///Yang Terpenting

Yang Terpenting

Beberapa waktu lalu, saya dan beberapa teman komsel merencanakan suatu perjalanan wisata bersama. Awalnya, kami merencanakan pergi ke suatu tempat yang dinilai ideal. Tempat yang sejuk, suasana yang nyaman, dan lokasi yang relatif mudah dijangkau. Kami juga mulai membayangkan berbagai menu kuliner lokal yang bisa kami nikmati bersama. Namun, saat mempertimbangkan berbagai kriteria ini, ternyata kami tak kunjung mendapatkan titik temu. Diskusi terus kembali ke awal dan kami tetap kesulitan menentukan tujuan perjalanan wisata itu. Sebagian peserta keberatan dengan jarak tempuh ke lokasi, sebagian lain kurang menyukai menu kuliner khas di lokasi itu, atau sebagian lain tidak setuju dengan suasana yang relatif kurang nyaman. Selalu ada pro dan kontra yang menyertai setiap pilihan tujuan wisata, dan diskusi kami pun terus berputar-putar, hingga pada suatu titik kami menyadari bahwa memang tidak ada satu pun tujuan wisata yang sepenuhnya ideal.

Bersama-sama, kami pun kembali pada fokus yang terpenting dalam perjalanan wisata ini, yaitu kebersamaan dan kesempatan untuk saling belajar kebenaran firman dari kehidupan teman dan pemimpin komsel yang lain. Inilah sesungguhnya fokus yang terpenting itu. Ketika menyadari hal ini, kami tidak lagi terlalu banyak berdebat tentang kenyamanan, lokasi, atau menu kuliner yang akan kami nikmati nanti. Keputusan pun menjadi lebih mudah dibuat, karena kami semua berfokus pada hal yang terpenting.

Pada hari-H, akhirnya kami semua bisa menikmati perjalanan wisata bersama itu dengan penuh sukacita. Ada kebersamaan yang indah dalam perjalanan itu, dan yang terpenting ada saling pembelajaran tentang kebenaran firman Tuhan yang kami saksikan dari kehidupan teman-teman seperjalanan. Kami menyaksikan bagaimana respons yang benar atas masing-masing situasi dan melihat bagaimana kasih Tuhan menyertai perjalanan kami. Semua ini menjadi sukacita perjalanan kami yang sesungguhnya.

Dalam banyak hal, kehidupan kita sering kali seperti pengalaman kami dalam merencanakan perjalanan wisata bersama ini. Kita sering berusaha mencari sesuatu yang ideal, yang baik, dan yang nyaman menurut pandangan manusia. Akhirnya, kita terjebak dalam mengutamakan sesuatu yang sebenarnya bukan yang terpenting. Ini bisa saja termasuk merencanakan bagaimana kita bisa punya harta lebih banyak, karier/bisnis yang lebih sukses, menikmati makanan yang lebih enak, berjalan-jalan ke luar negeri lebih sering, dan banyak hal lain.

Semua upaya seperti ini bukanlah salah, tetapi cenderung membuat kita disibukkan oleh berbagai hal yang sia-sia dan sementara. Akibatnya, kita melupakan sesuatu yang kekal yang Tuhan telah tetapkan dalam hidup kita, yaitu panggilan surgawi. Yang terpenting dalam hidup ini bukanlah tentang harta, karier/bisnis, makanan, atau apa pun yang biasa dicari orang-orang di dunia. Yang terpenting bagi kita adalah hidup yang mencari Kerajaan Allah dan memenuhi panggilanNya.

Ketika berfokus pada hal yang terpenting, kita tidak lagi disibukkan dan mempermasalahkan hal-hal yang kurang penting. Sebaliknya, kita akan senantiasa berusaha untuk memenuhi panggilan Tuhan dalam hidup kita, yaitu menjalankan Amanat Agung. Lagipula, Tuhan juga sudah berjanji bahwa segala kebutuhan kita akan dipenuhi dan kita tidak perlu khawatir tentang hal-hal yang duniawi. Semuanya akan ditambahkan pada kita yang mencari Kerajaan Allah. Kita patut bersyukur karena telah mengerti panggilan Allah dalam hidup kita ini dan mengenal Allah yang adalah sumber segala sesuatu.

Apa yang terpenting dalam hidup kita saat ini? Sadarilah bahwa panggilan Tuhan adalah sesuatu yang lebih penting dari pada makanan, pakaian, dan apa pun yang ada di dunia ini. Sama seperti ketika menyadari hal terpenting dalam perjalanan bersama itu kami akhirnya mengalami semua sukacita dalam perjalanan itu, mari kita berfokus pada yang terpenting dalam hidup kita yaitu panggilan Tuhan dan mengalami bagaimana kasih dan pimpinan Tuhan nyata dalam hidup kita. Tuhan memberkati.

2019-10-17T13:51:53+07:00