//Where Are We, Really? (我们到底在哪里?)

Where Are We, Really? (我们到底在哪里?)

The Parable of the Lost Son in Luke 15, Reimagined

重温路加福音第 15 章中浪子的比喻

Penghayatan Ulang Perumpamaan tentang Anak yang Hilang dalam Lukas 15

 

 

Never have I expected to be in this situation I am in now: away from home, pretty much naked if it weren’t for the ragged pants and stinky old shirt with more than a few holes sticking on my skin, a very hungry man, and completely alone. I guess it’s time for me to accept it as my new reality. Or, should I?

我从来没有想过我会处于这样的境地:远离家乡,除了破烂的裤子和一件散发着难闻气味的旧衬衫之外几乎赤身裸体,还粘满了破洞而贴在皮肤上,极度饥饿,确实很孤独。 我想这时候是我接受这一切作为我新生活的现实了。 应该是这样吗?

Tidak pernah kusangka akan berada dalam situasi seperti sekarang ini: jauh dari rumah, nyaris telanjang kecuali celana compang-camping dan kemeja tua berbau busuk dan penuh lubang yang menempel di kulitku, amat sangat lapar, dan benar-benar sendirian. Rasanya sudah waktunya aku menerima semua ini sebagai kenyataan hidupku yang baru. Haruskah begini?

 

 

Just earlier today, I asked my boss for a little helping from the food I’ve been handling for his hogs, and he said no. He told me to shut up and get to work, that I should only get my food from the salary he’d give me once my day’s work is done. “Nothing is free here, son,” he said, “everything you need, everything you want, you must work for it. With the money you earn, you buy it.” “Son” was the word he used. I wonder if he thinks of me as his son, or a son, at least. I wonder if he realizes I too am a son of a father, and that makes me wonder how my own father is doing back home. My father did treat me as his son, I remember. He made sure I was well-fed even before I became hungry, he provided everything I needed, he protected me from harm, he taught me things and guided me, he reminded me over and over again that I was his son, even took pride at introducing me as his son to his colleagues and workers. God, I miss my father… That man I once thought would get in the way of my freedom, I miss him. Right here, right now, drowned in filth and sweat but lacking in everything, I miss him.

就在今天早上,我向老板先生要了一些我为猪准备的食物,他说不可以。 他说我应该闭上嘴去工作。我只能用完成日常工作后的工资来买食物。 “这里没有什么是免费的,‘儿子,’他说,‘……你必须努力获得你需要的一切和你想要的一切。 赚到的钱以后再用。” 老板先生使用了“ ‘孩子” 这个词。 我想知道他是否认为我是他的儿子,或者至少他意识到我也是某人的孩子。 他是否意识到我也有一个父亲,所以我开始思考我父以及他在家里的情况。 我清楚地记得,我的父亲显然有意识地把我当作他的儿子来照顾。 父亲总是确保我有足够的食物,甚至在我的胃有机会感到饥饿之前。 父亲提供了我所需要的一切,保护我免受伤害,教我很多东西并指导我做各种事情。 他还一再提醒我,我是他的儿子,甚至自豪地向他的同事和工作人员介绍我是他的儿子。 天哪,我想念我的爸爸……那个我曾经以为会阻碍我自由的人,现在我想念他……在这个地方,现在,当我浑身是泥土和汗水,却一无所有的时候,我好想回到爸爸那里。

Baru saja pagi ini, aku meminta kepada Pak Bos sedikit saja makanan yang saya urus untuk babi-babinya, dan dia bilang tidak boleh. Dia bilang aku harus tutup mulut dan bekerja saja. Katanya aku hanya boleh membeli makanan dari gaji yang kudapat setelah pekerjaan harianku selesai. “Tidak ada yang gratis di sini, ‘Nak,” katanya, “… kamu harus bekerja untuk mendapat semua yang kamu butuhkan dan semua yang kamu inginkan. Pakai uang hasil kerjamu nanti.” Pak Bos memakai kata “’nak”. Aku jadi bertanya-tanya apakah dia menganggapku anaknya, atau setidaknya dia sadar aku juga anak seseorang. Apakah dia sadar aku juga punya ayah, dan aku jadi mulai memikirkan Ayah dan bagaimana keadaannya di rumah. Ayahku jelas sadar untuk mengurusku sebagai anaknya, aku ingat betul. Ayah selalu memastikan aku cukup makan, bahkan sejak sebelum perutku sempat merasa lapar. Ayah menyediakan semua yang kubutuhkan, menjagaku dari bahaya, mengajariku banyak hal dan membimbing saya melakukan macam-macam. Dia juga mengingatkanku berulang kali bahwa aku adalah anaknya, bahkan dengan bangga memperkenalkan aku sebagai putranya kepada rekan-rekan kerja dan staf pekerjanya. Ya Tuhan, aku kangen ayahku… Orang yang pernah kupikir akan menghalangi kebebasanku, sekarang aku kangen kepadanya… Di tempat ini, saat ini, sambil aku terendam dalam kotoran dan keringat tetapi kekurangan dalam segala hal, aku sangat ingin kembali kepada Ayah.

