12 Karakter Allah Bapa sebagai Gembala (berdasarkan Mazmur 23:1-6)
“Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah Firman Tuhan ALLAH.” (Yehezkiel 34:31, TB)
- Mencukupi kebutuhan kita
Mazmur 23:1 (TB): “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.”
Tuhan akan mencukupi kebutuhan kita, bukan keinginan kita. Kebutuhan kita pasti dicukupi oleh Tuhan, baik itu kebutuhan jasmani, kebutuhan jiwani, maupun kebutuhan rohani kita. Untuk mengalaminya, kita perlu percaya dan melakukan Firman Tuhan sehingga hidup kita kudus dan benar di hadapan-Nya. Dalam konteks kehendak Tuhan kita laksanakan, kita pasti mengalami Tuhan mencukupi kebutuhan kita dan kita tidak akan pernah kekurangan. Saya sendiri pun telah mengalaminya. Bagaimana dengan Anda? Percayakah Anda dengan janji Tuhan ini? Burung pipit yang terbang di udara pasti Tuhan pelihara. Ketika burung pipit mencari makan, burung itu pasti menemukan makanannya. Tentu saja ada bagian usaha kita yang harus kita lakukan sebagai proses kehidupan ini, tetapi Tuhanlah yang memberikan hasilnya dari berkat-Nya atas kebutuhan kita.
- Memberikan kedamaian dan ketenangan, sebagai sumber air kehidupan
Mazmur 23:2 (TB): “la membaringkan aku di padang yang berumput hijau, la membimbing aku ke air yang tenang.”
Di dalam hadirat Tuhan, kita mendapatkan ketenangan dan kedamaian oleh kedekatan kita dengan Dia. Inilah sumber air kehidupan dari Tuhan yang dirasakan oleh manusia roh kita, yang menghadirkan damai sejahtera yang melampaui segala akal dan tidak bisa diberikan oleh dunia.
Wahyu 7:17 (TB): “Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.”
Tuhan kita Yesus Kristus menggembalakan kita dan menuntun kita kepada air kehidupan. Dia sendirilah sumbernya. Yesus yang sudah ada di dalam hati kita itu memancarkan air kehidupan yang membuat kita tidak haus lagi, bahkan Tuhan berjanji kita mengalami sukacita dari air kehidupan itu, sehingga air mata yang keluar adalah air mata kebahagiaan.
Apakah kita siap memercayai janji-Nya ini?
- Memberikan kesegaran, kelegaan, dan kesembuhan jiwa (pikiran, perasaan, kemauan) melalui kuasa nama Yesus
Mazmur 23:3 (TB): “la menyegarkan jiwaku… oleh karena nama-Nya.”
Filipi 2:9-10 (TB): “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi.” (Maha Kuasa/Perkasa, “El Shaddai”)
Nama Yesus ialah jaminan bagi kita semua bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Nama Yesus mampu menyegarkan jiwa kita dan menjamin hidup kita aman karena tidak satu kuasa pun di atas bumi, di bawah bumi, atau di langit yang mampu memisahkan kita dari kasih-Nya. Nama Yesus adalah nama yang Maha Kuasa, Allah yang perkasa yang mampu memberikan ketenangan dan kesegaran bagi jiwa kita. Perasaan khawatir, ketakutan, atau keraguan hidup kita dijamin tidak sanggup menguasai kita oleh nama Tuhan Yesus Kristus.
- Menuntun di jalan yang benar demi nama Yesus
Mazmur 23:3 (TB): “… la menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.”
2 Timotius 2:7 (TB): “Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.” (“pengertian” = tuntunan, nasihat, hikmat untuk semua aspek kehidupan)
2 Timotius 3:16 (TB): “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”
Seperti tiang awan dan tiang api, demikianlah Tuhan memimpin hidup kita. Melalui Firman-Nya yang kita baca setiap hari, melalui meditasi saat teduh yang kita alami setiap hari, Tuhan memimpin hari-hari kita di jalan yang benar. Tuhan akan meluputkan kita dari malapetaka karena Dia mengasihi kita. Apakah kita merasakan tuntunan Tuhan dan berkat-Nya setiap hari? Jika kita mendengarkan suara-Nya dan arahan-Nya, kita pasti tetap berjalan di jalan yang benar dan hidup kita tidak tersesat. Firman-Nya mampu memimpin hidup kita di jalan yang benar yang penuh berkat.
- Melindungi di situasi sulit dan bahaya apa pun, serta mengangkat ketakutan dan menggantinya dengan keamanan (“Imanuel”)
Mazmur 23:4 (TB): “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya,…”
Setiap detik dalam hidup kita, bahaya dan kejahatan bisa mengancam kita. Seperti singa mengaum di sekeliling kita, ancaman marabahaya membuat kita tidak aman. Namun, ketika kita ada di hadapan bahaya, bahkan lembah kekelaman yang tak terlihat ujungnya, Tuhan tetap beserta dengan kita. Dia tidak meninggalkan kita. Penyertaan-Nya sempunya dan Dia memberikan keamanan, ketenangan, serta perlindungan di saat-saat yang paling berbahaya pun. Dan, Dia tetap setia dengan penyertaan yang sempurna itu walau kita gagal dalam ketidaksetiaan kita.
