//NEW YEAR, “OLD” GOALS (新的一年,“旧”目标)

NEW YEAR, “OLD” GOALS (新的一年,“旧”目标)

It’s the New Year! The most universally celebrated days throughout the year. The moment that can literally make the whole world pause to engage in a countdown that ends with the joyful cheers. The moment where people tend to sit down and realign many things in their lives, be it goals, plans, relationships, or their other aspirations.

新年! 这是一年中每个人庆祝得最多的一天。 倒计时的那一刻真正可以让整个世界停下来,沉浸在欢欣鼓舞的欢乐中。 人们喜欢休息一下并重新安排生活中的许多事情的时刻,无论是他们的目标、计划、关系还是其他期望。

Tahun Baru! Inilah hari yang paling dirayakan semua orang di sepanjang tahun. Saat yang benar-benar dapat membuat seluruh dunia berhenti sejenak untuk mengikuti hitungan mundur yang ditutup dengan sorakan gembira bersama. Momen ketika orang suka mengambil jeda dan mengatur kembali banyak hal dalam hidup mereka, baik itu tujuan, rencana, hubungan, atau harapan mereka yang lain.

 

 

During the new year time, many people take their times to reflect and renew their commitments, which we commonly know as “new year resolutions”. While there is nothing wrong with making new resolutions, people tend to think that creating new resolutions immediately replaces previously unfinished ones. However, what is often forgotten is not only will it affect our “achievements”, but it also makes impact in our attitudes and behaviors towards our goals and visions.

在新年里,很多人都会花时间反思和更新自己的目标,也就是我们通常所说的 “新年决心”。 立下新的决心虽然没有错,但人们往往认为立下新的决心就意味着马上把以前没有实现的东西换掉。 事实上,经常被遗忘的是,设定目标不仅会影响我们的成功,还会影响我们对目标和期望的态度和行为。

Saat tahun baru, banyak orang menyempatkan diri untuk merenung dan memperbarui targetnya, yang biasa kita kenal dengan sebutan “resolusi tahun baru”. Meskipun tidak ada salahnya membuat resolusi baru, orang cenderung berpikir bahwa membuat resolusi baru berarti segera menggantikan resolusi yang sebelumnya belum tercapai. Padahal, yang sering dilupakan adalah urusan menetapkan target tidak hanya akan mempengaruhi keberhasilan kita, tetapi juga berdampak pada sikap dan perilaku kita terhadap target serta harapan kita itu.

 

 

Jesus was said to be the Author and the Finisher of our faith, in which one of His last words on the cross was, “It is finished.” And as we take example from Him, we ought to remember that we need to finish well in our own faith. Whatever we may call it, be it visions, targets, purpose, or anything else, it is important for us to understand that they mean nothing unless we do walk in faith to reach the finish lines.

耶稣被称为我们信心的创始成终者,祂在十字架上的最后一句话是 “成了”。 我们是靠效法耶稣而活的,所以我们必须记住,我们需要好好走完自己的信仰之旅。 无论它叫什么,无论是预象、目标、目标还是其他什么,重要的是我们要明白,除非我们凭着信心走到终点,否则一切都是无用的。

Yesus disebut sebagai Penulis dan Penyempurna iman kita, dengan salah satu perkataan terakhir-Nya di kayu salib adalah, “Sudah selesai.” Kita hidup meneladani Yesus, maka kita harus ingat bahwa kita perlu menyelesaikan perjalanan iman kita sendiri pun dengan baik. Apa pun sebutannya, baik itu visi, target, tujuan, atau apa pun, penting untuk kita mengerti bahwa semuanya tidak bermanfaat kecuali kita berjalan dengan iman untuk mencapai garis akhir.

 

 

Now, when we aim for something, there are times when we need to be humble enough to admit that we are not there yet. It’s just reality. And what we need to do is to simply keep moving towards what we aim until we really reach it. Persistence. Rather than making new ones, why don’t we stay focused on the current unfinished ones? After all, who says every journey towards a goal has a one-year time limit?

