//7 Cara MEMATIKAN atau MENUMBUHKAN Ide Kreatif Anak Buah Anda

7 Cara MEMATIKAN atau MENUMBUHKAN Ide Kreatif Anak Buah Anda

  • Katakanlah pada anak buah, “Siapa yang tanya…..????, penting apa idemu buat saya…..?”
  • Meremehkan ide anak buah dengan mengatakan, “Bagus sihhh usaha kamu untuk ajukan ide itu…. …..tetapi bagi saya saran kamu kurang bermutu”
  • Ber-SMS-lah terus atau “BBM” selama dia berbicara, dan cukup tanggapi dengan kata, “Oh iya, baguslah! Ehmm Begitu…?”
  • Setiap kali anak buah berbicara tentang idenya, Anda tidak perlu tanya tentang idenya yang bagus dan kreatif itu, tapi ajukanlah terus versi Anda sendiri untuk menandingi idenya!  Anda bisa katakan,”Sebetulnya sebelum kamu kesini, saya punya ide mirip kamu, tetapi konsep saya lebih lengkap, lebih terintegrasi dan lebih rinci”
  • Ketika anak buah presentasi idenya, Anda selalu mencari celah-celah kelemahannya untuk Anda serang. Tujuan Anda untuk menunjukan bahwa Anda lebih pintar dari anak buah. Kalimat yang akan mematikan inisiatif si anak buah misalnya,”Kamu dulu juga pernah kasih saya ide-ide bagus, tapi manaaaaaaa realisasinya…..kamu sih cuma bagus dalam presentasi saja, realisasinua enol….”
  • Tertawalah saat anak buah mengajukan ide. Atau senyum sinis saat ia utarakan temuan kreatifnya. Atau boleh juga muka Anda tidak berekspresi sama sekali ketika ia selesai bahas saran-saran kreatifnya,dan akhiri pertemuan tersebut dengan kalimat,”Sudah selesaiiii penjelasan kamu??? Oke deh, kalau sudah, letakan saja di meja saya…..dan terima kasih”
  •  

    Perilaku atasan seperti di atas akan menjamin orang-orang tidak akan berani lagi mengajukan ide atau saran kreatif apapun lagi dikemudian hari.

    7 langkah menumbuhkan ide dari rekan kerja Anda

     

    1. Tataplah wajah dan pandangannya saat dia berbicara serius untuk menceritakan gagasannya yang kreatif!  Janganlah mencoba untuk memindahkan pandangan Anda ke tempat lain.
    2. Katakan kepadanya, “Apapun pendapatmu, pasti akan memperkaya tim kerja kita, ayo ceritakan saja, siapa tahu berguna untuk kinerja kita!”
    3. Sebaik atau seburuk apapun ide yang anak buah ajukan, selalu ciptakan atmosfir yang mendorong semangat setiap karyawan untuk berani sampaikan ide-ide mereka. Bila idenya buruk, katakan,”Terima kasih kalau kamu sudah sharing ide kamu, saya rasa ada beberapa perbaikan yang perlu kamu pikirkan untuk revisi ide kamu, jangan patah semangat, ayo pikirkan cara yang lebih tepat sasaran lagi, nanti kita akan diskusikan kalau kamu sudah siapkan konsep yang lebih baru.”
    4. Simpanlah HP Anda, dan tidak perlu angkat telpon atau ber SMS atau ber BBM ria saat diajak bicara. Tunjukkanlah bahwa orang itu dan idenya sangat penting untuk kinerja team Anda.
    5. Berusahalah untuk memperdalam ide kreatif yang sudah dilontarkan anggota team kerja Anda, dan Anda tidak perlu memperdebatkan idenya itu dengan ide Anda sendiri, melainkan teruslah menggali dan  bertanya, sambil mencari referensi yang bagus, sehingga ia merasa idenya terdukung.
    6. Janganlah membelokkan kata-kata atau istilah tertentu (yang disebutkan anak buah) sebagai bahan untuk “guyonan” atau “bercanda”, karena Anda akan dinilai sebagai pribadi yang suka meremehkan. Kalaupun ada istilah yang kurang tepat, Anda tinggal koreksi dia,”Maksud kamu ‘jet-lag’ kali ya, bukan ‘aeroplane-lag’……..”
    7. Janganlah tertawa, bila dia sedang bicara, melainkan dengarkanlah dan hargai dengan baik gagasannya, lalu carilah nilainya yang positif, jangan mencari sisi negatifnya dulu. Semua gagasan akan punya kelebihan dan kelemahan, tapi selalu carilah positifnya dulu!

     

    Perlakukanlah orang sebagaimana kita ingin diperlakukan!

     

    2019-09-30T01:57:37+00:00