///Bukan lagi sekedar wacana kosong

Bukan lagi sekedar wacana kosong

Ya, perubahan bukan perkara mudah yang bisa kita gapai. Sepenggal catatan harian di atas mungkin juga dialami oleh Anda. Suka tidak suka, kita memang harus bekerja ekstra keras untuk mencapai sebuah perubahan. Agar resolusi tahun ini tidak menjadi hiasan dinding atau coretan di buku catatan semata, kita harus mengambil tindakan nyata untuk memulai sebuah perubahan. Sekalipun tindakan yang kita ambil itu rasanya hanyalah sebuah tindakan kecil, jangan sepelekan hal itu, karena itulah sesungguhnya wujud dari tindakan iman kita akan perubahan yang menjadi tujuan kita.

Ingatkah Anda akan sebuah kisah di dalam Alkitab tentang seorang perempuan yang menjamah jubah Yesus (Mrk. 5:21-34)? 12 tahun lamanya dia menderita sakit pendarahan yang sangat hebat. Perubahan terbesar yang ingin dia alami adalah kesembuhan. 12 tahun bukanlah waktu yang pendek. Tindakan-tindakan besar sepertinya sudah banyak diambilnya, Alkitab mencatat perempuan ini telah berobat ke banyak tabib dan menghabiskan seluruh uangnya hanya untuk memperoleh perubahan fisik yaitu kesembuhan. Bagaimana jika ternyata Anda telah melakukan segala cara tetapi resolusi, cita-cita, dan perubahan yang Anda harapkan tak kunjung terjadi? Menyerahkah Anda?

Mungkin rasa yang sama juga sering melanda perasaan perempuan ini. Menyerah saja dan melupakan mimpi dan perubahan yang diharapkannya bisa jadi terlintas dalam benak dan hatinya. Bagaimana tidak, bukan hanya tubuhnya yang didera sakit, tetapi menurut hukum agama dia pun dianggap kotor dan najis. Dia pun sakit secara batin, secara rohani. Namun, dia memilih untuk tak menyerah. “Aku akan mencobanya sekali lagi,” pikirnya kala mendengar Yesus akan melewati jalan di kotanya menuju ke rumah Yairus (kepala rumah ibadat). Tentunya perempuan ini telah mendengar bahwa Yesus mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dari semua berita yang didengarnya itu, dia mengambil tindakan kecil, tindakan iman, yaitu mencoba menjamah ujung jubah Yesus. Tindakan kecil ini diambilnya karena mungkin dia tak mau kena risiko; jangankan berbicara kepada Yesus memohon kesembuhan atau meminta Yesus menumpangkan tangan-Nya dan melakukan mukjizat, jika orang tahu dia ada di tengah kerumunan itu saja dia bisa mati dirajam. Itu sebabnya dia melakukan aksinya diam-diam. Namun, saat tangannya menjamah ujung jubah Yesus, tubuhnya berespons dan menerima kuasa kesembuhan dari Tuhan. Seketika itu juga pendarahannya berhenti. Sungguh sebuah keajaiban! Tindakan kecil, menjamah ujung jubah, itu menghasilkan perubahan besar dalam hidupnya.

Mengapa tindakan kecil wanita itu bisa begitu berkuasa? Sebabnya tak lain adalah karena tindakan kecil itu merupakan perwujudan nyata dari imannya. Imanlah yang menghasilkan perubahan. Tidak ada perubahan yang terjadi tanpa iman di dalamnya, dan tindakan sebanyak dan sehebat apa pun hanya akan menjadi sia-sia tanpa iman yang menggerakkan. Rindukah Anda mengalami perubahan yang hebat juga di tahun ini? Libatkan Tuhan. Pastikan bahwa ada kehendak Tuhan dalam setiap resolusi yang Anda harapkan, lalu temukan perkataan-Nya yang melahirkan iman bagi diri Anda. Lakukan tindakan-tindakan kecil berdasarkan iman Anda itu, maka Anda akan menuai hasil yang luar biasa.

Mari, jangan biarkan resolusi tahun ini terlupakan sebagai wacana kosong, tetapi wujudkan resolusi itu menjadi nyata dalam kehidupan Anda.

Refleksi dan praktik:
1. Situasi apa yang sedang Alami alami saat ini? Apakah situasi tersebut memengaruhi resolusi yang Anda buat di tahun ini?
2. Perkataan Firman Tuhan apa/mana yang secara khusus menjadi iman pribadi Anda dalam hal ini?
3. Tindakan-tindakan kecil apa yang akan Anda ambil sebagai wujud iman dalam menghadapi situasi tersebut dan mengusahakan perubahan?

 

2019-10-12T11:07:13+07:00