//Bahan Saat Teduh 5 – 11 Sep 2011

Bahan Saat Teduh 5 – 11 Sep 2011

Kamis, 08 September 2011

BAHAN BANGUNAN YANG TAHAN UJI

Bacaan Firman: 1 Korintus 3:12-15

Pertanyaan Renungan
1.Bahan-bahan bangunan apakah yang kemungkinan dipergunakan oleh kita sebagai orang Kristen untuk membangun di atas dasar Yesus Kristus? (Ayat 12).
2.Hal apakah yang akan terjadi pada pekerjaan kita masing-masing? (Ayat 13-15).

Renungan Firman:
Setelah fondasi diletakkan oleh rasul, maka setiap orang percaya adalah pembangun-pembangun rumah Tuhan yang harus bekerja. Ingat! Setiap orang percaya adalah pembangun-pembangun rumah Tuhan. Setiap orang percaya adalah tukang-tukang bangunan yang akan membangun di atas fondasi itu. Setiap orang percaya harus mencari bahan (penginjilan), lalu membentuk bahan (pengajaran), kemudian memasang bahan (penggembalaan), memasangnya sesuai dengan gambar (kerasulan), mengawasi agar pekerjaannya tidak menyimpang dari gambar (kenabian). Di sini ada peringatan dari Paulus. Kita harus memeriksa, bahan apa yang digunakan untuk membangun di atas dasar itu. Apakah bahan-bahan yang digunakan adalah bahan-bahan yang tahan terhadap api (tahan uji), seperti emas, perak, dan batu-batuan indah? Ataukah bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan-bahan yang tidak tahan api (tahan ujian), seperti kayu, rumput kering, atau jerami? Jadi, di dalam saling membangun di antara sesama tukang, kita perlu memeriksa, apakah kita menjadikan orang yang dibangun itu bahan yang tahan uji atau tidak. Apakah bahan-bahan yang tahan uji itu? Semua yang tak sesuai dengan kehendak Allah (Maksud Abadi Allah) adalah bahan yang tidak tahan uji.
“Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah (Maksud Abadi Allah) tetap hidup selama-lamanya.” – 1 Yohanes 2:17. Jadi, jika kita membawa diri kita dan orang lain kepada Maksud Abadi Allah, yaitu rencana untuk pembangunan rumah Tuhan, maka kita dan orang-orang tersebut adalah bahan yang tahan uji. Tapi, jika kita tidak berfokus pada Maksud Abadi Allah, namun pada: kemakmuran, kesuksesan, keinginan-keinginan manusia, maka kita adalah bahan yang tidak tahan uji.

2019-09-26T07:39:16+07:00