulu. . Padahal, terlalu sering Tuhan membuktikan penyediaan-Nya bagi Anita dan keluarganya, dan mereka telah lama hidup berkecukupan oleh berkat-Nya.

 

 

For a moment, Anita felt God was sitting there, in front of her at the desk. That night, when Anita was working on the translation ministry project after her working day at the office, God reminded her of her heart’s reaction when three days before that she had received news that the little daughter of Iwan’s, one of her co-workers at the office, needed financial assistance for a medical treatment for her congenital heart disease. Iwan had quite a reputation, yes; he often asked for permission to leave early from work, or to take more days off than appropriate, and even skipped work or failed his own work commitments. Because of Iwan’s reputation, Anita had always thought that Iwan was lazy and that it was only natural that he never got a raise. When the news about Iwan’s need for his daughter’s medical treatment circulated in the office, Anita felt that Iwan should have worked harder to be able to meet his child’s financial needs. It never crossed her mind to participate in any financial contribution.

即刻,安妮塔觉得上帝就坐在她面前的办公桌前。 那天晚上,当安​​妮塔在办公室工作了一天后正在从事服务项目时,上帝提醒她,三天前她收到消息说伊万的蹒跚学步的孩子,是他办公室的一位同事,需要经济援助时,她内心的反应去帮助他治疗先天性心脏病。 众所周知,伊万经常要求请假提前下班回家,或者休假,甚至从他的工作承诺中逃避工作。 因为伊万的表现,安妮塔一直认为伊万很懒惰,没有加薪是理所当然的。 当伊万的孩子的需要帮助医疗费用的消息在办公室里流传时,安妮塔觉得伊万应该越来越努力地工作,使得能满足孩子的经济需求。 安妮塔从来没心里有想过参与提供经济援助。

Sejenak, Anita merasakan Tuhan seolah duduk di situ, di hadapannya di meja kerja itu. Malam itu saat Anita mengerjakan proyek pelayanan itu seusai hari kerjanya di kantor, Tuhan mengingatkan dirinya akan reaksi hatinya saat tiga hari yang lalu dia mendapat kabar bahwa anak balita Iwan, salah satu rekan kerjanya di kantor, butuh bantuan biaya untuk berobat dari penyakit kelainan jantung bawaan yang dideritanya. Iwan memang dikenal sering meminta izin pulang lebih awal dari kantor, atau cuti, dan bahkan mangkir dari komitmen pekerjaan yang dijanjikan. Karena reputasi Iwan itu, Anita selama ini menganggap Iwan malas dan wajar saja tidak kunjung mendapatkan kenaikan gaji. Saat kabar tentang kebutuhan biaya pengobatan anak balita Iwan itu beredar di kantor, Anita merasa Iwan seharusnya bekerja lebih giat dan sungguh-sungguh supaya sanggup memenuhi kebutuhan biaya anaknya. Tak terlintas sama sekali di hati Anita untuk ikut memberi bantuan dana.

 

 

 

That night, when Anita was alone, God’s Word spoke clearly. The previous day, the translation team’s Whatsapp group was a bit noisy because Bobby shared his personal enlightenment about generosity, to which Farah and Surya responded enthusiastically with their own respective enlightenment. Anita herself had been silent, because she did not feel that she had received  any enlightenment from the material. But that night, Anita knew, her heart was being changed by God Himself, because now she understood that the Most Generous God lives in her. Far different from her previous tendencies, Anita now felt like giving. In fact, the amount of her gift appeared in her heart.

那天晚上,当安​​妮塔独自一人时,上帝的话语说得很清楚。 前一天,翻译团队的 Whatsapp 群有些拥挤,因为 鲍比 分享了他对怜悯的启示,法拉 和 苏利亚 用各自的启示热情回应。 昨天安妮塔本人一直保持沉默,因为她并没有感觉到自己从材料中得到了启示。 但是那天晚上,安妮塔知道,她的心正在被上帝亲自改变,因为现在她明白了那怜悯的神住在她的心里。 与之前的感受不同,安妮塔现在有一种给予的感觉。 甚至,他的奉献数目也出现在了他的心中。

Malam itu, ketika Anita sendirian, Firman Tuhan berbicara jelas. Hari sebelumnya, grup Whatsapp tim penerjemahan itu agak ramai karena Bobby menceritakan pencerahan yang didapatnya soal bermurah hati, yang kemudian ditanggapi dengan penuh semangat oleh Farah dan Surya pula dengan pencerahan mereka masing-masing. Anita sendiri diam saja kemarin, karena dia tidak merasa mendapat pencerahan dari materi itu. Namun malam itu, Anita tahu, hatinya sedang diubah oleh Tuhan sendiri, karena kini dia mengerti bahwa Tuhan yang Maha Murah Hati itu hidup di dalam dirinya. Berbeda dari kecenderungan perasaannya sebelumnya, Anita kini merasa ingin memberi. Bahkan, angka pemberiannya pun muncul di hatinya.

 

 

 

So, that’s exactly what she did. Anita typed in Iwan’s account number which she had received from a text message circulating in the WhatsApp group of her coworkers, then entered the amount that had appeared in her heart. Transfer now. Click. Done.