好吧,当我们瞄准一个目标时,有时我们需要谦虚地承认我们没有达到或成功。 事实就是如此。 如果发生这种情况,我们需要做的就是继续朝着我们的目标前进,直到我们真正实现它。 那就是坚持。 与其设立新的目标,不如在这个时候为未完成的目标继续努力呢? 毕竟,谁说每次达标之旅只有一年的时间限制呢?

Nah, saat kita menyasar suatu target, ada kalanya kita perlu cukup rendah hati untuk mengakui bahwa kita belum sampai atau berhasil. Itu kenyataan. Kalau itu terjadi, yang perlu kita lakukan adalah terus bergerak menuju apa yang kita sasar itu sampai kita benar-benar mencapainya. Itulah ketekunan. Daripada membuat target baru, mengapa kita tidak tetap tekun mengusahakan target yang belum selesai saat ini? Lagipula, siapa bilang setiap perjalanan menuju target hanya dibatasi waktunya selama satu tahun?

 

 

In the pursue of God’s calling, we may have different speed and God does have different ways to work with each of us. It is always fine to stick on the previous goals, as long as we remember that the ultimate goal of all is to be more Christlike every day. Many times in the process of making new year resolutions, we might not be required to create our dreams or goals in a larger scale. While there are others who can disciple a lot of people like Jesus did, there are those who might only be able to disciple one person. And it is totally fine, just as long as we do it consistently and focusing towards how a person can be discipled towards his/her understanding on God and His words.

在追求神的呼召时,我们可能有不同的处理速度,神也有不同的方式与我们每个人一起工作。 继续瞄准 “旧” 目标是可以的,只要我们记住最终目标是每天变得更像基督。 往往在制定新年目标的过程中,我们不一定要以宏伟的方式或形式去实现我们的梦想或目标。 虽然也有人像耶稣一样可以引领很多门徒,但也有人只能带一个门徒。 这很好,只要我们始终如一地去做,并把重点放在训练人们更好地了解上帝和他的话语上。

Dalam mengejar panggilan Tuhan, kita mungkin memiliki kecepatan berproses yang berbeda dan Tuhan juga memiliki cara yang berbeda untuk bekerja dengan kita masing-masing. Tidak apa-apa jika kita tetap menyasar target yang “lama”, selama kita ingat bahwa tujuan akhir dari semuanya adalah menjadi lebih serupa Kristus setiap hari. Sering kali dalam proses membuat target tahun baru, kita tidak harus mewujudkan impian atau tujuan kita dalam cara atau bentuk yang serba besar dan hebat. Meskipun ada orang lain yang dapat memuridkan banyak orang seperti Yesus, tetapi ada juga ada orang yang hanya dapat memuridkan satu orang. Dan itu sah-sah saja, asalkan kita melakukannya secara konsisten dan menjaga fokus pada memuridkan orang menuju pengenalan yang lebih baik terhadap Tuhan dan Firman-Nya.

 

 

Not everything that are new is beneficial or necessary for us, and not everything that are “old” is obsolete or useless. We need to change in our perception and mindset. More other than not, despite our efforts to “reinvent” or “renew” our goals, we fail to realize that what we actually need to renew is not the goals, but our perceptions towards the goals. Instead of renewing our targets, we need to renew our commitment and our ways towards the targets.

并非所有新事物都对我们有用或必需,也并非所有 “旧” 事物都已过时或无用。 我们需要改变我们的观念和心态。 事实上,尽管我们试图 “重新发明” 或 “更新” 目标,但我们常常没有意识到需要更新的不是目标,而是我们如何看待它。 或许,在不必更新我们的目标的情况下,我们需要更新我们对这些目标的承诺和看法。

Tidak semua hal baru bermanfaat atau perlu bagi kita, dan tidak semua hal “lama” itu usang atau tidak berguna. Kita perlu mengubah persepsi dan pola pikir kita. Bahkan, terlepas dari upaya kita untuk “menemukan kembali” atau “memperbarui” target, sebenarnya sering kita gagal menyadari bahwa yang perlu diperbarui bukanlah targetnya, tetapi cara pandang kita terhadap target itu. Mungkin, tanpa harus memperbarui target kita, kita perlu memperbarui komitmen dan cara pandang kita terhadap target itu.

