///Who’s in charge

Who’s in charge

Saya teringat pada sebuah kutipan yang berbunyi, “Life is 10% what happens to us and 90% how we react to it.” Jadi sebenarnya. situasi hidup yang kita jalani hanya memberi pengaruh 10% atas kehidupan kita, dan 90% lainnya yang lebih dominan adalah reaksi kita atas situasi tersebut.

Sadar atau tidak, kita sering kali merasa menjadi objek dari situasi hidup yang kita alami, seolah-olah kita tidak berkuasa atas situasi itu dan akhirnya kita berada dalam kesedihan, kemarahan, kekecewaan, dan bahkan terpaksa melakukan hal yang sebenarnya tidak kita kehendaki, yang biasanya berujung pada perbuatan dosa. Kita pun merasa tidak berkuasa atas apa yang terjadi dalam hidup kita. Bisnis dan pekerjaan tidak kunjung membaik, konflik dengan pasangan tidak kunjung selesai, penyakit yang tidak kunjung sembuh, bahkan keterikatan atas dosa yang tidak bisa dilepaskan. Semuanya itu terjadi seolah-olah di luar kendali kita, sehingga kita merasa tidak mampu dan tertekan dalam hidup.

Semua situasi tersebut membuat kita seolah-olah terbentur di jalan buntu dan tidak berdaya menghadapinya. Bahkan, kita jadi merasa Tuhan pun sudah tidak peduli lagi dengan hidup kita. Lalu pertanyaannya, siapa yang kemudian menguasai hidup kita? Tuhan, diri kita sendiri, atau bahkan iblis?

Sesungguhnya, masalahnya adalah kita lupa bahwa situasi yang terjadi itu hanya berpengaruh 10% saja, dan 90%-nya adalah reaksi kita terhadap situasi itu. Reaksi kitalah yang sebenarnya memegang kendali, bukan situasi itu sendiri. Apalagi, sebagai orang percaya, kita punya jaminan dan kabar baik karena Roh Tuhan telah ada di dalam hidup kita. Sejauh mana kita menghidupi kebenaran Firman Tuhan, sejauh itu pulalah reaksi kita bukan hanya dikendalikan oleh diri kita sendiri, tetapi oleh Tuhan yang ada di dalam diri kita.

Menghidupi kebenaran Firman Tuhan pasti akan menghasilkan buah. Reaksi kita memengaruhi 90% hasil, maka jika yang 90% itu merupakan reaksi diri kita yang dikuasai oleh Roh Tuhan, buahnya pasti luar biasa, karena ini berarti hidup kita itu dikuasai setidaknya 90% oleh Tuhan (dan 10% sisanya pun merupakan hal-hal yang terjadi pada diri kita seizin kedaulatan Tuhan).

Dengan begitu, kejadian apa pun yang menimpa hidup kita, kita tidak perlu khawatir karena Roh Tuhan-lah yang memegang kendali. Kita mungkin tidak mampu melewatinya, tetapi Dia akan memampukan kita melewatinya. Syaratnya hanya satu, tetap hidup dalam kebenaran Firman Tuhan apa pun situasinya.
Inilah yang akan membuat kita mampu menjawab pertanyaan tadi dengan yakin, “Who is in charge? God’s in charge!”

"Namun aku hidup tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku." (Galatia 2:20)

 

2019-10-12T10:41:02+07:00