所以,他就是这么去做的。 安妮塔输入了她从WhatsApp办公室朋友群中流传的一条短信中收到的伊万的帐号,然后输入了她心中刚出现的奉献邮。 立即转输。 点击。 完毕。

Maka, itulah yang dilakukannya. Anita mengetikkan nomor rekening Iwan yang sempat diterimanya dari pesan teks yang beredar di grup WhatsApp teman-teman kantor, lalu memasukkan angka pemberian yang tadi muncul di hatinya. Transfer sekarang. Klik. Selesai.

 

 

 

After the transfer, Anita took a break from the translation project. She took her cellphone and typed a text message in the translation team’s WhatsApp group. She told her friends about the change of heart she had just experienced, as well as the actions she had taken. Also, Anita invited Farah, Surya, and Bobby to contribute in giving for Iwan’s children, according to God’s guidance for each of them. Just as Anita suspected, her translator friends immediately welcomed the opportunity to give.

转输后,安妮塔从翻译项目中休息了一段时间。 他拿起手机,在翻译团队的 WhatsApp 群里输入了一条短信。 他讲述了他刚刚经历的心灵的改变,以及他所采取的行动。 别忘了,安妮塔还邀请 法拉、苏利亚 和 鲍比 参与为 Iwan 的孩子们提供经济援助,按照上帝对他们每个人的引导。 正如安妮塔所预料的那样,她的翻译同事们立即热烈欢迎这个机会。

Setelah transfer itu, Anita mengambil jeda sejenak dari proyek penerjemahan itu. Diambilnya ponselnya, lalu diketiknya pesan teks di grup WhatsApp tim penerjemahan. Diceritakannya perubahan hati yang baru saja dialaminya, sekaligus tindakan yang dilakukannya. Tak lupa, Anita juga mengajak Farah, Surya, dan Bobby untuk ikut memberi bantuan dana untuk anak Iwan, sesuai tuntunan Tuhan bagi mereka masing-masing. Tepat seperti dugaan Anita, rekan-rekannya sesama penerjemah itu segera menyambut hangat kesempatan memberi itu.

 

 

Sigh… Bad things and old wounds that had been hidden for decades in the dark corners of Anita’s heart were exposed and taken down, through this project she worked on as a ministry service with her friends. This was not the first time that Anita, Farah, Surya, and Bobby have experienced some sort of personal enlightenment and a change of heart through the various things they did together. Thinking of it, Anita could only give thanks inside…

呼…… 隐藏在安妮塔内心黑暗角落里几十年的坏事和旧伤揭开了,通过这个项目,她与同龄人一起作为服务而工作。 这不是 安妮塔,法拉、苏利亚 和 鲍比第一次通过他们一起做的各种事情而经历启蒙和改变心意。 安妮塔非常感谢…

Fiuh… Hal-hal buruk dan luka-luka lama yang puluhan tahun tersembunyi di sudut-sudut gelap hati Anita terbongkar, melalui proyek yang dikerjakannya sebagai pelayanan bersama kelompok sejawatnya ini. Ini bukan pertama kalinya Anita, Farah, Surya, dan Bobby mengalami pencerahan dan perubahan hati melalui berbagai hal yang mereka lakukan bersama. Anita bersyukur sekali…

 

 

 

This time, her spiritual journey with them led her to repentance from an envious and judgmental heart, to become generous and giving. Through various experiences in their past, Anita remembers that together, they always agreed wholeheartedly and supported each other to obey God’s guidance they had each received; and that’s what matters most to Anita. Tomorrow or next time they do anything together, who knows how God will work to renew their heart, but Anita knows that it will only lead to beauty. Nothing else.

这一次,他与信仰团体的精神之旅使他从嫉妒和评判的心中悔改,变得怜悯和爱奉献。 通过各种经历,安妮塔记得,当他们学会顺服他们所接受的上帝的引导时,他们是同心的,互相支持的。 这对安妮塔来说是最重要的。 明天或下一次相聚,安妮塔不知道上帝会为他们每个人做什么更新,但更新一定会产生美丽。 确定。

Kali ini, perjalanan rohaninya bersama komunitas seimannya ini membawanya bertobat dari sikap hati yang iri dan menghakimi, menjadi murah hati dan suka memberi. Melewati berbagai pengalaman, Anita ingat bahwa bersama-sama, mereka selalu sehati dan saling mendukung saat belajar taat melakukan tuntunan Tuhan yang mereka dapatkan; dan itulah yang terpenting bagi Anita. Esok hari atau dalam kebersamaan berikutnya, Anita tak tahu pembaharuan apa lagi yang akan Tuhan kerjakan bagi mereka masing-masing, tetapi pembaharuan itu pasti akan menghasilkan keindahan. Pasti.

 

 

 

So because in Christ there is counsel, if there is consolation of love, if there is fellowship of the Spirit, if there is tenderness and compassion, therefore complete my joy with this: be of one mind, in one love, one soul, one purpose, … In your life together, put your thoughts and feelings that are also in Christ Jesus…” – Philippians 2:1-5

 

所以,在基督里若有什麽劝勉,爱心有什麽安慰,圣灵有什麽交通,心中有什麽慈悲怜悯, 你们就要意念相同,爱心相同,有一样的心思,有一样的意念,使我的喜乐可以满足。 凡事不可结党,不可贪图虚浮的荣耀;只要存心谦卑,各人看别人比自己强。 各人不要单顾自己的事,也要顾别人的事。 你们当以基督耶稣的心为心

(腓2:1-5)

Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, … Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus …” – Filipi 2:1-5

2022-06-28T09:42:18+07:00