 

 

But I’m too far away from him. From home.

但可惜,我远离爸爸或家太远了。

Sayang, aku terlalu jauh dari Ayah atau dari rumah.

 

 

Can I still go back to him?

我是否还能回到他身边呢?

Apakah aku masih bisa kembali padanya?

 

Maybe, it’s possible. After all, I know my father… Surely he won’t banish me forever. I was the one who left him. I know he never wanted me to leave. He simply gave me what I desperately, and forcefully, asked for. How stupid I’d been to choose to live out of his home and on my own! I will trade anything to be living in his home again now. The world outside is dark and cruel, devouring me to the last bit. I must go back to my father.

也许……,很可惜。 毕竟,我了解我的父亲……他肯定不会永远抛弃我。是我真正离开了他的人。 我深知道他从来不想让我离开。 他只是答应我坚持和强迫所要求的。 那时的我是多么愚蠢啊,竟然选择出家门并一个人生活! 现在,我愿意用任何东西来换取回家和爸爸住在一起。 外面的世界黑暗而残酷,我已经被吞噬了。 我必须回到父亲身边。

Mungkin…, bisa saja. Lagipula, aku kenal ayahku… Tentunya dia tidak akan membuangku selamanya. Akulah yang sebenarnya meninggalkannya. Aku tahu dia tidak pernah ingin aku pergi. Dia hanya memberikan apa yang kuminta dengan bersikeras dan memaksa. Betapa bodohnya aku saat itu, memilih untuk tinggal di luar rumah dan hidup sendirian! Sekarang, aku rela menukar apa saja untuk kembali tinggal di rumah bersama Ayah. Dunia luar ini gelap dan kejam, dan aku telanjur dilahap habis. Aku harus kembali ke ayahku.

 

 

Will he take me back? Will he still love me? Right, love is a strong concept. I won’t blame him if he doesn’t love me anymore. Even I can’t love myself at this state. But I can accept that, as long as he doesn’t tell me off. As long as I can live with him again, in his home, I know I’ll be alright and life will be alright. I can offer myself to work for him. I’ll do anything as one of his workers, unpaid even, just to be near him again.

他会接受我回去吗? 他还会爱我吗? 爱我? “爱”是一个有着严肃意义的词。 如果我的父亲不再爱我,我不会责怪他。 我自己在这种状态下无法爱自己。 只要父亲肯接受我,我就愿意。 只要我能再次和他住在一起,在他的家中,我知道我会很好,生活也会很好。 我可以主动提出在父亲手下工作,我成为一名工人。 拿不到报酬也没关系,重要的是能重新回到他身边。

Apakah dia akan menerimaku kembali? Akankah dia tetap menyayangiku? Mengasihiku? “Kasih” adalah kata yang punya makna serius. Aku tidak akan menyalahkan Ayah kalau dia tidak mengasihiku lagi. Aku sendiri pun tidak mampu mengasihi diriku dalam keadaan begini. Asalkan Ayah menerimaku kembali saja, aku rela. Selama aku bisa tinggal bersamanya lagi, di rumahnya, aku tahu aku akan baik-baik saja dan hidup akan baik-baik saja. Aku bisa menawarkan diri untuk bekerja di bawah Ayah, jadi salah satu pekerja. Tidak dibayar pun tidak apa-apa, yang penting berada di dekatnya lagi.

 

 

I’d better take off now, before my mind starts taking me to all the wrong directions like it has before.

我最好现在就出发,以免我的思想像以前那样把我带向错误的方向。

Sebaiknya aku berangkat sekarang, sebelum pikiranku mulai mengacaukanku ke arah yang salah, seperti sebelumnya.

