In His Favor

There is one thing I ask, one thing I seek. That I may dwell in the house of my KingBetter one day in your house than a thousand elsewhere. Come awake oh my soul, I will praise Him

Rumah Tuhan adalah tempat kediaman terindah bagi semua orang yang tinggal di dalamnya, tak terkecuali bagi Hana, seorang nabiah yang menghabiskan kurang lebih 60 tahun masa hidupnya tinggal di dalam rumah Tuhan.  Hana dikenal sebagai nabiah yang berasal dari suku Asyer di wilayah Galilea, suku yang memang tidak menonjol di antara suku-suku lainnya di Israel, hingga bahkan dikatakan bahwa “tidak ada nabi yang datang dari Galilea” (Yoh. 7:52).

Alkitab mencatat bahwa setelah kematian suaminya, Hana memilih untuk senantiasa berada di Bait Allah.  Siang-malam, ia beribadah dengan berpuasa dan berdoa.  Hana menikmati indahnya tinggal di dalam rumah Tuhan.  Ia mengabdikan seluruh hidupnya untuk pekerjaan Allah.  Nama Hana itu sendiri dalam bahasa ibraninya yang diartikan dalam bahasa Inggris memiliki arti “favor”.  Ya, Hana mengalami favor ketika berada di rumah Tuhan, yaitu perkenan Tuhan.  Ia bertemu secara langsung dengan Yesus, Anak yang dijanjikan itu, dan memberitakannya kepada semua orang yang menantikan kelepasan bagi Yerusalem.

Di zaman Hana, sebelum kedatangan Yesus ke dunia, tak terdengar lagi suara kenabian berpuluh-puluh tahun lamanya.  Itu sebabnya, dunia menjadi gelap dan tanpa harapan.  Israel masih berada di bawah kekuasaan Roma, dan secara sadar atau tidak sadar, mencari kelepasan yang hanya dapat diberikan oleh Allah semata, yaitu melalui kedatangan Mesias yang dijanjikan.

Saat ini, kita pun membutuhkan suara Tuhan untuk dapat melangkah memasuki tahun yang baru ini.  Dunia tidak dapat menjanjikan apa pun, dan keadaan sepertinya terus bertambah sulit.  Namun, kita dapat belajar dari hidup Hana yang memilih untuk diam di rumah Tuhan, mendengarkan suaraNya serta menantikan janji-janjiNya digenapi. Berdiam di rumah Tuhan bukan berarti kita tidak melakukan apa pun dan hanya sebanyak mungkin berada di dalam gedung gereja atau hadir di acara-acara gereja. Yang dimaksud di sini bukanlah sekadar rumah secara fisik, melainkan kehadiran dan penyertaan Tuhan. Diam di rumah Tuhan berarti hidup yang beribadah, hidup bersamaNya, hidup di dalam penyertaanNya di segala aspek kehidupan. Berdoa dan membaca Alkitab adalah aplikasi praktis yang bisa kita lakukan sekarang, seperti yang dilakukan oleh Hanna. Hasilnya jelas, yaitu sukacita hidup di dalam kemurahan Tuhan.  Seperti pemazmur yang juga mengetahui bahwa Tuhan adalah terang, keselamatan, dan benteng hidupnya. Karena itulah, pemazmur mengungkapkan, tidak ada tempat yang lebih aman selain di rumahNya.

Apakah kita memiliki keyakinan yang sama seperti itu? Sungguh betapa besarnya kemurahan Tuhan atas hidup kita. Semua berkat jasmani dan rohani di dalam hidup ini datangnya dari kemurahan Tuhan.  Kesehatan, kecukupan, pekerjaan yang diberkati, keluarga, rumah, mobil, hikmat dan kemampuan, kepercayaan dari orang lain, dan sebagainya. Semua adalah wujud kemurahan Tuhan bagi kita. Sadarilah selalu penyertaan dan kemurahan Tuhan dalam hidup kita, dan biarkan Dia menyatakan kehendakNya melalui hidup kita. Selanjutnya, alamilah bahwa Tuhan pasti memampukan dan memelihara kita, termasuk di tahun baru yang memiliki segala tantangan baru ini pula.

Refleksi Diri :

* Bersyukurlah atas kemurahan yang Tuhan berikan atas hidup Anda sepanjang tahun yang telah berlalu.
* Sediakan waktu khusus untuk mendengar suara Tuhan dan meminta tuntunannya dalam memasuki awal tahun yang baru ini.
* Ambillah komitmen untuk selalu diam di dalam rumah Tuhan agar Anda dapat mengalami favor sepanjang tahun ini.

(FDi)

2019-10-17T14:37:45+07:00