- Menyediakan pembelaan rohani/supernatural yang menghibur kita: melawan musuh kita dengan gada–Nya/kuasa–Nya, menjaga kita dengan tongkat–Nya/suara–Nya
Mazmur 23:4 (TB): “…Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”
Mukjizat Tuhan masih ada; penyertaan Tuhan yang supernatural itu ada di dalam kita, sebab Roh Tuhan yang ada di dalam kita adalah Roh yang lebih besar dari semua roh yang di luar kita. Sebenarnya ada banyak hal luar biasa yang tidak terlihat dan berada di luar kemampuan pemahaman kita. Di area itu, pembelaan dan penjagaan rohani Tuhan bekerja secara supernatural. Ketika kita taat untuk selalu mengikuti tuntunan-Nya, mukjizat Tuhan terjadi untuk pembelaan dan penjagaan kita, karena Tuhan tidak pernah membiarkan kita berada di dalam marabahaya. Tongkat-Nya memimpin kita, ketika kita mendengar suara ketukan tongkat-Nya, hati kita merasa aman. Gada-Nya mengamankan kita, dan memukul musuh-musuh kita, membuat musuh menjadi takut karena kita dilindungi oleh gada Tuhan. Sesungguhnya kita ini biji mata Allah dan hidup kita ada di tangan Allah. Sadarkah Anda akan perlindungan-Nya ini?
- Menyediakan asupan: mengganti kekalahan dengan semangat/antusiasme baru
(En-Theos = “Tuhan di dalam kita”) dan jaminan kemenangan terhadap musuh yang mengancam (“Jehovah Nissi” dan “Jehovah Jireh”)
Mazmur 23:5 (TB): “Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku;…”
Setiap orang percaya sudah menjadi bagian dari Kerajaan Allah dan senantiasa ada dalam peperangan melawan kerajaan kegelapan. Kita harus berperang dengan iman kita kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan, maka kita akan mengalami bahwa kita adalah umat pemenang. Sesungguhnya oleh kemenangan Kristus di salib, bagi kita sudah disediakan kemenangan dan pemenuhan atas kebutuhan kita. Tuhan memberi kita hidangan di depan musuh berarti Tuhan mengganti kekalahan kita yang lalu dengan semangat baru dan menjamin kemenangan itu bagi kita. Mari kita bangkit dengan penuh semangat baru oleh iman akan kebenaran ini. Ingat, Roh Tuhan ada di dalam kita. Kita umat pemenang.
- Memberi kuasa urapan Roh Kudus, yaitu otoritas ilahi dan hak kerajaan
Mazmur 23:5 (TB): “…Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak;…”
Pengurapan berarti kuasa, otoritas, dan hak sudah diberikan. Bagi kita, ini berarti kita menerima dari Tuhan kuasa-Nya, otoritas ilahi, dan hak kerajaan. Apa yang kita ikat di bumi ini akan terikat di surga, dan apa yang kita lepaskan di bumi ini akan terlepas di surga. Tuhan sudah memberikan kuasa itu kepada kita dan kita harus menggunakannya demi kemuliaan Tuhan. Inilah pengurapan yang tidak ada duanya di dunia.
- Memberi kemenangan atas kekhawatiran akan kekurangan di dunia
Mazmur 23:5 (TB): “…Pialaku (lambang kemenangan) penuh melimpah.”
Filipi 4:19 (TB): “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan- Nya dalam Kristus Yesus.”
Pernahkah kita membayangkan seberapa besar kekayaan dan kemuliaan Tuhan? Sebesar itulah kecukupan dan kelimpahan yang akan diberikan kepada kita sebagai jaminan agar kita tidak perlu khawatir di dalam kehidupan di dalam dunia ini. Tuhan mampu mencukupi kebutuhan kita. Haleluya!
- Melimpahi dengan kemurahan dalam bentuk kebajikan dan keberhasilan yang selalu mengikuti kita
Mazmur 23:6 (TB): “Kebajikan… akan mengikuti aku, seumur hidupku.”
Dengan kita sebagai anak-Nya, perkenanan Tuhan ada di dalam hidup kita. Kelimpahan kebajikan dan keberhasilan hidup akan selalu mengikuti kita yang hidup kudus, benar, dan melakukan kehendak Tuhan, sebagai bentuk kemurahan-Nya. Penyertaan Tuhan, berkat-berkat Tuhan, perlindungan Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Pada saat kita membutuhkan, Tuhan pasti menolong kita!
- Memberi kemurahan dalam bentuk belas kasih-Nya seumur hidup kita
Mazmur 23:6 (TB) “…Kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku;…”
Kemurahan Tuhan juga tercurah atas kita dalam bentuk belas kasih-Nya. Firman Tuhan berkata bahwa rahmat-Nya atas kita selalu baru setiap pagi. Kita pun perlu memberikan belas kasihan kepada sesama kita, karena kita adalah anak dari Allah Bapa yang berlimpah belas kasihan. Dengan melakukannya, kita akan mengalami setiap jalan kita diikuti oleh kemurahan Tuhan dan belas kasihan Tuhan. Maka, yang akan senantiasa memancar keluar dari diri kita seumur hidup adalah belas kasihan, kasih agape, dan kemurahan Tuhan, yang akan memberkati juga orang-orang di sekeliling kita dan menjadikan nama Tuhan dimuliakan melalui hidup kita.
- Menyediakan rumah Allah sebagai tempat tinggal kita selama-lamanya, yaitu rumah damai dan rumah suci
Mazmur 23:6 (TB) “…aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.”
Yohanes 14:1-3 (TB): “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. I Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.”
Hidup kita adalah untuk Kristus dan mati adalah keuntungan bagi kita. Itulah kesimpulan indah yang disampaikan oleh Rasul Paulus selama hidup pertobatannya. Demikian pula halnya dengan kita. Jika kehidupan kita di bumi ini sudah dijamin begitu sempurna oleh Allah sendiri yang adalah Bapa dan Gembala kita, kita patut percaya bahwa Tuhan telah menjamin pula kehidupan kekal kita di surga. Karena itu, patut pulalah kita mengabarkan injil kabar baik ini kepada semua orang agar Kerajaan Allah di bumi ini ditinggikan.