///Wanita dalam Pemuridan

Wanita dalam Pemuridan

Kalau Anda adalah wanita seperti saya, tentu Anda biasa mengalami dunia sering berpendapat dan masyarakat sering memperlakukan wanita sebagai golongan lemah yang “kelas dua”. Pertanyaannya, benarkah pandangan itu? Dalam konteks kehidupan kita sebagai orang Kristen dan jemaat Gereja, siapakah kita, para wanita ini?

Peran wanita dalam kehidupan Gereja dan pemuridan Kristen sesungguhnya sangatlah berarti dan penting. Wanita yang taat dan memiliki iman yang kuat memiliki peran signifikan dalam membangun dan memperkuat iman komunitas Kristen. Secara naluriah, wanita cenderung berfungsi dalam mengasuh, mendidik, dan merawat. Dalam Gereja pun demikian. Wanita seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai anggota jemaat lokal, tetapi juga mengambil tanggung jawab untuk berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan pemuridan dan pembinaan rohani. Melalui kehadiran dan kontribusi mereka, wanita Kristen sebenarnya dapat memberikan kekuatan dan inspirasi kepada seluruh jemaat dalam menghayati dan mempraktikkan ajaran Kristus. Contohnya, mereka dapat menjadi guru atau mentor bagi anggota komunitas yang sedang mencari penggembalaan rohani, serta juga berperan aktif dalam pengajaran dan pembinaan spiritual terutama bagi wanita-wanita lain yang lebih muda. Selain itu, wanita Kristen pun perlu berperan nyata di melalui iman Kristennya di tengah-tengah masyarakat, dengan mempraktikkan nilai-nilai iman mereka dalam bentuk dukungan dan perhatian kepada sesama, pelayanan sosial, dan membantu orang yang membutuhkan.

Lalu, bagaimana tepatnya peran dan keberadaan wanita dalam pemuridan Kristen?

 

Pemuridan itu sendiri bukanlah sebuah program yang dijalankan secara formal dan rutin dalam ruang kelas dan/atau periode waktu tertentu. Pemuridan yang sesungguhnya adalah sebuah gaya hidup, sebagaimana yang Kristus contohkan bersama kedua belas murid-Nya semasa kehidupan-Nya di bumi.  Maka, pemuridan patut dipahami dan dijalankan sebagai hubungan yang disengaja dan sungguh-sungguh diusahakan (intensional) dengan orang-orang yang “Tuhan pertemukan” dengan kita, dengan berfokus pada praktik nilai-nilai kebenaran Firman Allah. Bagaimana wanita Kristen memuridkan tertulis dalam Titus 2:3-5, “Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar firman Allah jangan dihujat orang.”

Siapakah yang dapat kita muridkan? Tentu saja, orang atau komunitas pertama yang perlu kita muridkan adalah keluarga kita masing-masing. Dalam keluarga kita, mungkin masih ada orang-orang yang belum percaya kepada Kristus atau yang masih hidup sebagai orang tidak beriman. Langkah awal kita dalam memuridkan mereka adalah dengan kita sendiri menjadi saluran kasih Allah bagi mereka, yang terus mengasihi dan mendorong mereka untuk bertumbuh dalam kasih karunia dan pengenalan akan Kristus. Atau, jika semua anggota keluarga telah percaya kepada Kristus, seorang ibu tentu tetap perlu memuridkan anak-anaknya untuk memiliki iman kepada Kristus dan bertumbuh dalam iman itu. Khusus sebagai seorang ibu, wanita memiliki pengaruh yang signifikan dalam kehidupan anak-anaknya. Ibu diberi mandat untuk membesarkan anak “dalam disiplin dan nasihat Tuhan” (Efesus 6:4, FAYH, berkata, “Dan sekarang sedikit nasihat kepada para orang tua. Jangan terus-menerus menggusari dan mencari-cari kesalahan anak-anak Saudara, sehingga membuat mereka marah dan jengkel. Tetapi didiklah mereka dengan tata tertib yang penuh kasih dan yang menyukakan hati Allah, dengan saran-saran dan nasihat-nasihat berdasarkan firman Allah.”) Seorang ibu mengajar dan menunjukkan kepada anaknya bagaimana cara mengikuti Yesus dalam segala aspek kehidupan, termasuk menceritakan kisah pertobatan pribadinya sendiri, baik pertobatan awal saat baru mengenal Kristus maupun pertobatan sehari-lagi dalam mengikut Kristus. Perlu selalu diingat pula, pemuridan tidak berakhir ketika anak-anak atau keluarga kita percaya kepada Yesus. Selama kita hidup, kita tetap harus terus berdoa dan memuridkan agar mereka terus bertumbuh dan bertekun di dalam Kristus sampai akhir.

 

Nah, selain keluarga, Kristus juga memanggil kita untuk mengasihi sesama dalam lingkup yang lebih luas.  Yesus berkata di Lukas 10:27, “… dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Yesus pun berhadapan dengan pertanyaan “Siapakah sesamaku?” Sesama kita adalah siapa saja yang ada dalam lingkaran kehidupan kita. Dalam keseharian, kita tentu berjumpa dengan banyak orang yang berbeda. Di lingkungan tempat tinggal kita bertemu dengan tetangga, di tempat pekerjaan kita bertemu dengan rekan kerja, dan di dalam rumah kita bertemu dengan ART maupun pengasuh anak. Kita perlu dengan sengaja dan bersungguh-sungguh menjalin hubungan kasih dengan sesama kita itu di dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana yang ditunjukkan dalam kisah tentang orang Samaria yang baik hati. Dalam keseharian, kita dapat meluangkan waktu sejenak untuk menunjukkan kasih Kristus kepada mereka, sebagai kesempatan untuk memperkenalkan Kristus.

Dalam dunia yang sering kali penuh dengan kegelapan dan kebingungan, wanita Kristen tidak seharusnya menjadi kaum lemah dan “kelas dua”. Wanita Kristen justru adalah pejuang iman yang gigih, sekaligus tokoh penting dalam penyebaran kasih-Nya kepada orang-orang sekitarnya. Wanita Kristen harus aktif terlibat dalam pemuridan dan mengambil peran yang vital dalam membawa harapan dan sukacita kepada banyak orang. Melalui prosesnya, mereka akan menjadi saksi hidup atas perubahan yang terjadi dalam hidup seseorang ketika mereka mengalami kehadiran Tuhan.

 

Pertanyaan Refleksi:

  • Sudahkah Anda terlibat dalam pemuridan? Jika sudah, bagaimana Anda biasa memuridkan?
  • Jika belum, apakah yang selama ini menjadi kendalanya? Bawalah kendala itu dalam doa dan mintalah pencerahan dari Roh Kudus agar Anda dapat mulai memuridkan.
  • Peluang apa saja yang sebenarnya ada dalam keseharian Anda untuk memuridkan orang-orang di sekitar Anda? Kapan Anda akan mulai mempergunakan peluang-peluang itu?
2024-02-27T15:03:20+07:00