/, Youth Corner/Satu yang sempurna

Satu yang sempurna

Setelah selesai meeting dengan rekan pelayanan dan waktu menunjukkan pukul 21:50, dengan terburu-buru saya mengajak kawan yang saat itu menemani untuk cuci mata sebentar ke kios kosmetik tak jauh dari situ. Dan benar saja, kios itu masih nampak ramai dipadati pengunjung. Tak bisa dipercaya memang, 10 menit sebelum mal tutup, kios tersebut masih saja ramai dikerubuti pengunjung yang rata-rata adalah wanita seusia saya. Bahkan ketika gerai toko lainnya sudah mulai menutup pintu dan mematikan lampu, kios ini masih tetap berjaya dengan ramainya pengunjung yang sibuk mencoba ini itu.

Rentetan lipstik berwarna-warni asal luar negeri berjejer di sepanjang meja tanpa beraturan akibat serbuan antusiasme para wanita yang menanyakan harga masing-masingnya. Dari mulai yang berharga murah sampai hampir satu juta rupiah, semua lipstik tersedia di kios tersebut. Saya pun ikut melihat dengan antusias, menyelinap dalam kerumunan orang-orang sambil ikut terhanyut menanyakan harga masing-masing produknya. Ada rasa gemelitik di perut melihat cantiknya produk-produk yang ditawarkan. Ahhh… berlebihan memang, namun memang harus diakui bahwa lipstik adalah sebuah benda yang menjadi incaran saya selama kurang lebih 6 bulan belakangan ini.

Jika ditilik ke belakang, hal itu mungkin disebabkan karena pengaruh tren belakangan ini di berbagai media seperti Instagram, Facebook, majalah-majalah dan blog-blog yang menulis tentang cantiknya warna-warni lipstik. Matte, glossy, sheer, bold, tint, liquid, atau lip stain mungkin istilah baru yang kini menjadi tak asing buat para pencinta lipstik, termasuk saya. Berbagai merek dan warna pun tak luput dari incaran saya, mulai dari ungu gelap seperti tokoh vampir, merah cabe, oranye super gonjreng sampai coklat nude sudah tersimpan rapi di lemari dandan saya. Dan puncaknya, kepuasan terbesar saya adalah ketika setelah mendengar informasi bahwa ada sebuah lipstik keluaran luar negeri dengan warna cantik yang telah lulus sensor direkomendasikan oleh para blogger, berhasil saya dapatkan. Aha… puasnya… Bahagianya… Ahh, tapi… muncullah penyesalah ketika transaksi sudah dilakukan dan lipstik telah sampai di tangan. Keluar uang lagi, deh…

Kepuasan dan kebahagiaan bisa didapat dari berbagai hal. Bagi saya, sebuah lipstik berwarna cantik mungkin menjadi kebahagiaan dan kepuasan. Bagi Anda, mungkin yang lain. Namun biasanya, kepuasan dan kebahagiaan yang kita dapat dari dunia pada akhirnya akan menjadi kerugian di sisi lainnya.

* Kepuasan mendapatkan sebuah lipstik berwarna cantik pada akhirnya merugikan uang di dompet dan tabungan.

* Kepuasan dari hiburan seru yang kita cari di sana-sini pada akhirnya merugikan waktu kebersamaan dengan keluarga.

* Kepuasan untuk mendapat sebuah posisi/jabatan terbaik di perusahaan (atau juga di dalam dunia pelayanan di gereja) pada akhirnya akan merugikan dan mengorbankan kehidupan pribadi dan prioritas yang terutama, karena banyaknya tanggung jawab dan jam lembur.

* Kepuasan untuk memakan dan meminum ini-itu yang lezat dan enak pada akhirnya merugikan kesehatan tubuh.

Ketika saya menulis artikel ini, saya mencoba berpikir tentang kebahagiaan dan kepuasaan yang paling utuh dan sempurna, kebahagiaan dan kepuasan yang tidak membawa kerugian apapun. Dan di dalam perenungan, saya menemukan bahwa hanya SALIB KRISTUS-lah sumber kepuasan dan kebahagiaan yang sempurna itu. Tidak ada hal yang merugikan dari keputusan saya mengikuti salib Kristus. ini dapat digambarkan dengan saat kita membeli sebuah rumah dan memerlukan DP untuk menjamin rumah tersebut tetap utuh menjadi miliki kita, Kristus bukan hanya memberikan DP, namun dengan salibNya Ia sanggup dan telah membayar lunas setiap kerugian yang sebenarnya layak kita terima dengan kepuasan dan kebahagiaan sempurna yang tak terhingga, yaitu keselamatan kekal, kehidupan baru dan keserupaan denganNya.

KasihNya UTUH dan SEMPURNA. Utuh artinya lengkap, komplit, maksimal dan tak perlu ada tambahan lagi. Sempurna. Kebahagiaan dan kepuasan akan salibNya itu begitu sempurna, hingga tidak dapat dinikmati oleh diri kita sendiri. Ketika kebahagiaan dan kepuasan yang sempurna itu melimpah, ia akan terpancar keluar sehingga orang lain di sekitar kita pun akan merasakannya dan ingin mengejarnya juga.

Selamat mengejar kebahagiaan dan kepuasan yang utuh dan sempurna. Selamat mengejar salib Kristus. 🙂

“Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi, karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya….” Filipi 3:7-8

2019-11-01T11:11:38+07:00