 

… … …

Gosh… This is exhausting. What a long journey for a starving guy! I can barely drag my feet one step at a time, and I don’t bring anything with me… Funny, though, as I had dreamed of making everyone who had known me proud when they’d hear news about me and what I do away from home. On the contrary, I am now returning home defeated and lost. Nobody is proud of me. I bet even my father won’t be.

天哪……太累了。对于我这样一个挨饿的人来说,这是多么艰难的旅程啊!我几乎不能拖着脚步走一步,其实我什么都没有带……这真有趣,因为我曾经梦想让每个认识我的人在听到我的消息和我在外面取得的成功时感到自豪。相反,我现在回到家时,成为了一个失败而破产的人。那里有为我骄傲的人呢? 就连我的父亲也不会为我感到骄傲。

Astaga… Melelahkan sekali. Sungguh perjalanan yang panjang untuk orang yang kelaparan sepertiku! Aku hampir tidak sanggup menyeret kakiku selangkah demi selangkah, padahal aku tidak membawa barang apa pun… Lucu juga, karena aku pernah bermimpi membuat semua orang yang mengenalku bangga ketika mereka mendengar berita tentangku dan keberhasilanku saat jauh dari rumah. Sebaliknya, aku sekarang pulang ke rumah sebagai orang yang kalah dan habis. Mana ada orang yang bangga kepadaku? Bahkan ayahku pun tak akan bangga kepadaku.

 

 

Home is very close now. I am arriving, or at least what’s left of me is.

Hey… What am I seeing there? Is that my father? Is he actually running to me…? What on earth is this? Did he actually see me coming? Or, has he been… waiting for me?

嗯,现在家已经很近了。 我的残丧,很快就会到来。

嘿……我在那里看到了什么? 那真的是爸爸吗? 他居然朝我跑来了……? 这是怎么了? 他真的看到我来了吗? 又或者,其实父亲一直在……等我?

Nah, rumah sudah sangat dekat sekarang. Aku, sisa-sisa diriku, segera tiba.

Hei… Apa yang kulihat di sana? Sungguhkah itu Ayah? Dia benar-benar berlari ke arahku…? Apa-apaan ini? Memangnya dia benar-benar melihatku datang? Atau, jangan-jangan Ayah memang selalu… menungguku?

 

“Son… son…!”

“Son, you’re coming home!!!”

“Come here, son!”

“小子……小子……!” “儿子,你回来啦!!!” “过来,孩子!”

“Nak… nak…!”  “Nak, kamu pulang!!!”  “Ke sini, Nak!”

 

… … …

I am not dreaming. This is happening. I am now in my father’s arms. He’s holding me so tight my bones hurt. I’m still covered in filth, but my heart knows I now lack nothing.

哇……我​​不是在做梦。 这确实正在发生。 我现在正在父亲的怀里。 他把我抱得那么紧,我的骨头都感觉疼痛了。 我仍然侵在污秽之物中,但我的心知道我现在一无所缺。

Wah… Aku tidak bermimpi. Ini sungguh-sungguh terjadi. Aku sekarang berada di pelukan ayahku. Dia memelukku begitu erat sampai tulang-tulangku sakit rasanya. Aku masih bermandi kotoran, tetapi hatiku tahu sekarang aku tidak kekurangan apa pun.

 

“Father… I’m sorry…”

“父亲……对不起……”

“Ayah… maafkan aku…”

 

“I‘ve wandered too far from home, I wanted too much to run away from you. Forgive me, Father, please… I can’t be your son anymore, I’ve done so many terrible things…”

“我已经远离了家,我太想逃离父亲了。 对不起,父亲……我不配做您的儿子了,我做了那么多坏事……”

“Aku sudah pergi terlalu jauh dari rumah, aku terlalu ingin lari dari Ayah. Maafkan aku, Ayah… Aku tidak pantas jadi anak Ayah lagi, aku telah melakukan begitu banyak hal jahat…”

 

 

“Will you take me as a worker?”

“你愿意把我当作一个工人来看待和接受吗?”

“Maukah Ayah menganggapku dan menerimaku sebagai pekerja saja?”

 

… … …

That look in his eyes. I know that look. It’s the same look that I saw in his eyes when I fell running around as a 5 year-old boy. It’s the same look that I saw in his eyes when I was sick and had to be in bed all day. It’s the same look that I saw in his eyes when he taught me reading and writing. The look of love, from my father. That moment, I know I am still his son. I can’t stop myself crying. I weep and weep, knowing not how to stop.

