///Worldly Vs. Godly Teamwork

Worldly Vs. Godly Teamwork

Teamwork pada dasarnya berarti kerja sama tim, yaitu kemitraan di antara beberapa individu untuk bisa berkomunikasi serta melakukan pekerjaan secara lebih teratur dan terkoordinasi, yang diterapkan demi pencapaian hasil yang lebih baik. Dalam berbagai jurnal, kita dapat menemukan ratusan teori tentang teamwork, yang masing-masing dilihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Artikel ini secara khusus membahas teamwork cara dunia berdasarkan Kejadian 11:1-9, sebagai sebuah ringkasan mengenai teamwork, sekaligus menyoroti penerapannya dari perspektif kebenaran Firman Tuhan: dari worldly teamwork, menjadi godly teamwork.

Dalam kisah tentang upaya bersama manusia untuk membangun menara yang tingginya mencapai langit, Kejadian 11:1-9 merinci 12 faktor sebagai berikut, yang disebut sebagai 12 roh Babel:

 

  1. Satu bahasa (unity in language)
  2. Satu kosakata (unity in vocabulary)
  3. Satu maksud (unity in interest)
  4. Satu tujuan (unity in purpose)
  5. Satu alasan (unity in motivation)
  6. Satu cara (unity in system)
  7. Satu bahan (unity in material)
  8. Satu ego (unity in arrogance)
  9. Satu tekad (unity in determination)
  10. Satu semangat (unity in spirit)
  11. Satu nama (unity in identity)
  12. Satu keinginan (unity in wish).

 

Sebenarnya, ini adalah gambaran teamwork yang luar biasa, yang memungkinkan apa pun yang direncanakan serta diusahakan terlaksana, seperti yang tertulis dalam ayat 6, “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.” Namun, pada akhirnya Tuhan mengacaukan bahasa mereka sehingga komunikasi di antara mereka menjadi kacau karena mereka tidak saling mengerti, dan akibatnya pembangunan menara Babel terhenti begitu saja.

 

Perhatikan satu-satunya alasan Tuhan menghentikan perjalanan teamwork yang luar biasa ini: roh eksklusivitas, yang bertentangan dengan amanat-Nya sejak semula. Kejadian 1:28 menjelaskan amanat itu, “Allah memberkati mereka, Ialu Allah berfirman kepada mereka: ‘Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.'” Inilah amanat Allah semula bagi manusia dan seluruh bumi, yang dilanggar oleh roh eksklusivitas dalam teamwork proyek pembangunan menara Babel. Namun, di sisi lain kita perlu memperhatikan faktor-faktor yang membuat sebuah teamwork dapat “dijamin” keberhasilannya, bahkan dalam penilaian Tuhan sendiri. Jika disimpulkan, 12 faktor tadi menunjukkan satu hal: kesatuan hati.

 

Bagaimana membangun kesatuan hati sebagai dasar teamwork? Renungkan syarat-syaratnya di dalam Firman Tuhan ini.

  1. Manunggal dengan Tuhan; bukan hanya dengan manusia

Yohanes 17:21, 23, TB, “… supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya,

bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

 

  1. Bekerja sama dengan Tuhan; bukan menentang Tuhan

Ibrani 13:20-21, TB, “Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

 

  1. Berjalan ke arah rencana dan tujuan Tuhan (blueprint-Nya); bukan ke arah tujuan kita sendiri

Ayub 42:2, TB, “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.

Yesaya 55:11-13, TB, “… demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

 

  1. Kerja sama Roh yang menguasai keinginan jiwa dan tubuh; bukan dikuasai oleh dorongan jiwa atau tubuh

Roma 8:13-14, TB, “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Galatia 5:25, 24, TB, “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

 

  1. Berdiam di dalam dimensi Alfa dan Omega Tuhan sehingga tidak ada yang mustahil; bukan kalah di tengah proses karena keluar dari dimensi itu

Roma 8:31, 33, 35, 38-39, TB, “Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Sebab aku yakin, bahwa baik maut maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

 

Membangun kesatuan hati adalah dasar untuk membangun teamwork yang berhasil. Bangunlah kesatuan hati dengan kebenaran Firman Tuhan ini, demi sebuah godly teamwork.

2021-12-20T12:09:29+07:00