 

 

The way we perceive things should be in accordance to the Word of God, not the relevance and the updates of the world. God’s Word remains the same for thousands of years, yet its truth never fails to be relevant from time to time. The prophet Jeremiah even described it as the “old paths” or the “ancient paths”. He knew very well that the ancient paths from the Lord are the ones that led to the right directions; and he didn’t try to renew it! Jeremiah knew that the values in God’s Words are the very foundation of his life.

我们看待事物的方式必须符合神的话,而不是附和世界的“时代发展”。 神的话语几千年来都是一样的,但它的真理每一次都是准确的。 先知耶利米甚至将神话语的真理描述为 “旧路” 或 “古道”。 他非常清楚,神的 “古老” 的道路是通往正确目的地的道路; 而且他没有努力更新或更改它! 为什么? 耶利米知道神话语中的价值观是他生命的基础。

Cara kita memandang segala sesuatu memang harus sesuai dengan Firman Tuhan, bukan dicocokkan dengan “perkembangan zaman” di dunia. Firman Tuhan tetap sama selama ribuan tahun, tetapi kebenarannya selalu tepat setiap masa. Nabi Yeremia bahkan menggambarkan kebenaran Firman Tuhan sebagai “jalan yang lama” atau “jalan dari zaman dahulu”. Dia tahu betul bahwa jalan “kuno” dari Tuhan itu adalah jalan yang mengarah ke tujuan yang benar; dan dia tidak berusaha memperbarui atau mengubahnya! Mengapa? Yeremia tahu bahwa nilai-nilai dalam Firman Tuhan adalah dasar hidupnya.

 

 

Let us take a look back in 2022. What goals that are yet to accomplish? How have those goals brought us to be more like Christ? How far have we gone deeper in our relationship with God? Do we still focus on sharing the Gospel towards others? Are we still engaged with our godly communities? Are we still faithful in our discipleship? If there are still much to accomplish, then maybe it is time for us to stop making new year resolutions and to keep up with the unfinished business… until it is done and we too become finishers of our faith.

让我们回顾一下我们的2022。 哪些目标没有达到? 我们的每个目标如何使我们更像基督? 我们与神的关系加深到什么程度? 我们是否仍然忠于与他人分享福音信息? 我们是否仍然参与一个健康的信仰团契? 我们还在努力做门徒培训吗? 如果还有很多目标没有达成,也许这次我们需要停止制定新的目标,继续去行未完成的旅程……直到所有的目标都完成,我们也完成了我们的信仰之旅。

Mari kita lihat kembali tahun 2022 kita. Target apa yang belum tercapai? Bagaimana setiap target kita itu telah membawa kita menjadi lebih seperti Kristus? Seberapa jauh hubungan kita dengan Tuhan sudah tumbuh menjadi makin dalam? Apakah kita masih setia membagikan kabar injil kepada sesama? Apakah kita masih terlibat dengan komunitas seiman yang sehat? Apakah kita masih tekun dalam pemuridan? Jika masih banyak target yang belum tercapai, mungkin kali ini kita perlu berhenti membuat target baru dan terus melanjutkan perjalanan yang belum selesai… sampai semuanya itu selesai dan kita juga menggenapi perjalanan iman kita.

 

 

May God bless you in your journey this year.

愿上帝保佑我们今年的旅程。

Kiranya Tuhan memberkati kita semua dalam perjalanan kita tahun ini.

2022-12-26T16:44:57+07:00