父亲的眼神很清澈。 我知道那种表情。 当我五岁时到处乱跑跌倒时,我在他眼中看到了同样的表情。 当我生病也并不得不整天躺在床上时,我在他的眼中看到了同样的表情。 当他教我读书写字时,我在他的眼中看到了同样的表情。 这是父亲充满爱意的眼神。 那一刻,我知道我还是他的孩子。 我无法停止哭泣。 我疯狂地哭泣,不知道如何停止。

Tatapan di mata Ayah itu jelas. Aku tahu tatapan itu. Tatapan yang sama yang kulihat di matanya saat aku jatuh berlarian saat masih bocah berusia 5 tahun. Tatapan yang sama yang kulihat di matanya saat aku sakit dan harus berbaring di tempat tidur sepanjang hari. Tatapan yang sama yang kulihat di matanya ketika dia mengajari saya membaca dan menulis. Itu tatapan kasih, dari ayahku. Tepat saat itu, aku tahu aku masih anaknya. Aku tidak bisa berhenti menangis. Aku terisak-isak habis-habisan, tanpa tahu bagaimana harus berhenti.

 

 

Oh, look… He even has his workers come to bring me new shirt, new shoes, and also the ring! That family ring he gave his children, now he’s putting one on my finger! And, did I hear party? He sent those workers to quickly start a party to welcome me… to celebrate me coming home!

哦,你看……父亲还让他的工人来给我带来新衣服、新鞋子,还有戒指! 这是他送给每个孩子的家传戒指,现在他把它戴在我的手指上了! 还有,我真的听见了 “派对” 这个词吗? 他立即派工人们开派对来欢迎我……庆祝我回家!

Oh, lihat… Ayah bahkan menyuruh pekerjanya datang membawakanku baju baru, sepatu baru, dan juga cincinnya! Itu cincin keluarga yang dia berikan kepada setiap anaknya, dan sekarang dia memakaikannya di jariku! Dan, apakah benar aku mendengar kata “pesta”? Dia mengirim para pekerja untuk segera memulai pesta untuk menyambutku… untuk merayakan aku pulang!

 

 

Such an overwhelming love I had recklessly chosen to throw away, but now graciously poured over me once again… I’m no longer a loser. I was lost, but am now home, where I belong.

当初我因自己的选择而鲁莽地抛弃的伟大的爱,现在又浇灌在我身上。 我不再是一个失败者。 我确实迷失了一段时间,但现在我回到了家,回到了属于我自己的地方。

Kasih yang luar biasa yang dengan sembrono aku buang dari pilihanku sendiri, sekarang disiramkan membanjiri diriku lagi. Aku bukan lagi orang kalah. Aku memang sempat tersesat, tetapi sekarang aku kembali di rumah, tempat yang seharusnya bagiku.

 

 

… … …

Someone’s coming… Ah, it’s my brother. We had not been close, but I hope he too is happy I’m back. Maybe I should come to him now…

有人来了……啊,是我哥哥。 我们相处不好,但我希望他也因为我回家而感到高兴。 也许我现在应该去找他……

Ada orang datang… Ah, itu kakakku. Kami tidak akrab, tetapi kuharap dia juga senang aku pulang. Mungkin aku harus mendatanginya sekarang…

 

 

“No. Father, don’t let him come near me. He’s filthy!”

“不行,爸爸,别让他靠近我,他很脏!”

“Tidak. Ayah, jangan biarkan dia mendekatiku. Dia kotor!”

 

“What is he doing here after all these times? What has he been doing out there with his so-called friends when you were waiting for him?”

“这么久了他在这里做了什么? 当爸爸在等他的时候,他和他的朋友们,那些下等人在外面做什么呢?”

“Apa yang dia lakukan di sini setelah sekian lama? Apa yang dia lakukan di luar sana dengan teman-temannya, orang-orang hina itu, ketika Ayah menunggunya?

 

“What is that sound, Father? I hear music… Are we having a party?”

“那么,父亲,那是什么声音? 我听到有音乐声……我们要开派对吗?”

“Lalu suara apa itu, Ayah? Kudengar ada musik… Apakah kita mengadakan pesta?”

 

“You can’t be serious, Father. You’re throwing a party for this lowlife? For many years I’ve been working hard for you, not even once disobeyed your command, and I never got even a little feast! Now this dirtbag comes back and you suddenly forget how he’s treated you?!?”

“是真的吗,父亲? 父亲为这个下等人举办派对? 这些年来我为父亲辛苦劳作,没有一次违抗过父亲的命令,连简单的宴席都没有受过! 现在这个废物到家了,你突然忘记他是怎么对你这么无礼的了?!?”

 

“Apa benar, Ayah? Ayah mengadakan pesta untuk si orang rendahan ini? Selama bertahun-tahun aku telah bekerja keras untuk Ayah, tanpa sekali pun melanggar perintah Ayah, dan aku bahkan tidak pernah dibuatkan jamuan makan yang sederhana! Sekarang si sampah ini pulang dan Ayah tiba-tiba lupa bagaimana dia memperlakukan Ayah dengan sangat kurang ajar?!?”

 

 

 

… … …

My brother doesn’t want me as his brother. I see…

显然我哥哥不希望我成为他的弟弟。 其实就是这样……

Rupanya kakakku tidak menginginkanku sebagai adiknya. Begitulah ternyata…

 

“Son, where have you been? Haven’t you been with me all along?”

“Look… Everything I own is yours. Every day in your life you can always come to me. Don’t you see that?”

“You have everything already, and you want a party instead?”

“Your brother here is my son, just like you. Aren’t we right to be happy that he’s now home with us? Won’t you be happy together with us, as a family?”

“儿子,你去哪儿了? 你不是一直都在我身边吗?”

“看……我拥有的一切都是你的。 你生命中的每一天,你都可以来找我。 你看不出来吗?”

“你已经拥有了一切,你还想要有派对吗?”

“你弟弟也是我的儿子,就像你一样。 难道我们不应该为他现在回家和我们一起而感到高兴吗? 和我们一家人在一起,你会高兴吗?”

“Nak, dari mana saja kamu? Bukankah selama ini kau bersamaku?”

“Lihat… Semua yang kumiliki adalah milikmu. Setiap hari dalam hidupmu, kamu selalu bisa datang kepadaku. Apakah kamu tidak bisa melihat itu?”

“Kamu sudah memiliki segalanya, dan kamu malah ingin pesta?”

“Adikmu ini anakku juga, sama sepertimu. Bukankah kita pantas bahagia karena dia sekarang kembali di rumah bersama kita? Tidakkah kamu akan bahagia bersama kami, sebagai sebuah keluarga?”

 

… … …

———————————————————————

 

We might or we might not have wandered off from our heavenly Father and from our home of believers’ community, like the wandering son. But, are we home? Where are we, really?

我们可能已经偏离了与天父的关系,离开了我们的家庭,偏离了信徒的群体,就像这个比喻中远离的最小的儿子一样。 如果是这样,我们有没有想过回家? 我们现在到底在哪里?

Kita mungkin pernah pergi menyimpang dari hubungan dengan Bapa surgawi kita dan dari rumah kita, komunitas orang percaya, seperti si anak bungsu yang pergi di perumpamaan ini. Kalau ya, sudahkah kita berpikir untuk pulang? Ada di mana kita sebenarnya saat ini?

 

 

We might be still doing what we do in church, heavily invested in the duty of God’s work, filling up our schedule with church activities, but empty inside with no real relationship with our heavenly Father. Aren’t we lost, then?

或者,我们可能仍在做我们在教会所做的事情,投入大量“为神”的事工任务,用教会活动填满我们的日程,但内心却空虚,因为我们与天父没有真正的实际关系。 这不是意味着我们迷失了吗?

Atau, kita mungkin masih melakukan apa yang kita lakukan di gereja, banyak melibatkan diri dalam tugas-tugas pelayanan “untuk Tuhan”, memenuhi jadwal kita dengan kegiatan gereja, tetapi kosong di dalam hati karena tidak punya hubungan yang nyata dengan Bapa surgawi kita. Bukankah ini berarti kita tersesat?

 

 

My friends, let us now take a moment to see where we are. And if we find ourselves away from home, losing our real connection with the Father together in the community of our fellow believers, let us go home.

朋友们,让我们花点时间看看我们到底在哪里。 而且,如果我们发现自己远离家乡,在信徒群体中已经错失了与天父的真正关系,那么我们现在就回家吧。

Teman-teman, mari kita luangkan waktu sejenak untuk melihat di mana kita berada sebenarnya. Dan, jika kita mendapati diri kita jauh dari rumah, telanjur kehilangan hubungan nyata kita dengan Bapa bersama-sama dalam komunitas rekan seiman kita, mari kita melangkah pulang sekarang.

2023-07-28T09:15:11+07:00